My WordPress Blog

Masa Depan Peter de Roo Belum Jelas, Ini 6 Pelatih yang Bisa Dipertimbangkan Manajemen Persis Solo

Pengumuman Pemecatan Pelatih Persis Solo

Pada akhir pekan lalu, terjadi perubahan besar dalam struktur pelatih Persis Solo. Pelatih asal Belanda, Peter de Roo, resmi dinonaktifkan selama satu bulan oleh manajemen klub. Keputusan ini diambil setelah tim mengalami hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Sebagai gantinya, Titan Wulung Suryata, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih, ditunjuk sebagai caretaker.

Keputusan ini dilakukan setelah Persis Solo gagal meraih kemenangan dalam 9 laga terakhir mereka di Super League 2025/2026. Performa tim yang tidak stabil memicu penilaian dari pihak manajemen, sehingga memutuskan untuk melakukan evaluasi menyeluruh selama jeda internasional dua pekan.

Penjelasan dari Media Officer

Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, memberikan penjelasan mengenai keputusan ini. Ia menyatakan bahwa manajemen klub memutuskan untuk menonaktifkan Peter de Roo sementara waktu. “Intinya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan tim untuk membuat keputusan. Untuk saat ini, Peter de Roo tidak mendampingi tim, dan coach Titan akan mendampingi tim secara regulasi selama satu bulan ke depan,” ujar Bryan.

Ia juga menegaskan bahwa status resmi dari Peter de Roo masih dalam proses diskusi. “Nanti akan kita update setelah beberapa hal didiskusikan terlebih dahulu,” tambahnya.

Evaluasi Menyeluruh Selama Jeda Internasional

Bryan menjelaskan bahwa jeda FIFA Match Day akan digunakan oleh manajemen untuk melakukan evaluasi total terhadap performa tim dan struktur internal Persis Solo. “Jeda internasional ini akan difokuskan untuk membenahi internal tim. Evaluasi menyeluruh pasti dilakukan, termasuk pertimbangan beberapa kemungkinan untuk mengisi kursi pelatih,” katanya.

Kondisi ini tidak lepas dari rentetan hasil buruk Persis Solo dalam 11 laga awal Super League 2025/2026. Tim hanya mampu meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama, sedangkan 9 pertandingan berikutnya berakhir dengan kekalahan atau hasil imbang.

Kandidat Pelatih Baru

Rumor tentang calon pelatih baru Persis Solo mulai berembus. Beberapa nama berpengalaman disebut-sebut masuk daftar, antara lain:

  • Kim Do-hoon (Korea Selatan)

    Mantan pelatih Ulsan Hyundai dan Lion City Sailors ini berstatus bebas kontrak. Ia dikenal disiplin dan pernah bekerja sama dengan Shin Tae-yong di Timnas Korea Selatan U-20.

  • Robert Rene Alberts (Belanda)

    Eks pelatih Persib Bandung dan Arema FC ini memiliki pengalaman panjang di Asia. Saat ini ia belum terikat kontrak dengan klub mana pun, membuka peluang bagi Persis untuk melakukan pendekatan.

  • Bernardo Tavares (Portugal)

    Pelatih yang membawa PSM Makassar juara Liga 1 2022/2023 ini baru saja mundur dari jabatannya pada Oktober 2025. Ia dikenal tegas, disiplin, dan mampu memaksimalkan potensi pemain lokal.

  • Joel Cornelli (Brasil)

    Mantan pelatih Arema FC ini kini menangani tim sepak bola wanita, namun tetap dianggap kandidat potensial berkat catatan positifnya di Indonesia.

  • Thomas Doll (Jerman)

    Eks pelatih Persija Jakarta dan Borussia Dortmund ini juga tengah menganggur setelah dilepas pada 2024. Namun, gaji tinggi dan kecenderungannya mendatangkan pemain Eropa bisa jadi kendala bagi Persis.

Selain itu, muncul nama Sergio Farias (Brasil), mantan pelatih Persija yang kini tanpa klub setelah berpisah dengan tim Kuwait. Dengan pengalaman di Asia dan Amerika Selatan, Farias dinilai bisa menjadi opsi realistis bagi manajemen Laskar Sambernyawa.

Masa Depan Persis Solo

Belum ada keputusan final terkait siapa yang akan menahkodai Persis Solo ke depan. Namun, tekanan dari suporter dan performa tim yang terus menurun membuat manajemen diyakini akan segera bertindak cepat.

Bagi Persis Solo, masa jeda internasional ini menjadi momen krusial untuk membenahi arah permainan, memperbaiki mental tim, serta menentukan sosok pelatih yang mampu mengembalikan kejayaan Laskar Sambernyawa di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *