Isu Hubungan Aura Kasih dan Ridwan Kamil yang Semakin Mengemuka
Isu mengenai hubungan antara penyanyi Aura Kasih dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali memanas setelah muncul berbagai informasi baru. Salah satu sumber yang menyampaikan kabar ini adalah Lisa Mariana, yang mengklaim bahwa Aura Kasih menjual mobil-mobilnya untuk menghilangkan barang bukti terkait dugaan korupsi di Bank BJB.
Menurut Lisa Mariana, informasi tersebut berasal dari sumber A1 yang ia percaya. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ini membuat banyak netizen mencurigai keterlibatan Aura Kasih dalam kasus yang menyeret nama Ridwan Kamil. Mereka juga mempertanyakan mengapa Lisa Mariana tidak mendapatkan fasilitas sebanyak Aura Kasih.
Lisa Mariana sempat mengungkap bahwa dirinya hanya diajak ke Bali, sedangkan Aura Kasih diduga pergi berlibur ke Eropa. Hal ini memicu komentar-komentar dari netizen yang menilai bahwa Aura Kasih seharusnya juga diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Lisdut lo cuma diajak ke Palembang nyobaik pempek. Yang ini ke Eropa Dut. Kata gue mah ikut diperiksa KPK sih, masa Lisdut doang,” tulis salah satu netizen.

Lisa Mariana kemudian merespons komentar tersebut dengan membongkar fakta lebih lanjut tentang kehidupan Aura Kasih. Menurutnya, Aura Kasih kini sedang menjual mobil-mobil miliknya, yang diduga terkait dengan dugaan korupsi yang melibatkan Ridwan Kamil. Ia menyebut bahwa mobil-mobil itu dijual untuk menghilangkan barang bukti yang diduga berasal dari sumber A1.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Aura Kasih atau Ridwan Kamil, informasi ini telah membuat banyak orang percaya dan mendukung Lisa Mariana untuk membongkar rahasia lainnya.
Kemungkinan Pemanggilan Aura Kasih oleh KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan untuk memanggil Aura Kasih sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BUMD Jabar. Kasus ini juga menyeret nama Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa keputusan untuk memanggil seseorang bergantung pada kecukupan alat bukti dan informasi yang dimiliki penyidik. Saat ini, KPK sedang fokus pada penelusuran aliran dana non-budgeter dalam pengadaan iklan di Bank BUMD Jabar.
“Pemanggilan seseorang dalam proses penyidikan perkara, khususnya terkait dengan perkara ini, tentu berbasis pada informasi atau pun bukti awal,” ujar Budi Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa jika ditemukan indikasi keterlibatan atau penerimaan dana, maka KPK akan memanggil pihak-pihak terkait. Termasuk Aura Kasih, jika diperlukan.
Penelusuran Aliran Dana
KPK juga menegaskan bahwa mereka terbuka untuk memeriksa siapa saja yang diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi ini. “Terbuka kemungkinan KPK untuk memanggil siapa saja yang diduga mengetahui atau pun diduga mendapatkan aliran uang yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi ini,” tambah Budi.
Sebelumnya, isu kedekatan Aura Kasih dengan Ridwan Kamil muncul setelah munculnya laporan mengenai keretakan rumah tangga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Kini, isu ini berlanjut ke ranah hukum karena adanya penyidikan intensif oleh KPK.
Pemeriksaan Ridwan Kamil
Ridwan Kamil telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada 2 Desember 2025. Fokus penyidik saat itu adalah mengungkap aset-aset yang dimiliki oleh Ridwan Kamil, sumber perolehannya, serta kepatuhan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Selain Ridwan Kamil, penyidik KPK juga telah memeriksa Lisa Mariana pada 22 Agustus 2025, sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi di Bank BUMD Jabar.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











