My WordPress Blog

Pdt Adolf Wenas Gantikan Hein Arina sebagai Ketua Sinode GMIM

Profil Pdt Adolf Wenas, Ketua Sinode GMIM yang Baru

Pdt Adolf Wenas adalah sosok yang kini menjadi Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Ia terpilih melalui Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-38 di Bukit Inspirasi, Tomohon, pada Rabu 17 Desember 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM dan kini resmi menggantikan Pdt Hein Arina.

Sebagai Ketua Sinode GMIM, Pdt Adolf Wenas memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin gereja yang merupakan persekutuan orang-orang Minahasa dan suku lain serta ras lain, yang ada di tanah Minahasa maupun di luar tanah Minahasa. GMIM percaya kepada Yesus Kristus untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Tuhan Allah dan menjadi berkat bagi orang banyak di manapun dan kapanpun.

Dalam Tata Gereja 2021, GMIM merumuskan panggilannya dalam tiga bentuk yakni terpanggil untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani; terpanggil untuk melengkapi anggota-anggotanya; dan terpanggil untuk mengelola segenap anugerah dan karunia Tuhan Allah dalam segala bentuk. Panggilan ini berasal dari pola pelayanan dan pemerintahan Kristus, serta penyelenggaraannya berada di aras Jemaat, Wilayah, dan Sinode, baik di tanah Minahasa maupun di luar tanah Minahasa.

Pdt Adolf Wenas sebelumnya memegang jabatan di struktur BPMS GMIM sebagai Wakil Ketua Bidang Misi dan Hubungan Kerja Sama. Ia kemudian dipilih untuk mengisi jabatan Ketua BPMS GMIM 2022-2027. Pemilihan ini berlangsung dalam sidang SMST ke-38 yang menjadi sejarah baru di GMIM.

Pemilihan Ketua Sinode GMIM dilakukan dengan sistem voting tertutup satu peserta satu suara. Pdt Adolf Wenas meraih 143 suara, lebih banyak dari calon lainnya seperti Pdt Djefry Saisab yang meraih 129 suara, Pdt Richard Mengko yang meraih 7 suara, dan Pdt Christian Luwuk yang meraih 1 suara. Dua suara dinyatakan rusak.

Proses pemilihan berlangsung lancar, namun perhitungan suara sangat dramatis. Suara Pdt Adolf dan Pdt Djefry saling mengikuti dalam perhitungan. Jika Pdt Adolf hanya meraih 142 suara, pemilihan akan berlangsung dua putaran karena harus memenuhi ketentuan mayoritas suara setengah tambah satu peserta sidang.

Usai perhitungan suara, Adolf Wenas langsung dimintai menyampaikan kesiapan dirinya memimpin GMIM hingga Maret 2027. Ia pun menyatakan bersedia.

Daftar Calon dan Proses Pemilihan

Sesuai Tata Gereja GMIM 2021, pemilihan untuk mengisi lowong jabatan Ketua BPMS ini dipilih peserta sidang. Calonnya, yakni unsur pendeta di BPMS yang menjabat. Para nomine itu antara lain:

  • Pdt Dr Evert AA Tangel MPdK
  • Pdt Joice CW Sondakh MTh
  • Pdt Janny Ch Rende MTh
  • Pdt Adolf K Wenas MTh
  • Pdt Christian Luwuk MTh
  • Pdt Richard JH Mengko MTeol
  • Pdt Djefry E Saisab STh

Namun, sebelum pemilihan, tiga nomine menyatakan diri tidak bersedia dipilih. Tiga pendeta tersebut adalah Pdt Evert Tangel yang notabene Sekretaris Umum BPMS saat ini; Pdt Janny Rende dan Pdt Joice Sondakh.

Pimpinan sidang pun menetapkan empat calon, yakni Pdt Adolf Wenas; Pdt Christian Luwuk; Pdt Richard Mengko dan Pdt Djefry Saisab. Pemilihan berlangsung dalam sistem voting tertutup satu peserta satu suara.

Profil Singkat Pdt Adolf Wenas

Biodata

Nama: Adolf Katuuk Wenas

Tanggal Lahir: 19 November 1971

Nama Istri: Meiny Nelwan

Nama Anak:

1. Willy Wenas

2. Wulan Wenas

Pendidikan

SMA: SMA Negeri 1 Bitung

Universitas: UKIT Tomohon (Magister dan Doktor Teologi)

Sebelumnya, Pdt Adolf Wenas ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM melalui rapat BPMS pada Senin 27 Oktober 2025. Tugasnya adalah melaksanakan pelayanan di Sinode, termasuk mempersiapkan pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST).

Permintaan Maaf dan Harapan Pdt Adolf Wenas

Juru bicara Pjs Ketua BPMS GMIM, Pnt Franky Mocodompis, menyampaikan pesan dan harapan Pdt Adolf Katuuk Wenas. Pertama, polemik kepemimpinan BPMS merupakan peristiwa yang tidak patut terjadi di gereja kita. Meski Keputusan BPMS merupakan salah satu urutan keputusan yang diatur dalam TG GMIM Tahun 2021, kondisi ini merugikan GMIM secara kelembagaan dan merosotnya kepercayaan publik dan jemaat terhadap BPMS.

“Oleh karena itu, Pjs Ketua BPMS Pdt Dr. Adolf Katuuk Wenas, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota jemaat dan pelayan khusus GMIM,” kata Mocodompis.

Kedua, Pjs Ketua BPMS GMIM menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sangat tinggi kepada Penatua dan Diaken di kolom-kolom, Unit Pelayanan Kategorial BIPRA, Unit Pelayanan Doa, Badan Pekerja Majelis Jemaat, seluruh Pelayan Khusus di Jemaat. Saat BPMS sebagai pelaksana SMS berpolemik, seluruh aktivitas pelayanan di kolom dan di jemaat, berjalan normal seperti biasa. Ini tentu sangat membanggakan karena anggota jemaat kita telah dewasa imannya.

BPMS mengajak semua jemaat GMIM secara masif mendoakan pelaksanaan SMST tersebut mulai dari Ibadah Kolom, BIPRA di kolom, Ibadah Jemaat, Ibadah BIPRA Jemaat, hingga di kegiatan-kegiatan aras wilayah dan sinode.

Peran Gereja dalam Pembangunan Daerah

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) hadir dalam Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-38 GMIM tahun 2025 yang digelar di Gedung GMIM Inspirasi, Tomohon, Selasa (16/12/2025). Ia didampingi Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie serta Ketua Komisi I DPRD Sulut Bryan Waworuntu.

Dalam sambutannya, Gubernur YSK menekankan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial yang cepat, dinamika ekonomi global, perkembangan teknologi, hingga persoalan kemanusiaan serta tantangan moral dan spiritual yang kian nyata.

Ia menegaskan bahwa GMIM memiliki peran strategis untuk terus hadir sebagai garam dan terang bagi kehidupan masyarakat Sulawesi Utara. “GMIM harus terus mendampingi umat dalam memperkuat iman, membangun karakter, menjaga kebersamaan, toleransi, dan kasih, serta berkontribusi nyata dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di bumi Nyiur Melambai,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi atas kontribusi GMIM yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai bidang, seperti pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga penguatan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai.

Menurutnya, pelaksanaan SMST ke-38 GMIM menjadi momentum penting untuk menilai secara jujur capaian pelayanan gereja, sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan dan penguatan pelayanan ke depan agar semakin relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat.

Gubernur YSK berharap sidang ini menghasilkan keputusan yang bijaksana, program pelayanan yang kontekstual, serta arah pelayanan yang mampu memperkuat iman jemaat dan memberi dampak positif bagi pembangunan daerah.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *