Presiden AS Mendorong Investasi Minyak di Venezuela

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta para pemimpin perusahaan minyak terbesar untuk berinvestasi dalam industri minyak Venezuela. Dalam pertemuan yang diadakan di Gedung Putih pada Jumat (9/1), Trump mengajak eksekutif perusahaan besar seperti Exxon Mobil, ConocoPhillips, Chevron, dan lainnya untuk menanamkan investasi sebesar USD 100 miliar. Tujuannya adalah meningkatkan produksi minyak secara signifikan.
Trump menjadikan minyak sebagai fokus utama strateginya terkait Venezuela setelah pasukan AS menangkap pemimpin negara tersebut, Nicolas Maduro, dalam serangan semalam di ibu kota pada 3 Januari. Ia menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika akan memiliki kesempatan untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela yang rusak, sehingga produksi minyak bisa mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, Trump juga memuji kesepakatan dengan pemimpin sementara Venezuela untuk memasok 50 juta barel minyak mentah ke AS. Banyak kilang minyak di AS dirancang khusus untuk mengolah minyak Venezuela. Trump menegaskan bahwa pengiriman minyak ini akan terus berlangsung tanpa batas waktu. Menurutnya, salah satu keuntungan bagi AS adalah harga energi yang akan menjadi lebih murah.
Pasukan AS terus menyita kapal tanker minyak Venezuela di laut untuk menegakkan embargo. Penyitaan kelima diumumkan pada Jumat (9/1). Pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa AS perlu mengendalikan penjualan dan pendapatan minyak Venezuela dalam jangka panjang agar negara itu bertindak sesuai kepentingan AS, termasuk mengurangi korupsi dan perdagangan narkoba.
Namun, beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat mengkritik kebijakan ini dan menyebutnya sebagai pemerasan. Para analis industri juga memperingatkan adanya risiko ketidakstabilan politik di Venezuela. Perusahaan seperti Chevron, Vitol, dan Trafigura sedang bersaing untuk mendapatkan izin dari AS agar bisa menjual minyak Venezuela. Namun, perusahaan minyak besar masih ragu untuk berinvestasi jangka panjang karena biaya tinggi dan situasi politik yang tidak stabil.
CEO Exxon, Darren Woods, mengatakan saat ini Venezuela dianggap tidak layak untuk investasi. “Kami pernah dua kali aset kami disita di sana. Jadi, untuk masuk lagi untuk ketiga kalinya, dibutuhkan perubahan yang sangat besar,” katanya. Meski begitu, dia menyebutkan dengan pemerintahan Trump dan kerja sama dengan pemerintah Venezuela, perubahan itu mungkin bisa terjadi.

Exxon dan ConocoPhillips meninggalkan Venezuela hampir 20 tahun lalu setelah aset mereka diambil alih oleh negara. Sebaliknya, Wakil Ketua Chevron, Mark Nelson, mengatakan Chevron berkomitmen untuk berinvestasi di Venezuela. Chevron adalah satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di negara tersebut.
Beberapa perusahaan minyak kecil dan perusahaan investasi juga diundang ke pertemuan itu. Banyak dari mereka memuji kebijakan Trump soal Venezuela dan mengatakan siap berinvestasi serta menjual minyak Venezuela.
Kurangnya investasi membuat produksi minyak Venezuela menurun drastis selama puluhan tahun. Padahal Venezuela adalah anggota OPEC dan memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tetapi kini hanya menyumbang sekitar 1 persen dari pasokan minyak global. Pada tahun 1970-an, Venezuela pernah memproduksi hingga 3,5 juta barel per hari, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan produksi saat ini.
Trump mengatakan AS akan menjamin keamanan fisik dan keuangan bagi perusahaan minyak yang berinvestasi di Venezuela, meski tidak menjelaskan caranya secara rinci. Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan ada kemungkinan pemerintah AS menggunakan Bank Ekspor-Impor AS untuk membantu mendanai proyek minyak besar di Venezuela, sehingga risiko keuangan perusahaan bisa berkurang.
Trump menutup dengan mengatakan bahwa pembicaraan ini bertujuan untuk memastikan perusahaan benar-benar berinvestasi. “Kita harus membuat mereka berinvestasi, lalu kita harus menarik kembali uang mereka secepat mungkin. Setelah itu, hasilnya bisa dibagi antara Venezuela, Amerika Serikat, dan perusahaan-perusahaan tersebut. Menurut saya ini sederhana. Rumusnya sederhana,” ujarnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











