Perbandingan Koleksi Trofi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
Pertarungan antara dua legenda sepak bola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, kembali memanas setelah Messi berhasil membawa Inter Miami meraih gelar MLS 2025. Kemenangan ini memberikan tambahan trofi yang signifikan bagi Messi, membuatnya semakin unggul dalam perbandingan jumlah trofi sepanjang karier.
Messi berhasil mengantarkan Inter Miami menjadi juara MLS 2025 setelah mengalahkan Vancouver Whitecaps dengan skor 3-1 di laga final. Meski tidak mencetak gol, ia turut memberikan dua assist penting kepada Rodrigo de Paul dan Tadeo Allende. Sementara itu, satu-satunya gol Inter Miami berasal dari gol bunuh diri Edier Ocampo, sedangkan Vancouver mencetak gol melalui Ali Ahmed.
Dengan kemenangan ini, Messi kini memiliki total 48 trofi sepanjang karier, termasuk tiga gelar resmi bersama Inter Miami dan satu trofi juara Eastern Conference 2025 yang tidak dihitung secara resmi. Gelar MLS 2025 ini menambah daftar trofi yang telah ia raih di berbagai kompetisi dunia, mulai dari Eropa hingga Amerika.
Koleksi Trofi Terbaru Messi vs Ronaldo
Setelah menambah gelar MLS 2025, Messi kini memiliki 48 trofi sepanjang karier, sementara Ronaldo hanya memiliki 36 trofi. Dengan tambahan gelar domestik di Amerika Serikat, Messi kini lebih unggul dalam hal jumlah trofi, terutama di level klub.
Gelar MLS bukan sekadar pelengkap bagi Messi. Ini menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi di berbagai kompetisi papan atas, baik di Eropa maupun Amerika. Selain itu, keberhasilan ini memperkaya lemari trofi Messi di level klub di luar Barcelona dan PSG.
Bagi Messi, MLS 2025 juga memperpanjang daftar liga yang pernah ia taklukkan, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pemain yang konsisten menghadirkan gelar di mana pun ia bermain. Inter Miami mulai meraih gelar setelah era Messi, dengan gelar MLS Cup 2025 menjadi yang keempat sejak klub tersebut berdiri pada 2018.
Pencapaian Ronaldo Tetap Luar Biasa
Meskipun Ronaldo belum mampu mempersembahkan trofi resmi untuk Al Nassr, pencapaian karier yang ia raih tetap luar biasa. Ia telah mengoleksi 36 trofi sepanjang karier profesionalnya, termasuk lima trofi Liga Champions, yang merupakan rekor yang sangat sulit dicapai oleh pemain lain.
Di level individu, Ronaldo juga tercatat sebagai top skor sepanjang masa Liga Champions. Namun, sejak hijrah ke Arab Saudi, ia belum berhasil memenangkan trofi resmi bersama Al Nassr. Meskipun Al Nassr pernah menjuarai Arab Club Champions Cup 2023, turnamen tersebut tidak digolongkan sebagai kompetisi resmi oleh otoritas sepak bola internasional.
Meski dalam perbandingan trofi ia tertinggal dari Messi, Ronaldo masih unggul dalam beberapa rekor individu prestisius. Hingga saat ini, ia telah mencetak 954 gol sepanjang kariernya, dengan 140 gol di Liga Champions, mengungguli Messi yang mencatat 896 gol dengan 129 gol di UCL.
Siapa Lebih Unggul?
Jika dilihat dari jumlah trofi, Messi kini memimpin setelah tambahan MLS 2025. Namun, perdebatan tentang siapa yang lebih unggul tetap bergantung pada sudut pandang. Ada yang menilai trofi tim lebih penting, ada pula yang menilai konsistensi individu sebagai faktor utama.
Satu hal yang pasti, gelar MLS 2025 membuat posisi Messi semakin kuat dalam perdebatan abadi ini.
Daftar 48 Trofi Lionel Messi
- 10 kali juara La Liga (Barcelona)
- 8 kali juara Supercopa de Espana (Barcelona)
- 7 kali juara Copa del Rey (Barcelona)
- 4 kali juara Champions League (Barcelona)
- 3 kali juara UEFA Super Cup (Barcelona)
- 3 kali Piala Dunia Antarklub (Barcelona)
- 2 kali Ligue 1 (PSG)
- 2 kali Copa America (Argentina)
- 1 kali Piala Dunia (Argentina)
- 1 kali juara Finalissima (Argentina)
- 1 kali juara Olimpiade (Argentina U23)
- 1 kali juara Piala Dunia U20 (Argentina U20)
- 1 kali juara Trophee des Champions (PSG)
- 1 kali juara Leagues Cup (Inter Miami)
- 1 kali juara MLS Supporters’ Shield (Inter Miami)
- 1 kali juara Eastern Conference (Inter Miami) – tidak resmi
- 1 kali juara MLS Cup (Inter Miami)
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."










