Kasus Dugaan Pembunuhan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat
Sebuah kasus dugaan pembunuhan sedang menjadi perhatian masyarakat dan pihak berwajib di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Awalnya, kejadian ini diketahui dari laporan seorang penggali kubur yang merasa curiga dengan aktivitas beberapa orang yang datang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih.
Penggali Kubur Curiga dengan Aktivitas Orang-orang
Hengky Baransano, seorang penggali kubur di TPU Pasir Putih, mengaku awalnya didatangi oleh seorang perempuan pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIT. Perempuan tersebut menggunakan mobil Maxim dan meminta bantuan untuk mencari penggali liang kubur. Ia mengaku tidak memiliki uang cukup untuk biaya penggalian liang kubur.
Menurut Hengky, harga normal untuk penggalian liang kubur adalah enam juta rupiah. Namun, perempuan itu hanya mampu membayar dua juta rupiah. Karena kasihan, Hengky dan rekan-rekannya membantu meskipun hanya menerima uang sebesar dua juta rupiah dan tambahan 250 ribu rupiah untuk ongkos makan.
Perempuan itu juga menyebut bahwa ia hendak memakamkan jenazah seorang nenek yang dikirim dari Sorong, Papua Barat Daya. Karena hujan deras, pemakaman ditunda hingga hari berikutnya, yaitu Sabtu pukul 06.00 WIT. Namun, pada dini hari Sabtu, perempuan itu kembali menelepon Hengky dan meminta agar pemakaman dilakukan lebih cepat dari jadwal semula.
Kejanggalan dalam Pemakaman
Saat tiba di lokasi TPU Pasir Putih, Hengky melihat rombongan yang datang menggunakan mobil Innova hitam. Jenazah dibawa tanpa peti atau keranda, hanya terbungkus kain yang tampak tidak rapi. Bau jenazah sangat menyengat, sehingga membuat Hengky dan kawan-kawannya merasa ada yang janggal.
Mereka juga merasa aneh karena ketiga orang yang membawa jenazah itu tiba-tiba meninggalkan liang kubur setelah mereka menyelesaikan penggalian. Perempuan itu hanya berkata, “tunggu saja, saya lagi usahakan cari peti.” Sementara Hengky dan kawan-kawannya hanya bertugas menggali liang, bukan mengurus pemakaman.
Penangkapan Polisi
Polresta Manokwari sedang mendalami kasus tersebut. Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara Samosir, mengatakan bahwa jenazah itu sudah berada di dalam sebuah kamar saat petugas pertama kali menerima laporan. Polisi langsung melakukan penyelidikan awal, termasuk memeriksa kondisi tubuh jenazah.
“Yang meninggal itu sudah di kamar. Kami visum dulu, berarti ini bukan penemuan mayat. Ada dugaan pembunuhan begitu,” ujar AKP Agung Gumara Samosir.
Polisi telah menahan sejumlah orang yang membawa jenazah itu, termasuk kendaraan yang digunakan untuk mengantar jenazah ke TPU Pasir Putih. Proses penyelidikan akan diperluas untuk memastikan peran setiap pihak yang terlibat, termasuk saksi tambahan. Polisi juga menunggu hasil visum resmi dari tim medis.
Masih Belum Diketahui Identitas Korban
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum mengungkap identitas korban maupun motif dugaan pembunuhan. Polresta Manokwari memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab dan pelaku dalam kasus tersebut.











