Penangkapan Bupati Lampung Tengah oleh KPK
Pada hari Selasa (9/12/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Lampung. Dalam operasi tersebut, lembaga antirasuah mengamankan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, bersama empat orang lain yang hingga kini identitasnya belum dibuka ke publik. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Ardito menjabat sebagai bupati.
Ardito Wijaya ditangkap saat sedang berada di rumah dan tidak melarikan diri. Ia tampak tenang saat digelandang petugas KPK dan aparat kepolisian. Setelah diamankan, ia segera dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik KPK menjemputnya di Lampung, kemudian membawanya ke Gedung Merah Putih KPK, tempat ia kini sedang diperiksa intensif.
Ardito tiba di Gedung KPK pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 20.17 WIB, menandai dimulainya rangkaian penyidikan terhadap dugaan keterlibatannya dalam kasus yang tengah diusut KPK. Saat tiba di gedung KPK, Ardito tampak membawa koper biru. Ia melangkah menyeret kopernya dikawal petugas KPK dan aparat kepolisian menuju gedung KPK. Tampak ia mengenakan kemeja hitam dibalut jaket bermotif loreng biru, celana bahan hitam, serta topi putih. Di tangan kirinya ia terlihat memegang pouch.
Profil Bupati Lampung Tengah
Ardito Wijaya lahir di Lampung Tengah pada 23 Januari 1980. Sebagai seorang dokter dan politikus, ia menjabat menjadi Bupati Lampung Tengah sejak 20 Februari 2025. Hingga penangkapan ini, masa jabatannya baru mencapai sekitar 9 bulan. Ayah Ardito merupakan mantan Bupati Lampung Tengah dan mantan Wali Kota Metro, sehingga ia mewarisi darah politik dari keluarganya.
Ia mengenyam pendidikan SD hingga SMA di Lampung Tengah. Setelah itu, ia merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti hingga akhirnya menyandang gelar dokter pada 2008. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, ia bergelut di dunia kesehatan dengan menjadi dokter muda di beberapa Puskesmas seperti Puskesmas Seputih Surabaya pada 2010 dan Puskesmas Rumbia pada 2011.
Pada 2014, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dari tahun 2014 hingga 2016. Setelah bergelut di bidang kesehatan, ia pun terjun ke dunia politik dengan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ardito maju mencalonkan diri menjadi calon Wakil Bupati Lampung Tengah pada Pilkada 2020. Berpasangan dengan Musa Ahmad, ia terpilih menjadi Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2021-2025. Sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Bupati, Ardito kembali mengikuti Pilkada Lampung Tengah pada 2024. Ia mencalonkan diri menjadi Bupati Lampung Tengah berpasangan dengan I Komang Koheri hingga akhirnya terpilih dan menjadi Bupati Lampung Tengah.
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia
Sebelum penangkapan, Ardito Wijaya sempat menghadiri acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Nuwo Balak Gunungsugih, komplek rumah dinas Bupati Lampung Selatan pada Selasa (9/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, ia memberikan wejangan agar semua pelayanan dimulai dengan kerja ikhlas, jujur, dan penuh tanggung jawab. “Tentunya, sesuatu yang baik harus dimulai dengan keikhlasan dan kejujuran dalam berkerja. Sehingga, pelayanan akan terlaksana secara maksimal,” ujar Ardito Wijaya.
Namun, tak lama setelah acara tersebut berhembus kabar bila Ardito Wijaya diamankan KPK. Hingga akhirnya kabar tersebut pun dikonfirmasi KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan OTT bermula dari permintaan keterangan di Jakarta dan Lampung pada Selasa (9/12/2025). Kemudian hasil dari pengembangan keterangan dilakukan tindakan tangkap tangan pada Rabu (10/12/2025).
“Tim mengamankan sejumlah 5 orang di wilayah Lampung, untuk kemudian dibawa ke Jakarta,” kata Budi di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Budi menegaskan bahwa informasi rinci mengenai kronologi dan konstruksi perkara baru akan disampaikan secara resmi kepada publik esok hari. “Kronologi dan konstruksi perkara secara lengkap akan kami sampaikan dalam konferensi pers, besok pada Kamis (11/12),” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi berupa suap proyek. 
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











