My WordPress Blog

Kesaksian Yamin: Gendong Istri Saat Penembakan di Kebun Raya Ratatotok Mitra

Kesaksian Yamin, Suami Korban Penembakan di Pertambangan Kebun Raya Ratatotok

Kronologi penembakan yang terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kebun Raya Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, kembali menggemparkan masyarakat. Salah satu korban, Yamin, suami dari Anisa Mamonto, memberikan kesaksian mendalam tentang kejadian yang menimpa keluarganya.

Pengalaman Pahit Yamin

Yamin, seorang warga asal Belang, Kabupaten Mitra, mengaku sempat menggendong istrinya yang terluka dan melihat penyerang saat insiden berlangsung. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sendiri tertembak di dada, meskipun tidak mengalami luka serius. Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025, saat ia dan istri sedang berada di lokasi pertambangan.

Menurut Yamin, sebelum kejadian, ia sudah mendapatkan ancaman. “Ada yang katakan nanti ada kado,” ujarnya. Saat itu, sekelompok orang datang menyerang tempat mereka. Melihat tembakan deras, Yamin mencoba untuk keluar dan mengangkat tangan dengan harapan bisa membantu istrinya yang sedang dalam bahaya.

Namun, tembakan terus berdatangan. Dalam kepanikannya, ia mendengar suara rekannya yang menyebutkan bahwa dirinya terkena tembakan dan akhirnya meninggal. Sementara itu, Yamin baru sadar bahwa istrinya juga tertembak setelah ia sibuk mengurus rekan yang terluka.

Kondisi Istri Yamin

Anisa Mamonto, istrinya, mengalami dua luka tembak, yaitu di kaki dan dagu. Luka di dagu tergolong parah, sehingga ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandou di Manado. Nuraini, adik ipar Anisa, mengungkapkan bahwa operasi sedang menunggu waktu dan berharap proses tersebut berjalan lancar.

“Rencananya Anisa akan dioperasi sore ini, tapi ini belum juga dimulai,” kata Nuraini. Ia juga mengungkapkan bahwa Anisa sudah menambang selama sekitar empat tahun dan awalnya bekerja sebagai penjual kue di pasar. Meski begitu, ia memilih menjadi penambang untuk mengubah hidupnya.

Selain Anisa, anggota keluarga Nuraini lainnya juga menjadi korban. Kakaknya, Mawandi Lakamunte, terkena tembakan, tetapi untungnya tidak mengalami cedera serius.

Identitas Korban

Dalam kejadian ini, tiga orang meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketiga korban adalah Safrudin Makalalag, Mawandi Lakamunte, dan Fathan Kalipe. Ketiganya merupakan kerabat Yamin dan Anisa.

Kasat Reskrim Polres Mitra, AKP Lutfi Arinugraha Pratama, membenarkan identitas ketiga korban dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Pelakunya masih kami kejar,” ujarnya.

Situasi Terkini

Bentrok antar warga terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tidak Berizin (PETI) Bronjong, Ratatotok, Kabupaten Mitra, pada Sabtu (20/12/2025). Dalam bentrok tersebut, tiga orang penambang tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis.

Kepolisian Sulawesi Utara langsung merespons dengan menurunkan personel dari Polres Mitra maupun Polda Sulut ke lokasi kejadian. Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono juga turun ke lokasi.

“Pasca kejadian, personel langsung diturunkan untuk mengamankan situasi. Sejak Sabtu (20/12/2025), personel gabungan dari Brimob, Samapta, Reskrim, Dokkes, Labfor dan Polres Mitra sudah bersiaga di lokasi dan saat kondisi telah aman dan terkendali,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan.

Alamsyah menjelaskan bahwa kepolisian sedang melakukan investigasi mendalam terkait peristiwa ini. “Tim sedang melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga mengetahui peristiwa yang terjadi, yang menyebabkan korban jiwa ini,” tuturnya.

Kabid Humas juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, sambil menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian. “Kami mengimbau kepada warga masyarakat agar menyerahkan kasus ini kepada Kepolisian dan Kepolisian akan mengusut tuntas para pelaku.”

Kesimpulan

Peristiwa penembakan di pertambangan emas tanpa izin di Kebun Raya Ratatotok, Mitra, menimbulkan rasa duka yang mendalam bagi keluarga korban. Yamin dan keluarga lainnya berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan diadili sesuai hukum. Kepolisian Sulawesi Utara juga menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan penyelidikan untuk menemukan kebenaran dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.




Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *