Peran Zulkifli Hasan dalam Bantuan Bencana dan Respons Publik
Sosok Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, kembali menjadi sorotan setelah video yang menampilkan dirinya memanggul karung beras saat mengunjungi korban banjir di Sumatera viral di media sosial. Aksi ini mendapat berbagai reaksi dari masyarakat, baik dukungan maupun kritik.
Video tersebut menunjukkan Zulhas berjalan sambil membawa karung beras, meskipun terlihat para ajudannya tidak membantu. Banyak warganet menilai tindakannya hanya sebagai upaya mencari simpati atau pencitraan. Namun, Zulhas memberikan penjelasan tentang motivasinya.
Kepercayaan dan Kebiasaan yang Terbentuk Sejak Kecil
Dalam sebuah acara BIG Conference 2025 di Jakarta Selatan, Zulhas menjelaskan bahwa aksinya memanggul beras berasal dari kebiasaan yang diajarkan oleh ibunya sejak kecil. Ia menyampaikan bahwa ibunya selalu memerintahkan untuk memberikan bantuan kepada sesama, baik dalam kondisi senang maupun susah.
“Jadi saya diperintah ibu saya almarhum, tiap hari itu harus memberikan bantuan,” katanya. Ia juga menekankan bahwa kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak usia enam tahun dan terus dipertahankan hingga sekarang.
Zulhas mengatakan bahwa ia selalu membawa beras ukuran lima kilogram untuk dibagikan kepada masyarakat. Dalam kunjungan ke daerah, ia sering membagikan beras kepada korban bencana atau warga yang membutuhkan. Ia juga menyediakan uang di dalam tasnya, dan setiap pulang dari kunjungan, tasnya selalu kosong karena uangnya telah dibagikan.
Reaksi Publik dan Pengakuan Zulhas
Meski banyak yang menghujat, Zulhas tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia bahkan bercerita bahwa ia pernah dicandai oleh orang-orang saat sedang berolahraga. Beberapa ibu-ibu bertanya mengapa ia tidak memanggul beras, dan Zulhas menjawab bahwa ia sedang olahraga karena lelah menggotong beras.
Ia meminta masyarakat untuk tidak larut dalam emosi dan lebih fokus pada bantuan bagi korban banjir bandang di Sumatera. “Mau ngatain saya enggak ada masalah, enggak apa-apa. Saya maafkan, tapi bantulah saudara-saudara kita yang ada di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” ujarnya.
Kunjungan ke Lokasi Bencana
Sebelumnya, Zulhas melakukan kunjungan ke lokasi bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumbar pada 30 November 2025. Ia mengabadikan momen tersebut dengan mengunggah video di akun Instagram pribadinya. Dalam captionnya, Zulhas menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi korban bencana tersebut.
“Di tengah genangan yang menelan jejak kehidupan, kita kembali diingatkan betapa rapuhnya segalanya. Di Padang, air bah bukan hanya merusak rumah tapi juga merenggut tawa, kenangan, dan rasa aman,” tulisnya. Ia juga mendoakan agar kondisi para korban dapat segera pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Tindakan Nyata Saat Berkunjung
Dalam video tersebut, Zulhas tampak mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan sepatu bot sembari memanggul karung beras. Ia turut menyapa korban terdampak banjir dan tanah longsor. Ia juga menenangkan salah satu korban yang rumahnya telah rata dengan tanah akibat terjangan banjir bandang.
“Ibu rumahnya di mana?” tanya Zulhas. “Ini, Pak, rumah kami, Pak. Hanyut ini, Pak,” jawab salah satu korban. Setelah itu, Zulhas langsung memasuki salah satu rumah yang terdampak dan membersihkan lumpur menggunakan cangkul. “Boleh, Pak, bantu Ibu bersih-bersih,” ujar Zulhas.
Ia juga menemui seorang wanita yang berprofesi sebagai penjahit dan berjanji akan mengganti mesin jahitnya yang hanyut diterjang banjir dan longsor. “Nanti saya pribadi bantu modal usaha, ya. Biar semangat lagi ya, Bu,” kata Zulhas.
Tanggapan dari Partai Amanat Nasional (PAN)
PAN merespons video Zulhas yang viral. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menanggapi tudingan bahwa Zulhas hanya melakukan pencitraan. Menurutnya, Zulhas tidak sedang melakukan pencitraan, melainkan tindakan nyata yang dilakukan karena rasa empati dan kepedulian.
“Bang Zul mengangkut karung atau membantu membersihkan rumah dari lumpur bukanlah untuk pencitraan. Tapi itulah Bang Zul yang mudah tersentuh hatinya jika melihat penderitaan dan selalu berempati buta,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa Zulhas memiliki sifat suka menolong orang sejak lama.
Viva mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran dari masyarakat, tetapi menegaskan bahwa Zulhas akan tetap bekerja serius demi kemajuan bangsa dan negara. “Bang Zul akan tetap bekerja serius untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara, berapapun nilai yang diberikan oleh masyarakat,” tegasnya.
Kesimpulan
Aksi Zulhas memanggul beras saat mengunjungi korban bencana di Sumatera menjadi perdebatan publik. Meski ada yang menganggapnya sebagai pencitraan, Zulhas menegaskan bahwa tindakannya berasal dari kebiasaan dan kepedulian yang telah ia lakukan sejak kecil. Partai Amanat Nasional pun mendukung langkah Zulhas dan menilai bahwa tindakannya adalah bentuk kepedulian yang tulus.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











