My WordPress Blog

Kisah Mistis Warga Bogor dan Mimpi Aneh Sebelum Temukan Kerangka Alvaro di Bawah Jembatan

Kisah Mistis di Balik Penemuan Jasad Alvaro

Di kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor, masyarakat setempat mengungkapkan pengalaman mistis yang terjadi sebelum jasad bocah korban penculikan dan pembunuhan ditemukan. Lokasi penemuan tersebut adalah Jembatan Cilalay, tempat di mana Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia enam tahun, dibuang oleh ayah tirinya yang kini telah meninggal dunia.

Alvaro hilang pada awal Maret 2025, dan setelah delapan bulan pencarian, jasadnya ditemukan hanya dalam bentuk kerangka di tumpukan sampah. Proses pencarian melibatkan anjing pelacak dan bantuan warga sekitar, termasuk Sunaryo, pria paruh baya yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sunaryo mengaku awalnya terkejut saat mengetahui bahwa jasad anak kecil tertimbun di tempat sampah. Ia tidak pernah mencurigai aktivitas apa pun di lokasi tersebut, karena masyarakat biasanya hanya membuang sampah lalu pergi. Namun, ia merasa ada hal aneh sejak sebelum pencarian dilakukan.

Ia mengatakan sering melihat bayangan anak kecil di sekitar lokasi, meskipun akhirnya ia menganggapnya sebagai ilusi. Puncak keanehannya terjadi ketika ia bermimpi tentang suara anak kecil yang meminta tolong, meski tidak melihat wujudnya.

“Sebelum pencarian ini mimpinya lain ‘mah dingin mah dingin, tolong saya’, kok aneh banget padahal saya gak punya anak kecil yang meninggal, suaranya anak kecil, cuma suara anak kecil doang dalam mimpi itu,” ujarnya.

Pihak kepolisian datang ke lokasi pada Jumat (21/11/2025) dan melakukan penyisiran di aliran sungai, tetapi tidak menemukan apa-apa. Kemudian, pada Minggu (23/11/2025), mereka berhasil menemukan jasad Alvaro dalam kondisi tidak utuh. Sunaryo menggambarkan kondisi jasad tersebut, yang dibungkus kresek dan tulang berceceran.

Lokasi penemuan jasad Alvaro terletak di bawah Jembatan Cilalay, wilayah Kecamatan Tenjo. Wilayah tersebut cukup sepi, terutama pada malam hari, dengan kondisi gelap gulita karena tidak adanya penerangan jalan umum. Sunaryo mengungkapkan rasa tak nyaman akibat keadaan tersebut, yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal untuk melakukan kejahatan.

  • Kejahatan seperti pencurian atau pemerasan sering terjadi di jalan tersebut.
  • Sunaryo menyebutkan bahwa kejadian begal cukup sering terjadi, membuatnya merasa resah.
  • Ia juga mengeluh tentang masalah penerangan di area tersebut, yang dinilai tidak memadai.

Dari pengalaman Sunaryo, masyarakat setempat mulai lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama di area yang sepi dan gelap. Pengalaman mistis yang dialami oleh Sunaryo juga memberi gambaran bagaimana kejadian tersebut memengaruhi psikologis warga sekitar.

Meskipun proses pencarian telah selesai, kisah Alvaro masih menjadi cerita yang menyeramkan bagi masyarakat di sekitar Jembatan Cilalay. Dari pengalaman Sunaryo hingga kondisi lokasi yang rawan, semua faktor ini membentuk sebuah narasi yang tidak mudah dilupakan.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *