Peran Abah Kunang dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
Abah Kunang, yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Sukadami di Kecamatan Cikarang Selatan, kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Ia diduga terlibat dalam tindakan korupsi yang melibatkan anaknya, Ade Kuswara Kunang, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bekasi.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Abah Kunang berperan sebagai perantara dalam kasus suap ijon proyek senilai Rp9,5 miliar. Selain itu, ia juga terlibat dalam penerimaan gratifikasi sebesar Rp14,2 miliar dari anaknya.
Peran Abah Kunang dalam kasus ini sangat penting karena dia menjadi penghubung antara pihak swasta bernama Sarjan dengan Ade Kuswara Kunang. Menurut Asep, Abah Kunang dipercaya oleh para penyuap karena statusnya sebagai ayah dari Bupati Bekasi. Hal ini membuatnya memiliki kepercayaan yang tinggi di kalangan pelaku korupsi.
Tindakan Abah Kunang yang Mencurigakan
Sarjan tidak hanya bertindak sebagai pihak swasta, tetapi juga menjadi biong atau perantara dari Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD) di Bekasi. Dalam prosesnya, Abah Kunang sering meminta jatah uang secara mandiri tanpa sepengetahuan Ade. Hal ini dilakukan bahkan ketika Sarjan memberikan uang suap kepada Ade.
Asep mengungkapkan bahwa Abah Kunang tidak hanya meminta jatah uang kepada Sarjan, tetapi juga kepada pihak-pihak lain. Ia bahkan sering kali meminta uang tersebut sendiri tanpa adanya persetujuan dari Ade.
Dalam kasus ini, Ade Kuswara Kunang bersama HM Kunang selaku pihak penerima disangkakan dengan Pasal 12 a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara itu, Sarjan selaku pihak pemberi disangkakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK.
Profil Abah Kunang sebagai Tokoh Legendaris
Abah Kunang dikenal sebagai sosok legendaris di wilayah Cikarang. Ia mendapatkan julukan “Jawara Bekasi” karena pengaruhnya yang besar di tengah masyarakat. Julukan ini diberikan karena dia dianggap sebagai pemimpin yang berwibawa dan disegani oleh warga setempat.
HM Kunang juga dikenal sebagai figur yang disegani masyarakat karena kiprahnya dalam seni bela diri tradisional serta kepemimpinan yang kuat. Meskipun tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, ia tetap berkomitmen untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain.
Selama masa kepemimpinannya sebagai Kades Sukadami, HM Kunang aktif dalam pembangunan desa dan kegiatan sosial. Ia juga merupakan pendiri Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan, dua organisasi yang berperan penting dalam memperkuat identitas dan solidaritas warga lokal Bekasi.
Kehidupan Mewah Abah Kunang
Sebagai tokoh berpengaruh, HM Kunang memiliki jejak kemakmuran yang terlihat nyata di kawasan Desa Sukadami. Ia tinggal di rumah dua lantai dengan desain yang khas. Dari akun TikToknya, Abah Kunang sering merekam video ketika sedang di rumah megah tersebut.
Rumah tersebut bercat putih dengan ornamen hitam. Berjejer pula mobil-mobil mewah berbagai merek mulai dari Mercedes-Benz, BMW, Lexus, hingga Honda. Dia juga sering memposting foto bersama istri ketika berada di tempat-tempat wisata.
Selain itu, Abah Kunang memiliki lahan seluas hampir dua hektare. Lahan yang awalnya merupakan area persawahan tersebut kini telah bertransformasi menjadi kompleks hunian yang ia siapkan khusus bagi masa depan anak-anaknya. “Tanah sawah itu luasnya hampir dua hektar, sekarang sudah dibangun rumah untuk anak-anak,” ungkap HM Kunang saat menceritakan investasinya.
Pengaruh Politik Abah Kunang
Abah Kunang dikenal sebagai tokoh sentral dan memiliki pengaruh politik yang sangat besar. Karir politik sang anak, Ade Kuswara, hingga menduduki posisi Bupati Bekasi, disebut-sebut tidak lepas dari campur tangan dan jejaring yang dibangun Abah Kunang selama puluhan tahun jadi Kades Sukadami.
Desa Sukadami terletak di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wilayah ini strategis karena dilintasi jalan-jalan utama penghubung kabupaten. Berbatasan dengan Ciantra dan Sukaresmi di utara, Sukasari di Selatan, serta Ciantra dan Jayasampurna di barat. Sukadami memiliki aksesbilitas baik ke Cikarang Pusat dan Serang Baru.











