Penyegaran Birokrasi di Pemkot Surabaya
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan rotasi jabatan untuk memperbarui struktur birokrasi. Dalam pelantikan yang dilakukan pada Jumat, 2 Januari 2026, sebanyak delapan kepala dinas di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) mengalami perubahan posisi. Rotasi ini menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Perubahan Jabatan di Sejumlah Dinas
Salah satu perubahan yang menarik adalah penggeseran Yusuf Masruh dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) ke Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip). Ia digantikan oleh Febrina Kusumawati, mantan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag). Yusuf Masruh sebelumnya menjabat di Dispendik sejak Juni 2022.
Selain itu, posisi Kepala Dinkopdag yang kosong setelah Febrina dilantik sebagai Kadispendik baru, akan diisi oleh Mia Santi Dewi, mantan Kepala Dinas Sosial. Hal ini menunjukkan bahwa rotasi tidak hanya terjadi di satu dinas saja, tetapi juga mencakup berbagai bidang pemerintahan.
Rotasi Setiap 4 Tahun
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal wajar dalam sistem pemerintahan. Ia menekankan bahwa jabatan struktural tidak boleh ditempati terlalu lama oleh satu orang. “Rotasi ini sebagai perputaran. Seperti yang sering saya katakan, kalau sudah 4 tahun, 3 tahun (menjabat) ya kudu diputar. Kayak (kepala) Dinas Pendidikan sudah 3 tahun ya diputar,” ujarnya.
Di dinas yang baru, Yusuf Masruh akan mengisi posisi Kepala Dispusip yang sebelumnya kosong. Sedangkan posisi Kepala Dinkopdag yang kosong setelah Febri dilantik sebagai Kadispendik baru, akan diisi Mia Santi Dewi, mantan Kepala Dinas Sosial.
Pelantikan Pejabat Baru di Berbagai Dinas
Selain Dispendik, Dinkopdag, dan Dispusip, Cak Eri juga melakukan rotasi di tiga dinas lain. Hidayat Syah, mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, dilantik sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Ia menggantikan Syamsul Hariadi yang dilantik menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (menggantikan almarhumah Dewi Soeriyawati).
Sedangkan satu posisi lainnya adalah Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brinda) yang dijabat Agus Imam Sonhaji (mantan Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan). Bersamaan dengan pelantikan sejumlah dinas lainnya, Brinda Surabaya tersebut merupakan OPD terbaru di Pemkot Surabaya.
Pelantikan Kepala OPD Baru Hasil Lelang Jabatan
Selain rotasi, Pemkot Surabaya juga melantik dua kepala OPD baru hasil lelang jabatan. Yakni Lasidi (mantan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai Kepala DPMPTSP. Serta Iman Kristian Maharhandono (mantan Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP) sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (DPRKPP).
Cak Eri juga melantik Ario Bagus Permadi (mantan Camat Gunung Anyar), sebagai Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan, menggantikan Sudadi yang digeser menjadi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.
Evaluasi Kinerja Berbasis Output dan Outcome
Cak Eri menjelaskan, seluruh proses rotasi dan pengisian jabatan didasarkan pada sistem penilaian kinerja atau “rapor” yang dimiliki setiap pejabat struktural. “Setiap kepala OPD itu pasti ada rapornya. Setiap kepala bidang pasti ada rapornya. Camat, lurah pasti ada rapornya. Setiap yang dijanjikan ada jadi nilai,” tegas mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.
Ia menyebutkan, penilaian tersebut berbasis output dan outcome kinerja yang telah dijanjikan oleh masing-masing pejabat. Ke depan, hasil penilaian itu bahkan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat setiap enam bulan sekali. “Kita akan sampaikan kepada masyarakat Surabaya setiap 6 bulan sekali. Sehingga ketika terjadi perubahan masyarakat itu mulai terbiasa,” kata Cak Eri.
Tidak Ada Pengaruh Kepentingan Politik
Lebih lanjut, Cak Eri menekankan bahwa jabatan struktural di Pemkot Surabaya tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik. Menurutnya, rotasi maupun penurunan jabatan murni ditentukan oleh kinerja. “Struktural ini adalah kepentingan masyarakat yang lebih panjang. Bukan kepentingan politik. Kinerjanya bagus ya diteruskan, kinerjanya tidak bagus ya diturunkan,” ujarnya.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Berikut adalah daftar pejabat Pemkot Surabaya yang ikut dalam pelantikan, Jumat (2/1/2026):
- SYAMSUL HARIADI: Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- AGUS IMAM SONHAJI: Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah
- HIDAYAT SYAH: Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
- MIA SANTI DEWI: Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan
- FEBRINA KUSUMAWATI: Kepala Dinas Pendidikan
- YUSUF MASRUH: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- T. IMAN KRISTIAN MAHARHANDONO: Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan
- LASIDI: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
- ARIO BAGUS PERMADI: Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











