My WordPress Blog

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Ganjar: Partai yang Berkembang Tanpa Diimingi Zaman

Perayaan Ulang Tahun PDIP yang Ke-53

Pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merayakan ulang tahunnya yang ke-53. Perayaan ini menjadi momen penting bagi partai yang memiliki logo banteng hitam bermoncong putih dengan latar merah di dalam lingkaran bergaris hitam dan putih.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Ganjar Pranowo, memberikan ucapan selamat kepada partai tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa PDIP tumbuh bukan karena dimanja zaman, melainkan melalui berbagai tantangan dan ujian sejarah. Ia menekankan bahwa partai ini akan terus berdiri tegak untuk berani berpihak kepada rakyat dan memperjuangkan keadilan.

Tanggal 10 Januari dipilih sebagai hari ulang tahun PDIP karena pada tanggal tersebut lima partai politik yaitu PNI, Parkindo, Partai Katolik, Murba, dan IPKI melakukan fusi. Sejarahnya, PDIP pertama kali terbentuk dengan nama PDI (Partai Demokrasi Indonesia) 53 tahun lalu. Nama PDI kemudian resmi diubah menjadi PDI Perjuangan (PDIP) oleh Megawati Soekarnoputri pada 1 Februari 1999, setelah peristiwa KudaTuli pada 27 Juli 1996.

Ganjar Pranowo juga mengunggah video ucapan selamat ulang tahun kepada PDIP di akun media sosial X (@ganjarpranowo). Dalam cuitannya, ia menyampaikan pesan yang penuh makna:

“Dari masa ke masa, PDI Perjuangan hadir menyatu dengan rakyat. Menjaga Pancasila, merawat persatuan, membangun Indonesia. Terus melangkah demi negeri yang adil dan makmur. Selamat HUT ke-53 @PDI_Perjuangan.”

PDIP: Partai yang Tangguh dan Berani

Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik, Ganjar menjelaskan bahwa PDIP lahir, tumbuh, dan besar karena ditempa oleh sejarah yang jauh dari kata ramah. Ia menyebut bahwa partai ini tidak dimanjakan oleh zaman, tetapi justru berkali-kali ditempa badai ujian, diancam, ditekan, difitnah, ditindas, bahkan diserbu, namun tidak pernah menyerah.

Ketangguhan PDIP, menurut Ganjar, menjadi sarana untuk belajar teguh dalam berjuang melalui jalur politik demi membela rakyat, memperjuangkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Perjuangan PDIP, menurutnya, hanya mengarah pada satu tujuan, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Sila ke-5 Pancasila.

“Politik itu bukan soal kekuasaan saja,” ucap Ganjar. “Politik adalah alat perjuangan, soal keberanian berpihak, berdiri paling depan membela rakyat, memperjuangkan keadilan dan menjaga martabat demokrasi.”

Ia juga menekankan bahwa semangat juang PDIP tidak akan padam selama rakyat masih menghadapi berbagai isu sosial seperti kemiskinan hingga ketidakadilan. “Tujuannya satu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

PDIP Hadir di Masa Sulit

Ganjar juga menyebut bahwa PDIP akan selalu berusaha hadir untuk rakyat, termasuk di masa-masa yang sulit seperti bencana alam. Tujuannya adalah untuk membantu dan mendampingi rakyat hingga kembali bangkit.

“Saat bencana datang, misalnya. Rumah roboh, sawah rusak, dan harapan nyaris runtuh, bukan hanya tentang bantuan, tapi juga keberanian untuk mendengar, menemani, dan menguatkan agar rakyat kembali berdaya hingga menemukan jati diri,” tuturnya.

Perayaan HUT ke-53 PDIP akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada Sabtu hingga Senin, 10-12 Januari 2026. Acara ini akan menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen partai terhadap rakyat dan keadilan sosial.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *