Kemenangan Sempurna Inggris di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pada menit ke-82, saat tekanan dari tim tuan rumah mulai mereda, Marcus Rashford muncul dari sisi kiri lapangan dan mengirim umpan silang yang sempurna. Harry Kane meloncat paling tinggi dan melepaskan sundulan yang memasuki pojok kanan bawah gawang, menciptakan gol elegan yang memastikan kemenangan bagi Inggris. Gol ini juga mengunci rekor sempurna The Three Lions di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Laga berlangsung di Arena Kombëtare pada Senin 17 November 2025 dini hari WIB, sebagai matchday terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA. Tim asuhan Thomas Tuchel datang dengan dominasi penuh, membawa status tak terkalahkan sejak laga perdana. Albania membutuhkan angka untuk memantapkan posisi mereka di jalur play-off.
Setelah peluit akhir dibunyikan, dunia menyaksikan keanggunan sebuah tim yang tidak hanya menang, tetapi juga tampil sempurna. Dalam delapan laga, Inggris meraih delapan kemenangan, mencetak 22 gol, dan tidak kebobolan sama sekali. Mereka berjalan menuju Piala Dunia 2026 dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Tekanan demi Tekanan
Inggris memulai pertandingan dengan intensitas yang tinggi. Mereka menguasai 70% bola dan memaksa Albania bertahan dalam blok rendah. Jude Bellingham mencoba memecah kebuntuan dengan tusukan dari lini kedua, tetapi Strakosha tampil disiplin dan menjaga gawangnya dengan baik.
Serangan Inggris datang secara bertubi-tubi. Bowen dan Eze memainkan peran penting di sisi sayap, mencoba masuk lewat kombinasi cepat. Namun hingga menit ke-60, gol masih enggan hadir.
Thomas Tuchel melakukan rotasi pemain. Phil Foden dan Bukayo Saka masuk, sehingga ritme Inggris semakin agresif di area sepertiga akhir lapangan.
Kane Membuka Tirai Kemenangan
Kebuntuan terpecah pada menit ke-74. Dalam situasi sepak pojok, bola liar jatuh ke kaki Harry Kane. Striker Bayern Munich itu tidak membuang waktu dan melepaskan sepakan jarak dekat yang menggetarkan gawang Albania. Skor berubah menjadi 1-0.
Setelah gol pertama, Inggris semakin percaya diri. Albania mencoba membalas lewat skema transisi cepat, tetapi Jarrad Branthwaite dan John Stones sigap memotong alur serangan.
Dominasi Inggris terlihat mutlak—The Three Lions mengatur tempo, mematikan ruang, dan menjaga tekanan tetap stabil.
Gol Kedua Mengantarkan Rekor Sempurna
Puncaknya datang pada menit ke-82. Marcus Rashford, yang baru masuk, mengirim umpan silang matang dari sisi kiri. Kane berdiri di posisi sempurna dan melepas sundulan rendah yang tidak mampu dijangkau oleh Strakosha. Skor berubah menjadi 2-0, dan Inggris memastikan rekor sempurna.
Di menit-menit akhir, Albania mencoba mencuri satu gol hiburan lewat aksi Uzuni, namun Jordan Henderson tampil disiplin dan menjaga gawangnya tetap perawan.
Ketika laga berakhir, Inggris bukan hanya menang—mereka mengirim pesan keras ke dunia.
Susunan Pemain
Albania
Strakosha; Hysaj (Balliu 84′), Ismajli, Djimsiti, Aliji; Ramadani, Asllani, Bajrami (Broja 75′), Laci (Pajaziti 84′), Hoxha, Uzuni.
Inggris
Henderson; Quansah, Stones, Burn, O’Reilly; Bellingham (Rogers 84′), Rice (Foden 62′), Wharton (Anderson 75′); Bowen (Rashford 75′), Eze (Saka 62′), Kane.
Inggris tidak hanya lolos—mereka memperlihatkan standar baru: disiplin, pertahanan rapat, kualitas lini depan, dan keseimbangan yang semakin matang. Thomas Tuchel meracik generasi emas yang kini berjalan menuju panggung dunia tanpa menoleh ke belakang. Bagi Inggris, Piala Dunia 2026 bukan sekadar tujuan, tapi panggilan takdir.










