My WordPress Blog

Fakta Maut Kecelakaan Tol Pekanbaru–Dumai, Tak Ada Bekas Rem, Kecepatan 120 km/jam Terkunci

Fakta Baru Terungkap dalam Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru–Dumai

Pengungkapan fakta terbaru mengenai kecelakaan maut yang terjadi di Tol Pekanbaru–Dumai KM 28/00 A pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi kendaraan dan kemungkinan penyebab kejadian tersebut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bahwa jarum speedometer mobil Toyota Yaris milik korban berhenti di angka 120 kilometer per jam. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Selain itu, tidak ditemukan bekas pengereman di lokasi kecelakaan, sehingga mengindikasikan bahwa pengemudi tidak sempat melakukan tindakan pengereman sebelum tabrakan terjadi.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Yaris bernomor polisi BM 1334 DX dengan sebuah truk Fuso BK 8831 GR. Akibat benturan keras, pengemudi mobil meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara truk hanya mengalami kerusakan ringan.

Penyidik Menyoroti Aktivitas Korban Sebelum Kecelakaan

Selain faktor kecepatan, penyidik juga memperhatikan aktivitas korban sebelum kecelakaan terjadi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui merupakan bagian dari tim rias atau make up. Pada malam sebelum kejadian, korban beristirahat sekitar pukul 22.00 WIB, lalu bangun sekitar pukul 02.00 WIB untuk merias, kembali tidur, dan sekitar pukul 04.00 WIB berangkat menuju Duri.

Korban mengalami kecelakaan sekitar satu setengah jam kemudian, tepatnya pukul 05.30 WIB, saat melintas di KM 28/00 A Tol Pekanbaru–Dumai.

Selain itu, ban mobil korban diduga telah aus. Pada ban mobil tertulis pembuatan pada tahun 2016. Menurut AKBP Galih Apria, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, idealnya ban dipakai dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun, namun batas maksimal 10 tahun.

“Apabila lebih dari 5 tahun, karet ban akan mengalami pengerasan atau oksidasi, dan berpengaruh pada cengkraman ke aspal atau jalan. Sehingga mobil bila dipacu di atas 80 sampai 100 Km/jam dengan kondisi ban yang tidak ideal, maka potensi kecelakaan tinggi,” tambahnya.

Kronologi Kecelakaan

Menurut AKBP Eko Baskara, Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, kecelakaan diduga berkaitan dengan kondisi pengemudi yang tidak optimal saat berkendara. “Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan awal, pengemudi Toyota Yaris diduga mengalami micro sleep sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan dan menabrak bagian belakang truk Fuso yang berada di depannya,” ujar AKBP Eko Baskara.

Peristiwa tersebut bermula ketika Toyota Yaris yang dikemudikan Agus Indriani (24), mahasiswa asal Jalan Muara Basung, Pinggir, melaju dari arah Gerbang Tol Pekanbaru menuju Gerbang Tol Pinggir. Setibanya di KM 28/00 A, kendaraan tersebut menghantam bagian belakang truk Fuso yang dikemudikan Prateja (32), warga Perbaungan, Serdang Bedagai.

Akibat benturan keras, pengemudi Toyota Yaris meninggal dunia di lokasi kejadian. Kerugian materi akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Dari foto yang beredar, kondisi mobil Toyota Yaris tampak mengalami kerusakan sangat parah di bagian depan. Kap mesin ringsek hingga terlipat ke atas, kaca depan pecah, dan komponen mesin terlihat hancur serta terlepas. Bemper depan mobil terlepas dan berserakan di badan jalan akibat kuatnya benturan.

Sementara itu, truk Fuso mengalami kerusakan relatif lebih ringan pada bagian belakang.

Petugas dari PJR Ditlantas Polda Riau dan Polsek Kandis langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Kasus ini kemudian diserahkan ke Unit Laka Lantas Polsek Kandis, Polres Siak, untuk penanganan lebih lanjut.

AKBP Eko Baskara mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum berkendara. “Jika merasa lelah atau mengantuk, segera manfaatkan rest area demi keselamatan bersama,” tutupnya.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *