My WordPress Blog

Dialog di Perbatasan, Tim Patriot UI Sapa Warga Transmigran Bokat-Bukal Sulawesi Tengah

FGD di Kawasan Transmigrasi Air Terang: Mencari Solusi untuk Kesejahteraan Warga

Pada Senin (10/11/2025), sebuah diskusi kelompok fokus (FGD) digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Acara ini bertujuan untuk membahas berbagai masalah yang dihadapi warga di Kawasan Transmigrasi Air Terang, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Diskusi ini melibatkan sejumlah petani dan perwakilan desa yang menyampaikan berbagai isu penting terkait kawasan transmigrasi.

Beberapa isu utama yang dibahas antara lain kejelasan batas hukum kawasan transmigrasi, perbedaan perlakuan antara zona lahan yang telah ditetapkan, serta dampak dari kegiatan perusahaan terhadap lahan yang dikelola masyarakat. Seorang petani dari Desa Rantemaranu, Umar, mempertanyakan bagaimana kawasan transmigrasi didefinisikan secara resmi dan bagaimana batas antarwilayah ditentukan. Dia merujuk pada sebuah keputusan yang menetapkan desa cadangan dan kategori lahan, serta menekankan pentingnya informasi yang jelas dan mudah diakses bagi warga.

“Apakah masyarakat diperbolehkan mengembangkan lahan di luar peta resmi kawasan transmigrasi?” tanya Umar, yang telah menjadi transmigran sejak awal 1990-an. Ia juga mengungkap kekhawatiran atas munculnya sengketa antara konsesi perusahaan dan lahan garapan masyarakat.

Isu plasma scheme (kemitraan bagi hasil antara perusahaan dan petani) di perkebunan kelapa sawit juga disebutkan sebagai persoalan yang belum terselesaikan dan memengaruhi kepercayaan serta kesejahteraan warga. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang harus diatasi dalam hubungan antara perusahaan dan masyarakat setempat.

Upaya Berkelanjutan untuk Evaluasi Kawasan Transmigrasi

Ketua Tim 12 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia, Rahmi PhD, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengevaluasi dan memperkuat kawasan transmigrasi dengan pendekatan partisipatif dan berbasis bukti (evidence-based approach). FGD ini berfokus pada Kawasan Transmigrasi Air Terang yang mencakup sejumlah desa di Kecamatan Bokat dan Bukal.

Tujuan dari diskusi ini adalah memvalidasi temuan awal yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat serta pemangku kepentingan di wilayah tersebut. Rahmi menegaskan bahwa kehadiran Tim 12 Ekspedisi Patriot UI di Kabupaten Buol bukan hanya untuk menilai, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat. “Kami datang jauh-jauh dari Depok bukan untuk menilai dari kejauhan, tetapi untuk belajar bersama masyarakat di sini,” ujarnya.

Dua Tujuan Utama FGD

Terdapat dua tujuan utama kegiatan FGD yaitu menyampaikan hasil temuan awal tim mengenai kondisi sosial, ekonomi, infrastruktur, dan kelembagaan di Kawasan Air Terang. Kedua, mengundang umpan balik langsung, koreksi, dan tambahan informasi dari perwakilan desa dan pemerintah daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Buol, Ismail, menegaskan pentingnya tata kelola kolaboratif (collaborative governance) dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Menurut dia, kewenangan penetapan batas wilayah berada pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).



Suasana FGD Tim 12 Ekspedisi Patriot UI di Kabupaten Buol. – (Dok Istimewa)

Dia menjelaskan, Kawasan Air Terang merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjadikan kawasan transmigrasi tidak hanya sebagai tempat permukiman, tetapi juga sebagai ruang ekonomi dan sosial yang terintegrasi, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kepastian hukum, serta partisipasi aktif masyarakat.

Rekomendasi Hasil FGD

Dari hasil FGD, terdapat tiga arah utama yang disepakati bersama. Pertama, perlunya memperkuat dukungan hukum dan kelembagaan bagi masyarakat dalam penyelesaian administrasi lahan dan sengketa agraria. Kedua, pentingnya peningkatan infrastruktur dasar, khususnya jalan kantong produksi, irigasi, dan akses air bersih. Ketiga, peluang pengembangan inisiatif ekonomi berbasis masyarakat, termasuk peningkatan kapasitas petani, revitalisasi koperasi, serta dukungan untuk diversifikasi sumber penghidupan.

Rahmi menjelaskan bahwa Tim 12 Ekspedisi Patriot UI akan mengompilasi seluruh hasil FGD dan observasi lapangan sebelumnya ke dalam rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Buol. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi bahan dalam pembahasan kebijakan dan tindak lanjut pengembangan Kawasan Air Terang.

FGD di Kecamatan Bokat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat lokal dapat mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih akuntabel, tanggap, dan berkelanjutan. Melalui Tim Ekspedisi Patriot 2025, Kementerian Transmigrasi dan Universitas Indonesia menegaskan kembali komitmen mereka untuk menggunakan bukti lapangan dan perspektif masyarakat sebagai dasar dalam memperkuat tata kelola, menyelesaikan permasalahan lama, serta membangun kawasan transmigrasi yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *