Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Kota Cilegon
Pelaku pembunuhan anak politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Maman Suherman, akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. HA, yang merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan, tidak berkutik saat diringkus oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon.
Penangkapan terjadi pada Jumat (2/1/2026), saat pelaku sedang melakukan aksi pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri. Dari tayangan Liputan6, Sabtu (3/1/2026), HA tampak tidak berkutik saat penyidik meminta ia menunjukkan barang bukti hasil kejahatannya.
Barang-barang berharga yang dirampok disimpan di bawah pot bunga di area rumah mewah milik seorang anggota DPRD Cilegon. “Ada jam, emas-emas,” ujar HA saat diinterogasi penyidik sesaat setelah ditangkap atas kasus pencurian di rumah anggota dewan tersebut.
Penyidik kemudian bertanya kepada pelaku mengenai lokasi spesifik penyimpanan barang rampasan. “Kamu sembunyiin di mana?” tanya penyidik. HA menjawab dengan nada rendah, “Di bawah pot warna hitam, dekat pembuangan air AC itu.”
Berdasarkan petunjuk tersebut, tim gabungan kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa tas berisi berbagai barang mewah hasil rampokan. Perhiasan emas hingga jam tangan mewah ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik hitam yang terkubur di dalam pot bunga untuk mengelabui petugas.
Aksi Pencurian Berulang
HA diamankan ketika sedang mencuri di sebuah warga di Kota Cilegon, Banten. Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, mengungkapkan bahwa pelaku tertangkap basah saat melakukan aksi pencurian.
Rumah yang disatroni HA adalah rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, di kawasan Kelurahan Ciwedus. Pelaku rupanya menyatroni rumah tersebut untuk kedua kalinya pada Jumat (2/1) siang.
Sebelumnya, HA sudah melakukan pencurian di rumah mewah Roisyudin saat pemilik rumah dan keluarga tengah liburan tahun baru di Jakarta pada Minggu (28/12/2025). Aksinya tersebut tertangkap basah oleh asisten rumah tangga (ART) Roisyudin yang kemudian meminta bantuan warga agar melapor ke polisi.
HA sempat bersembunyi di dalam rumah sebelum akhirnya dibekuk polisi. Saat diamankan, HA tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Pengakuan atas Pembunuhan Anak Maman Suherman
Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM (9), anak Maman Suherman, yang terjadi pada Selasa (16/12/2025). Dalam foto yang beredar, HA terlihat duduk di lobi Mapolres Cilegon mengenakan kaus dan celana hitam dengan tangan terborgol menggunakan dua tali ties.
Pembunuhan anak Haji Maman menimbulkan banyak pertanyaan. Pihak kepolisian sempat mengaku kesulitan melacak keberadaan pelaku karena CCTV di dalam rumah Maman Suherman dalam keadaan mati dan tidak ada sekuriti di lokasi kejadian.
Fakta-Fakta Terkait Kasus Pembunuhan
Peristiwa pembunuhan anak politisi PKS, Maman Suherman, pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.
Mendapat kabar tersebut, H. Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Hasil Autopsi dan Penyelidikan
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.
Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.
Polisi menyebutkan bahwa ada 22 luka di tubuh bocah berusia 9 tahun yang ditemukan di rumah mewah di kawasan Kota Cilegon, Banten. Dari total luka, 19 di antaranya merupakan luka akibat benda tajam. Sementara, tiga luka lainnya diduga berasal dari benda tumpul.
Namun, posisi luka berada di bagian yang fatal yakni leher dan dada. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari kedokteran untuk kepastian jumlah lukanya. Polisi belum mengungkap motif maupun terduga pelaku, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.











