My WordPress Blog

Doa Hendri Terkabul Setelah 30 Tahun Jadi Pegawai Honorer, Tak Menyangka Diangkat PPPK

Perjuangan Hendri: Dari Pegawai Honorer Hingga Diangkat Jadi PPPK

Hendri, seorang pegawai honorer di Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, telah menjalani perjalanan panjang selama 30 tahun dalam pengabdiannya. Kini, setelah sekian lama menunggu, ia akhirnya resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Momen ini menjadi kebahagiaan besar bagi dirinya dan keluarganya.

Pengabdian yang Tak Pernah Terputus

Hendri mulai bekerja sebagai tenaga honorer saat usianya masih 24 tahun. Selama tiga dekade, ia terus menjalani tugas tanpa pernah mengetahui kapan status kepegawaian akan jelas. Meski kebijakan sering berubah, Hendri tetap bertahan dengan prinsip sederhana: bekerja dengan sepenuh hati. Kepercayaan diri dan ketekunan itu akhirnya membuahkan hasil.

Pada hari Selasa (23/12), Hendri dilantik di Lapangan Karangpawitan. Ia menjadi salah satu dari empat tenaga honorer yang menerima Surat Keputusan (SK) P3K Paruh Waktu secara simbolis langsung dari Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh. Rasa bahagia mengisi wajahnya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga yang selama ini mendukungnya.

Harapan Setelah Diangkat Jadi PPPK

Hendri mengaku tak pernah membayangkan bisa sampai pada titik ini. Status PPPK paruh waktu yang kini ia sandang bukan hanya sekadar pengangkatan formal, tetapi juga pengakuan atas pengabdian panjang yang ia lakukan selama ini. “Ini untuk istri dan anak-anak saya di rumah,” ujarnya dengan mata berbinar penuh harapan.

Setelah diangkat menjadi PPPK, Hendri berharap dapat bekerja dengan lebih tenang dan profesional. Ia ingin terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Karawang, khususnya di bidang kesehatan. Hal ini juga berlaku bagi para petugas pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Karawang.

Kebahagiaan Para Petugas Damkar

Sebanyak 144 petugas damkar Karawang akhirnya memperoleh kepastian status setelah bertahun-tahun mengabdi di garis depan penanganan kebakaran dan kondisi darurat. Mereka kini berstatus PPPK paruh waktu. Raut bahagia terpancar dari wajah para petugas yang mengikuti prosesi pelantikan.

Euforia kebahagiaan pun berlanjut. Mereka menggelar syukuran sederhana yang dilanjutkan dengan konvoi kendaraan pemadam kebakaran mengelilingi area Markas Komando (Mako) Damkar Karawang. Puncak perayaan ditandai dengan tradisi siraman air dari mobil pemadam kebakaran di halaman Mako Damkar Karawang. Momen ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan para petugas Damkar.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Rohmat Ilyas, menyampaikan rasa bersyukur atas pengangkatan para petugas damkar menjadi PPPK Paruh Waktu. “Alhamdulillah, hari ini sebanyak 144 petugas Damkar Karawang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami,” katanya.

Penyelesaian Masalah Honorer di Surabaya

Di Kota Surabaya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tengah mengusulkan dan memproses 14.600 honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) paruh waktu. Kepala BKPSDM Surabaya, Ira Tursilowati, berharap mereka bisa ditetapkan sebagai PPPK paruh waktu.

“Semua tengah kita ajukan ke pusat. Nanti kami akan update lagi hasilnya,” katanya, Rabu (10/12/2025). Hingga saat ini masih ada belasan ribu honorer yang tercecer. Mereka lebih dulu diikutkan seleksi pada rekrutmen PPPK penuh waktu. Namun tidak semua honorer itu lulus sebagai P3K penuh waktu.

Dari yang belum diterima ini, ada skema baru untuk mengangkat honorer di lingkungan Pemkot Surabaya itu tetap menjadi pegawai pemerintah namun P3K paruh waktu. Di lingkungan Pemkot Surabaya nantinya sudah tidak lagi honorer. Selama ini ada belasan ribu honorer dari tenaga fungsional bekerja di lingkungan Pemkot Surabaya. Mulai dari guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya.

Status kepegawaian jelas, ditujukan untuk menyelesaikan masalah non-ASN dengan upah rendah, serta memenuhi kebutuhan tenaga profesional di instansi pemerintah, seperti guru, nakes, dan teknis. Pemerintah memang bertekad menuntaskan honorer di lingkungan pemerintah. Termasuk di Pemkot Surabaya juga mengangkat para honorer melalui skema P3K.

Ira merinci hingga saat ini sudah 8.000 an honorer di Surabaya sudah diangkat menjadi P3K penuh melalui skema seleksi dan tes. Sementara Surabaya menyisakan 14.600 honorer. Belasan tenaga honorer di lingkungan Pemkot Surabaya ini yang akan dituntaskan melalui pengusulan SK ke BKN. Saat ditanyakan sampai kapan batas akhir penuntasan honorer ini, Ira masih menunggu pusat.

“Belasan ribu P3K paruh waktu itu masih proses pengusulan SK ke BKN. Bisa jadi nanti akan ada perubahan angkanya. Prinsip, kami ajukan semua,” kata Ira. Dia menegaskan bahwa mekanisme menjadi P3K paruh waktu bukan tes ulang. Berdasarkan usulan instansi bagi honorer yang sudah terdata BKN dan tidak lulus seleksi 2024. Semua dokumen akan diverifikasi oleh BKN. Tak ada seleksi kompetensi. Menyesuaikan kebutuhan formasi.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *