Bencana Angin Kencang dan Hujan Deras Melanda Bandung
Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peristiwa ini melibatkan angin kencang dan hujan deras yang mengakibatkan beberapa permukiman warga ambruk serta dua mobil hanyut di anak Sungai Citarum.
Peristiwa yang Terjadi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat bahwa bencana luapan anak Sungai Citarum terjadi pada Senin (1/12/25). Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudi, menjelaskan bahwa sejumlah perumahan warga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Di Kampung Cihampelas RT 05 RW 13, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, satu rumah milik Maman dan Dede ambruk karena diterjang hujan dengan intensitas tinggi. Rumah tersebut sudah tua dan tidak mampu menahan tekanan cuaca ekstrem.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.15 WIB dini hari. Korban sementara dievakuasi ke rumah sanak saudaranya.
Di tempat lain, yaitu di Kampung Sukamandi RT 02 RW 11, Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk, dua rumah milik Dadang dan Hengki mengalami kerusakan di bagian atap akibat tersapu angin kencang. Peristiwa ini terjadi pada pukul 15.30 WIB Senin kemarin.
Kedua keluarga tersebut langsung dievakuasi sementara ke rumah saudara dan tetangga. Sampai saat ini, warga dan petugas masih berupaya membersihkan material akibat angin kencang.
Kerusakan Lainnya
Selain itu, di Kampung Sukamanah RT 005 RW 003, Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, satu rumah milik Cece rusak di bagian atap. Angin kencang juga menyebabkan dua pohon tumbang di Kampung Cibogo RT 02 RW 08, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang. Peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 15.50 WIB saat hujan deras melanda wilayah tersebut.
Pohon yang tumbang menimpa rumah milik Bapak Lili, yang di dalamnya terdapat lima jiwa. Menurut Wahyudi, rumah yang terdampak masih bisa ditinggali karena petugas bersama warga langsung membersihkan lokasi.
“Alhamdulillah, area rumahnya masih bisa ditinggali, hanya saja kemarin sempat terkena material pohon, tetapi sudah dibersihkan jadi enggak perlu evakuasi,” kata dia.
Kerusakan pada Bangunan
Di Kampung Batu Kasur, RT 01 RW 19, Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, dinding rumah warga di sekitar lokasi roboh. Dinding ruang tamu rumah milik Saripudin ambruk. Warga yang berada di sekitar lokasi sudah diminta untuk menjauh karena khawatir ada yang roboh kembali.
“Khawatir ada yang roboh kembali, jadi sudah ditangani dan warga diminta enggak ke lokasi. Kalau yang di situ juga enggak dievakuasi,” terangnya.
Mobil Hanyut di Anak Sungai Citarum
Terakhir, sebuah benteng rumah setinggi tiga meter di Gang Haji Ibrahim, Kampung Cicukang RT 01 RW 01, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, jebol akibat luapan anak Sungai Citarum.
Tak hanya itu, luapan anak Sungai Citarum tersebut menghanyutkan dua unit mobil milik warga dan juga tembok sebuah GOR Badminton. Hingga kini, kedua mobil tersebut masih belum dievakuasi. Pihaknya membutuhkan bantuan crane untuk mengevakuasi dua mobil yang hanyut.
“Kalau sekarang mobil tidak dapat diderek oleh mobil derek karena akses mobil susah masuk dan akses jalan gang,” ujarnya.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











