My WordPress Blog

Trump: AS Tangkap Maduro Usai Serangan ke Venezuela



JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa pasukan Amerika berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan membawanya keluar dari negara tersebut setelah serangkaian serangan udara.

“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri,” tulis Trump di media sosial.

Trump juga menyatakan akan mengadakan konferensi pers pada pukul 11 pagi waktu setempat di Mar-a-Lago, perkebunan miliknya di Palm Beach, Florida.

Penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, merupakan intervensi yang sangat langka dan menjadi kejatuhan yang mengejutkan bagi pemimpin Venezuela yang menjabat sejak 2013.

Serangan ini memicu reaksi keras dari pendukung Maduro, termasuk Kementerian Luar Negeri Rusia dan Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB. Sementara itu, sekutu Trump seperti Presiden Argentina Javier Milei merayakan berita tersebut.

Maduro telah menjadi target kampanye tekanan AS sejak masa jabatan pertama Trump. Pemerintahan Trump menuduhnya memimpin organisasi penyelundup narkoba yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional. Selain itu, presiden AS juga merujuk pada cadangan minyak negara yang sangat besar.

Meskipun hanya sedikit perusahaan internasional yang beroperasi di Venezuela karena sanksi AS, Chevron Corp., perusahaan minyak berbasis di Houston, tetap menjadi mitra utama produsen minyak negara tersebut, dengan izin khusus dari Departemen Keuangan. Perusahaan belum memberikan respons atas permintaan komentar yang dikirim di luar jam kerja.

Trump telah mengumpulkan pasukan militer Amerika di wilayah tersebut selama beberapa bulan, memungkinkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba, serta menerapkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang akan menuju dan meninggalkan Venezuela.

Beberapa anggota Partai Demokrat melalui media sosial mengkritik operasi militer sebelum penangkapan Maduro diumumkan. Senator Ruben Gallego dari Arizona berkata, “Perang ini ilegal, sungguh memalukan bahwa kita berubah dari polisi dunia menjadi pengganggu dunia dalam waktu kurang dari satu tahun. Tidak ada alasan bagi kita untuk berperang dengan Venezuela.”

Bulan lalu, Trump memperingatkan bahwa kampanyenya akan semakin besar dan mengancam akan ada guncangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut kerja sama Venezuela dengan penyelundup narkotika dan teroris sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional negara Paman Sam.

Senator AS Mike Lee, anggota Partai Republik di Utah, mengunggah di X bahwa Rubio mengatakan Maduro akan diadili atas tuduhan pidana di AS. Mengutip percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri, Lee menambahkan bahwa Rubio memperkirakan tidak ada tindakan lebih lanjut di Venezuela.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, juga menyatakan bahwa dia telah berbicara dengan Rubio tentang Venezuela dan menyerukan agar mereka menahan diri, sambil menegaskan kembali pandangan blok tersebut bahwa Maduro tidak memiliki legitimasi.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam tindakan agresi bersenjata AS terhadap Venezuela dan menyarankan agar menghindari eskalasi lebih lanjut. Dalam sebuah postingan di media sosial, Presiden Kolombia Gustavo Petro menolak agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin.

“Konflik internal antar masyarakat diselesaikan oleh masyarakat yang sama dengan damai. Itu adalah prinsip penentuan nasib sendiri, yang menjadi landasan sistem PBB,” tulisnya.

Sementara itu, ledakan pertama terjadi di ibu kota Venezuela, Caracas, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Pesawat dapat terlihat dan terdengar di atas kepala selama berjam-jam, menurut warga. Beberapa ledakan berpusat di sekitar pangkalan militer Fuerte Tiuna di Caracas.

Pemerintah Venezuela mengatakan sasaran militer dan sipil telah diserang di tiga negara bagian, dan menambahkan bahwa serangan ini menandai upaya AS untuk merebut sumber daya minyak negara tersebut. Rekaman video yang belum dikonfirmasi menunjukkan pesawat terbang di atas Caracas dan tampaknya merupakan rentetan serangan rudal terhadap sasaran di daerah perkotaan.

“Kami menyerukan kepada masyarakat dan pemerintah Amerika Latin, Karibia, dan dunia untuk memobilisasi solidaritas aktif dalam menghadapi agresi kekaisaran ini,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *