Dailysurabaya.com JAKARTA – Presiden ke-7 RI Joko Widodo ( Jokowi ) mewacanakan menimbulkan Partai Super Terbuka (Tbk) pasca tidak ada lagi bergabung dengan partai politik. Dia pun sudah pernah memohon tanggapan para volunteer pendukungnya mengenai gagasannya itu.
“Itu memang benar ada ide gagasan menciptakan Partai Super Tbk, yang mana saya komunikasikan juga terhadap relawan-relawan, tanggapannya seperti apa terhadap gagasan ini,” kata Jokowi di tempat kediamannya, Solo, Jawa Tengah beberapa hari lalu.
Gagasan itu kemudian diadopsi oleh Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) lewat PSI Perorangan. “Tahu-tahu telah diambil, diakomodir oleh PSI,” ungkap ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini.
Adapun PSI Perorangan merujuk pada konsep partai yang membuka keanggotaan dan juga pencalonan tanpa harus bergantung pada struktur partai yang tersebut kaku. Ini adalah berhubungan dengan gagasan Partai Super Tbk yang mana sebelumnya disampaikan oleh Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Skala Informasi Indonesia Arif Nurul Imam menilai wajar jikalau PSI mengadopsi ide atau gagasan Jokowi. Sebab, kata dia, PSI punya kedekatan dengan ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
“Partai Super Tbk yang digunakan disampaikan Jokowi, saya kira diduplikasi oleh PSI Perorangan menjadi wajar. Karena Ketua Umum PSI adalah anak Jokowi, Kaesang,” ujar Arif, Rabu (12/3/2025).
Dia menilai konsep partai terbuka menjadi menarik pada lanskap urusan politik Tanah Air yang tersebut selama ini cenderung sentralistik juga bergantung pada figur tokoh tertentu. Partai terbuka perlu memberikan ruang bagi keterlibatan lebih tinggi luas dari berbagai kalangan, tanpa terlalu bergantung pada elite urusan politik tertentu.











