My WordPress Blog

Tidak Merasa Bersalah Ngetem di Jalur Sepeda RSCM, Sopir Bajaj: Tidak Ada yang Melewati



JAKARTA – Jalur sepeda yang terletak di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, tepatnya di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), kini berubah fungsi menjadi area parkir liar untuk bajaj dan sepeda motor. Kondisi ini tidak hanya menghilangkan ruang aman bagi pesepeda, tetapi juga memperparah kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut.

Pantauan di lokasi pada Minggu (11/1/2026) sore menunjukkan deretan bajaj berwarna biru berjajar memanjang di sisi kiri jalan. Kendaraan roda tiga itu menutupi sepenuhnya lajur paling kiri sekaligus marka jalur sepeda yang dicat hijau. Keberadaan parkir liar ini disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama semrawutnya arus lalu lintas, terutama saat jam-jam sibuk ketika aktivitas keluar-masuk rumah sakit meningkat.

Abdul (52), bukan nama sebenarnya, salah satu sopir bajaj yang mangkal tepat di atas marka jalur sepeda, mengaku tidak merasa bersalah. Ia beralasan bahwa jalur sepeda tersebut jarang digunakan. “Iya tahu ini jalur sepeda. Tapi, ya gimana, kami namanya mangkal. Enggak ada yang lewat juga sih sebenarnya,” ujar Abdul saat ditemui di lokasi, Minggu.

Abdul tidak menampik aktivitas mangkal di jalur tersebut kerap memicu kemacetan dan gesekan dengan pengguna jalan lain. Ia mengaku pernah terlibat adu mulut dengan seorang pesepeda yang menegurnya karena menghalangi jalur. Kala itu, Abdul memilih mengalah dengan memberikan jalan untuk menghindari konflik. Namun, di sisi lain, ia mempertanyakan kebijakan penyediaan fasilitas transportasi di jalan umum.

“Kalau itu (ada yang lewat) ya saya kasih (jalannya). Tapi ya masa sepeda dibikinin (jalan), tapi kami enggak dikasih tempat mangkal,” keluhnya. Ia juga mengaku enggan menunggu penumpang di titik lain atau kantong parkir yang jaraknya lebih jauh. Menurut Abdul, area tepat di depan gerbang RSCM merupakan lokasi paling strategis untuk mendapatkan penumpang.

“Kan (kalau di sini) nawarin juga enak, langsung naik. Sekarang aja dapetnya (penumpang) udah susah,” tutur dia.

Penindakan Bajaj Berada di Bawah Wewenang Dishub

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengakui adanya tantangan dalam menertibkan kawasan depan RSCM, khususnya terkait angkutan umum yang parkir sembarangan. Satriadi menjelaskan bahwa Satpol PP tidak dapat bertindak sendiri dalam menindak bajaj yang memakan badan jalan dan jalur sepeda karena penindakan tersebut merupakan kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Nah, kemudian itu juga kan (bajaj), makanya kita harus koordinasi dengan Dishub,” ujar Satriadi. Menurut dia, penegakan aturan terkait angkutan umum dan pemanfaatan ruas jalan berada di bawah kendali Dishub. Karena itu, penertiban idealnya dilakukan melalui operasi gabungan lintas instansi.

“Karena urusan bajaj, ruas jalan, dan kendaraan angkutan itu wewenangnya ada di Dishub,” ucapnya. Meski demikian, Satriadi memastikan Satpol PP tetap melakukan pemantauan di lapangan dan berupaya menegakkan ketertiban umum melalui pendekatan persuasif.

Selain itu, Satpol PP juga tengah merumuskan pola pengawasan baru dengan melibatkan petugas keamanan internal RSCM untuk mencegah praktik parkir liar berulang. “Kami akan tetap tegas soal aturan, tapi ya tentu dengan cara yang humanis, pendekatan persuasif, pelan-pelan kita tangani,” tutur Satriadi.

Masalah Kemacetan yang Terus Berulang

Sebelumnya, kondisi lalu lintas di sekitar RSCM dikeluhkan warganet yang diunggah oleh akun Instagram @jakartapusat.info. Menurut unggahan tersebut, kondisi lalu lintas yang macet di depan RSCM disebut tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa kemacetan yang terus berulang akibat keberadaan pedagang kaki lima di sepanjang jalan, serta pemanfaatan ruas jalan sebagai area parkir sepeda motor dan bajaj.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *