My WordPress Blog
Hukum  

Masih Sayang, Insanul Fahmi Rela Sujud Demi Damai

Insanul Fahmi Rela Bersujud untuk Berdamai dengan Wardatina Mawa

Insanul Fahmi, seorang konten kreator yang terlibat dalam kasus perselingkuhan dengan Inara Rusli, menunjukkan sikap tegas dan penuh perasaan untuk mencoba memperbaiki hubungan dengan istrinya, Wardatina Mawa. Dalam upaya damai yang dilakukan oleh Insan, ia bahkan bersedia melakukan apa saja, termasuk bersujud kepada Mawa agar bisa kembali rukun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Insan menyatakan bahwa ia masih memiliki rasa sayang terhadap Mawa. Hal ini menjadi alasan utama mengapa ia bersedia melakukan hal tersebut. Meski begitu, Mawa secara tegas menolak upaya damai yang diajukan oleh suaminya dan Inara Rusli.

Kisruh antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa telah berlangsung cukup lama. Awalnya, masalah muncul setelah Insan diduga berselingkuh dengan Inara Rusli. Peristiwa ini akhirnya memicu laporan dari Mawa ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan. Selain itu, Mawa juga menginginkan perceraian dari Insan, meskipun Insan sendiri tidak ingin bercerai.

Tidak hanya itu, Insan dan Inara beberapa waktu lalu juga mengajukan restorative justice (RJ) atau perdamaian terkait laporan Mawa. Namun, Mawa menolak berdamai dan tetap ingin melanjutkan proses hukum yang sedang berjalan.

Pengacara Insan, Tommy Tri Yunanto, menyatakan bahwa kliennya siap bersujud kepada Mawa demi mendapatkan perdamaian. “Insanul Fahmi rupanya siap melakukan apapun, demi berdamai dengan istrinya sendiri, Wardatina Mawa. Insanul Fahmi merendahkan diri untuk bisa ketemu Mawa. Mau bersujud, bahkan juga meminta maaf kepada Mawa,” ujar Tomy.

Insan menjelaskan bahwa niatnya bersujud kepada Mawa berasal dari rasa cintanya kepada wanita yang telah memberinya satu orang putra. “Iya rasa sayang sih. Masih sayang,” katanya.

Meski demikian, Insan belum memberikan jawaban pasti terkait kemungkinan memilih antara Inara atau Mawa. Namun, ia tetap menegaskan ingin ada pertemuan dengan Mawa dan tidak ingin bercerai.

“Karena bagaimanapun masih istri ya,” imbuhnya.

Penolakan Restorative Justice dari Kuasa Hukum Mawa

Sementara itu, kuasa hukum Wardatina Mawa secara tegas menolak upaya Restorative Justice (RJ) yang diajukan oleh Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Althur Napitupulu, kuasa hukum Mawa, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Mawa dan keluarga sebelum akhirnya resmi menolak RJ dan mengirimkan surat penolakan kepada penyidik.

“Terkait dengan Restorative Justice, memang kita sudah berbicara dengan Mawa dan juga keluarga. Dan pada prinsipnya, kami menolak adanya Restorative Justice tersebut. Pada hari ini juga kami sudah mengirimkan surat tanggapan berupa penolakan terhadap RJ yang diajukan oleh saudara IF dan saudari IR,” ujar Althur dalam jumpa persnya.

Dikirimnya surat tersebut, pihak Mawa berharap agar proses penyidikan tetap berjalan dan tidak dihentikan dengan alasan perdamaian. “Kami berharap dengan adanya surat tanggapan dan surat resmi dari kami sebagai kuasa hukum Mawa, proses penyidikan ini segera dijalankan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.”

Althur menegaskan bahwa secara hukum Restorative Justice tidak bisa dipaksakan jika salah satu pihak tidak berkenan menempuh jalur tersebut. “Restorative Justice itu kan harus berdasarkan kesepakatan dua belah pihak. Kalau salah satu pihak menyatakan menolak, maka tidak bisa dipaksakan. Mekanisme hukumnya memang seperti itu,” jelas Althur.

Fokus pada Proses Hukum

Sementara itu, kuasa hukum Mawa lainnya, Dharma Praja Pratama, menegaskan bahwa fokus utama kliennya saat ini adalah memastikan laporan di Polda Metro Jaya tetap berlanjut hingga ke tahap berikutnya. “Saat ini fokus kami adalah pada laporan ini supaya bisa berjalan terlebih dahulu. Kami juga sudah memohon kepada penyidik agar perkara ini segera digelarkan dan dinaikkan ke tahap selanjutnya,” kata Dharma.

Dharma menambahkan, meski isu perceraian juga mencuat, Mawa memilih untuk mendahulukan proses hukum yang sedang berjalan. “Pada prinsipnya Mawa sudah bertekad untuk bercerai. Hanya saja waktunya memang belum bisa dipastikan karena masih menjalani proses hukum di Polda ini,” ujarnya.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *