Korban Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Kota Kendari
AR (25 tahun), seorang korban penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda LI, seorang anggota polisi, masih bertahan dalam hubungan asmara meski beberapa kali mengalami perlakuan kasar. Kejadian ini terjadi di rumah Bripda LI, yang berada di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penganiayaan tersebut diperkirakan terjadi sebanyak tujuh hingga delapan kali sebelum AR akhirnya melaporkannya ke Propam Polda Sultra. Dugaan tindakan kekerasan dan ancaman dialami AR pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 02.00 Wita.
Keluarga korban, termasuk ibu AR, LW, mengungkap alasan mengapa AR tetap bertahan dalam hubungan itu. Menurut LW, AR merasa kasihan terhadap Bripda LI karena ia mengaku sebagai tulang punggung keluarga. Namun, setelah mengalami penganiayaan berkali-kali, AR memutuskan untuk melapor ke Propam Polda Sultra.
“Dia (AR) kasihan dan iba karena terlapor mengaku tulang punggung keluarga, jadi dia memilih memaafkan,” ujar LW saat ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra, Selasa (26/8/2025). “Tetapi untuk kali ini sudah tidak tahan dan memilih melapor ke Propam Polda Sultra,” tambahnya.
Sementara itu, kakak AR, A, menyatakan bahwa adiknya masih dalam kondisi syok akibat dugaan penganiayaan yang dialaminya. A juga mengungkap bahwa Bripda LI sempat mencoba berbicara dengan korban dan sang ibu usai laporan dibuat.
“Kemarin itu kata tante saya yang di sana, si oknum polisi ini ingin berbicara dengan ibu dan adik saya, tapi saya melarangnya, jangan,” ujar A.
Penanganan oleh Polda Sultra
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, menegaskan bahwa Bripda LI telah diamankan. Ia ditempatkan di penempatan khusus atau patsus Propam Polda Sulawesi Tenggara.
“Bripda LI sudah diamankan dan ditempatkan di patsus. Untuk proses hukum berjalan sesuai prosedur dan transparan,” ujar Kombes Pol Iis.
Patsus adalah bentuk hukuman disiplin bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin atau kode etik. Hukuman ini berupa penahanan sementara di tempat-tempat yang ditentukan seperti markas, rumah, atau ruang khusus yang ditunjuk atasan, dan berbeda dengan penahanan biasa.
Tips Menghindari Hubungan Toxic
Selain dari kasus ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari hubungan toxic, yaitu:
-
Periksa komunikasi kalian dengan pasangan
Jika pasangan sangat mengontrol kalian, sebaiknya periksa komunikasi antara kalian. Komunikasi sangat berpengaruh dalam sebuah hubungan. Ketika pasangan sering memerintah kalian, marah jika sesuatu tak berjalan sesuai kemauannya, hal ini tidak sehat. Pastikan kalian menjaga kemampuan komunikasi dan perhatikan apa yang sebenarnya terjadi. -
Tetap sopan satu sama lain
Jika kalian sudah saling mengenal pasangan dengan baik, coba tetap terapkan rasa sopan dan saling menghargai satu sama lain. Gunakan kata-kata seperti tolong, terima kasih, maaf, dan lainnya agar sopan pada pasangan. -
Berikan ruang
Jangan pernah memaksa pasangan dan berikan ruang untuk mereka agar tetap bisa menjadi dirinya sendiri. Sangat penting bagi kalian untuk memberikan waktu luang dan tidak mengganggu urusan pribadinya. -
Ceritakan perasaan tidak aman ke pasangan
Salah satu cara yang bisa kalian lakukan jika merasa tertekan dalam sebuah hubungan, katakan yang sejujurnya pada pasangan. Apa yang benar-benar kalian rasakan karena hal ini bisa membuat kalian dapat mengerti dan memahami satu sama lain. Diskusikan dengan pasangan secara sehat dan temukan solusi yang tepat. -
Ubah pesan jadi saran
Coba berikan saran pada pasangan dengan lembut saat kalian memintanya melakukan sesuatu. Jangan menyuruhnya secara tidak sopan seperti “lakukan ini” dan gantilah dengan “hei, apa pendapatmu tentang ini?”. Hal ini bisa membuat kalian menghindari kontrol dan terdengar sangat sopan. -
Reseptif terhadap perubahan
Mungkin saja pasangan kalian tidak menyukai beberapa perilaku kalian. Cobalah mengubah kebiasaan buruk kalian yang bisa membuat pasangan terluka dan tidak nyaman. -
Hargai usaha pasangan
Pasti mudah bagi kita menilai orang lain dengan sebelah mata, tetapi cobalah menghargai segala usaha pasangan. Ini bisa memperkuat hubungan di antara kalian. Berikan kritik positif dan membuat pasangan bisa memahaminya dengan baik. -
Berharap terlalu tinggi
Dalam sebuah hubungan pasti kalian memiliki beberapa harapan dari pasangan. Kalian bisa mengharapkan bisa mendapatkan hal istimewa dari pasangan dan mengharapkan pasangan bisa memenuhi harapan kalian. Untuk itu sangat penting bagi kalian untuk mengharap segala sesuatu terlalu tinggi.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











