My WordPress Blog
Hukum  

Jadwal Ayyamul Bidh Rajab 1447 H, Penjelasan Gus Yahya tentang Puasa

Jadwal dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 Hijriah

Tak terasa, bulan Rajab 1447 Hijriah sudah mendekati. Di dalamnya, terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh para ulama, salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dilaksanakan pada pertengahan setiap bulan Hijriyah, khususnya tanggal 13, 14, dan 15.

Pada tahun 1447 Hijriah, jadwal Ayyamul Bidh di bulan Rajab adalah sebagai berikut:
Jumat, 2 Januari 2026: 13 Rajab (Ayyamul Bidh)
Sabtu, 3 Januari 2026: 14 Rajab (Ayyamul Bidh)
Minggu, 4 Januari 2026: 15 Rajab (Ayyamul Bidh)

Buya Yahya, seorang penceramah ternama, menekankan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang istimewa. Ia mengimbau umat Islam untuk memperbanyak amalan, termasuk puasa sunnah seperti Ayyamul Bidh.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat merupakan hal penting dalam melaksanakan puasa. Berikut niat puasa Ayyamul Bidh:

َوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: “Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Berikut tata cara melaksanakan puasa Ayyamul Bidh:
1. Melafalkan niat

Sebelum berpuasa, pastikan Anda menyampaikan niat secara benar.
2. Makan sahur

Disunnahkan untuk makan sahur sebelum terbit fajar. Namun, jika terlambat bangun, puasa tetap sah selama masih kuat.
3. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa

Selama puasa, hindari makan, minum, serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga Maghrib.
4. Berbuka puasa

Disunnahkan untuk segera berbuka ketika matahari terbenam, yaitu saat masuk waktu Maghrib.

Amalan Lain di Bulan Rajab

Selain puasa Ayyamul Bidh, ada banyak amalan lain yang disunahkan di bulan Rajab, seperti dzikir dan shalawat. Buya Yahya menjelaskan bahwa tidak ada dzikir atau shalawat khusus untuk bulan Rajab. Segala bentuk dzikir dan shalawat yang biasa dilakukan di luar bulan Rajab juga bisa dilakukan di bulan ini.

Di samping itu, puasa di bulan Rajab juga bisa digabung dengan puasa qadha. Jika seseorang ingin mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal, ia boleh melakukan puasa qadha di hari puasa sunnah. Dengan begitu, ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yaitu pahala mengganti puasa wajib dan pahala puasa sunnah.

Niat Puasa Qadha Ramadhan

Berikut niat puasa qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Keistimewaan Bulan Rajab

Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan yang diistimewakan, yaitu Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik berupa puasa, sholat, maupun dzikir.

Buya Yahya juga menegaskan bahwa puasa di bulan Rajab bukanlah bid’ah. Bahkan, Nabi Muhammad SAW pernah berpuasa banyak di bulan ini, meskipun kadang-kadang beliau juga tidak berpuasa. Hal ini menunjukkan bahwa puasa di bulan Rajab adalah sunnah.

Namun, bagi umat Islam yang ingin berpuasa di bulan Rajab, mereka harus berhati-hati agar tidak melanggar aturan. Menurut Imam Hambali, puasa di bulan Rajab menjadi makruh jika dikerjakan selama satu bulan penuh. Untuk menghindari kemakruhan tersebut, ada empat cara yang bisa dilakukan, seperti berpuasa sebelum atau sesudah bulan Rajab, atau berpuasa di bulan-bulan lainnya.

Kesimpulan

Puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Dengan mengetahui jadwalnya, niat, dan tata caranya, umat Islam dapat melaksanakan puasa ini dengan benar. Selain itu, bulan Rajab juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amalan lain seperti dzikir dan shalawat. Dengan demikian, kita bisa memanfaatkan bulan yang istimewa ini dengan sebaik-baiknya.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *