Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menerima laporan mengenai pencapaian dua menteri yang berhasil memenuhi target pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, Presiden mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (20/11/2025) siang WIB.
Bahlil menyampaikan laporan tentang capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM serta realisasi lifting minyak mentah sebesar 600 ribu barel per hari. Ia menjelaskan bahwa PNBP sektor ESDM telah mencapai 85 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, realisasi lifting juga telah sesuai dengan target yang ditetapkan.
Selain itu, Bahlil juga memberikan informasi terkait rencana peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini diharapkan menjadi langkah besar dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa jika proyek ini resmi diresmikan, maka pada tahun 2026, Indonesia akan mampu mencapai swasembada dalam bidang energi solar dan avtur.
Pemanggilan Bahlil oleh Presiden merupakan bagian dari mekanisme pelaporan rutin kepada Presiden. Sebagai pembantu Presiden, setiap kali dipanggil, Bahlil harus siap melaporkan tugas-tugas yang menjadi indikator kinerja utama (KPI) atau instruksi-instruksi lain dari Presiden.
Setelah pertemuan dengan Bahlil, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka. Salah satu menteri yang hadir adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang menyampaikan perkembangan terkini mengenai ketahanan pangan nasional serta berbagai capaian dan strategi sektor pangan dan peternakan.
Amran menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada tanggal 31 Desember jam 12.00. Jika tidak ada hambatan, Indonesia akan mencapai swasembada dalam waktu 30 hingga 40 hari ke depan. Ini merupakan pencapaian lebih cepat dari target awal pemerintah yang diberikan selama empat tahun.
Menurut Amran, pencapaian ini merupakan hasil dari arahan langsung dan gagasan besar Presiden Prabowo sejak awal pemerintahan. Awalnya target swasembada beras diberikan dalam waktu empat tahun, namun berdasarkan pengembangan strategi, target tersebut berubah menjadi tiga tahun, kemudian satu tahun. Hal ini didukung oleh dukungan penuh dari segi regulasi dan pembiayaan.
Dalam ratas tersebut, Amran juga melaporkan rencana pembangunan ekosistem peternakan rakyat dari sisi hulu untuk menjaga stabilitas harga pakan, vaksin, dan obat-obatan. Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan usaha peternak di seluruh Indonesia.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penyiapan harga pokok penjualan (HPP) yang harus dijaga dengan baik. Harga penjualan dan HPP untuk peternakan serta telur akan diatur sehingga fluktuasi harga tidak terlalu besar. Selain itu, pemerintah juga akan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk pakan ternak.
Untuk mendukung rencana besar ini, pemerintah telah menyiapkan pembangunan pabrik pakan di 12 titik pada tahap pertama dan 18 titik pada tahap kedua, dengan total anggaran sebesar Rp 20 triliun. Seluruh infrastruktur tersebut akan diprioritaskan bagi peternak kecil.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











