Penipuan oleh Wedding Organizer Ayu Puspita
Kasus dugaan penipuan oleh Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita kini menjadi sorotan publik. Ratusan calon pengantin mengaku tertipu setelah menggunakan jasa WO tersebut, dengan data sementara menunjukkan sebanyak 230 pasangan menjadi korban dan total kerugian mencapai Rp16 miliar.
Resepsi Tanpa Makanan
Salah satu cerita yang viral di media sosial adalah kasus resepsi pernikahan yang berlangsung tanpa makanan. Nana, salah satu korban, menceritakan bagaimana acara pernikahan sepupunya berantakan karena vendor tidak hadir. Acara dimulai normal, namun saat resepsi dimulai, tidak ada hidangan yang tersaji untuk tamu undangan.
“Acara sudah mulai katering nggak ada sama sekali,” ujar Nana saat dikonfirmasi. Keluarga pengantin sempat menghubungi pihak katering, tetapi respons yang diterima tidak jelas. Akhirnya, keluarga mengambil langkah darurat dengan memesan makanan melalui aplikasi pesan antar. Namun, jumlah makanan yang datang tidak cukup untuk tamu undangan yang banyak.
Situasi itu membuat suasana acara berubah tegang. Kedua mempelai yang seharusnya berbahagia justru menangis di pelaminan lantaran masalah tersebut. Bahkan, orang tua mempelai pria sampai lemas mendapati pernikahan putranya berubah menjadi kacau.
Pesan Katering 1.000 Porsi Ternyata Hanya 20 Porsi
Korban lain bernama Akmal juga mengeluhkan pengalaman buruknya dengan WO Ayu Puspita. Ia memesan katering 1.000 porsi makan dari WO tersebut untuk acara pernikahannya. Akan tetapi, yang datang hanya 20 porsi makanan.
Akmal dan istri masih berpikir positif, mereka menduga pengantar katering terlambat atau mengalami hambatan di perjalanan. Namun, ketika hanya 20 porsi yang datang diantarkan oleh jasa kirim, mereka tak terima dan langsung menolaknya. Lebih lagi, makanan itu datang sudah sangat terlambat.
“Ternyata yang datang itu cuma driver Lalamove-nya, enggak ada orang WO-nya. Dan cuma ada 20 porsi doang. Jadi enggak full, kami enggak ambil serah terimanya,” terang dia.
Akmal kemudian berusaha menghubungi pihak WO, tetapi tak ada jawaban yang diberikan. Dari 16 tempat makanan atau food stall, hanya lima yang menghidangkan makanan. Bahkan, sushi yang seharusnya dipasok dari brand ternama digantikan menjadi sushi dari brand berbeda level.
“Buat makanannya itu kan ada beberapa yang dari luar (WO), itu sudah datang dari awal. Sedangkan yang dari WO itu masih kami tungguin waktu itu,” ujar dia.
Rumah Ayu Puspita Digeruduk Warga
Buntut dari kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ayu Puspita, rumahnya digeruduk warga yang merasa kecewa. Rumah Ayu Puspita yang berada di kawasan Cipayung, Jakarta Timur tampak didatangi para korban yang rata-rata adalah pengantin baru, Minggu (7/12/2025).
Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya puluhan orang yang menggeruduk rumah pemilik WO Ayu Puspita. “Ada juga korban yang melapor ke Polda Metro Jaya,” kata Ipdtu Edy Handoko, Senin (8/12/2025).
Edy menuturkan, korban yang merasa ditipu oleh terduga pelaku berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Bekasi hingga Bogor, Jawa Barat. Para korban rata-rata sudah membayar penuh biaya, namun ada juga yang baru memberikan uang tanda jadi.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, polisi ikut mendampingi masyarakat yang mengadu dan mendatangi rumah Ayu Puspita. Di rumah itu berkumpul lebih dari 200 orang untuk meminta pertanggungjawaban kepada Ayu Puspita.
“Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban pihak wedding organizer,” kata Alfian, Senin. Polisi juga membantu melakukan mediasi agar tak ada aksi main hakim sendiri. Menurutnya, upaya ini dilakukan guna meredam emosi massa serta mencegah terjadinya tindakan anarkis atau merusak rumah Ayu Puspita.
“Setelah keadaan dikendalikan, terduga pelaku diamankan dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara,” ucap Alfian saat dikonfirmasi di Cipayung, Jakarta Timur, Senin. Alfian menambahkan, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara. “Ditangani Polres Jakarta Utara. Untuk di Polres Metro Jakarta Timur tidak ada korban yang melapor,” tambahnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











