My WordPress Blog

Kaledioskop Perang 2025: Kekacauan Global dari Konflik Israel-Iran hingga Pembantaian El Fasher

Perang dan Konflik di Berbagai Wilayah Dunia Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dengan konflik dan perang di berbagai belahan dunia. Berbagai pertempuran antara negara-negara besar maupun kelompok bersenjata telah mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit. Dari konflik Rusia-Ukraina hingga perang Israel-Iran, semua ini menunjukkan tingkat ketidakstabilan global yang tinggi.

Agresi Israel di Jalur Gaza

Perang antara Israel dan pejuang Hamas masih terus berlangsung sejak Oktober 2023. Lebih dari 70 ribu warga Palestina terbunuh dalam agresi tersebut, termasuk banyak anak-anak. Infrastruktur di wilayah ini seperti listrik dan air bersih rusak parah akibat serangan udara. Menurut laporan Aljazirah, 80 persen jaringan transmisi listrik di Jalur Gaza sudah tidak bisa digunakan.

Rumah sakit juga menjadi target serangan Israel. Menurut Insecurity Insight, tercatat 2965 insiden kekerasan atau penghambatan akses layanan kesehatan di wilayah Palestina. Di Gaza, terdapat 2119 insiden yang menyebabkan kerusakan fasilitas kesehatan sebanyak 418 kali, 728 petugas kesehatan tewas, dan 362 ditangkap. Blokade bantuan membuat rakyat Palestina semakin menderita.

Selama tahun 2025, terjadi beberapa momen penting seperti pertukaran tahanan dan perjanjian gencatan senjata. Namun, Israel terus melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan. Kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 belum berhasil mengakhiri konflik sepenuhnya.

Perang Israel-Iran

Pada Juni 2025, Israel dan Iran terlibat dalam perang selama 12 hari. Serangan Israel terhadap situs militer dan nuklir Iran memicu perang ini. Setidaknya 200 jet tempur Israel menghantam lebih dari 100 fasilitas nuklir dan militer serta permukiman penduduk di seluruh Iran.

Iran membalas dengan meluncurkan 591 rudal ke Israel, setidaknya 50 di antaranya mengenai sasaran secara langsung. Korban tewas mencapai 610 orang, termasuk 49 wanita dan 13 anak-anak. Sementara itu, di sisi Israel, 3.238 orang terluka dan 28 jiwa tewas.

Israel menganggap Teheran mendukung Hamas dan proksi lainnya di Yaman dan Lebanon. Kini, Iran menyiapkan peluang terjadinya perang kembali. Presiden Iran Pezeshkian mengatakan bahwa pasukan militer Iran lebih siap menghadapi konfrontasi.

Perang Rusia-Ukraina

Konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut sejak Februari 2022. Perang ini merupakan bagian dari perang proksi antara Eropa (NATO) dan Rusia. Lebih dari 250 ribu personel pasukan Rusia dilaporkan tewas, sementara di sisi Ukraina, korban jiwa mencapai lebih dari 80 ribu.

Rusia terus mencoba menguasai wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Ukraina. Total luas wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia mencapai +45.625 mil persegi atau sekitar 20% dari Ukraina. Upaya perdamaian terus dilakukan dengan mediasi Donald Trump, namun sampai saat ini belum ada kesepakatan.

Perang Kamboja-Thailand

Perang antara Kamboja dan Thailand menjadi salah satu letupan baru konflik selama tahun 2025. Konflik berawal dari sengketa teritorial di perbatasan. Pertempuran dimulai pada Juli 2025, dengan korban jiwa mencapai lebih dari 96 orang. Hampir satu juta orang mengungsi akibat bentrokan tersebut.

Pada 27 Desember 2025, Thailand dan Kamboja menandatangani perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran. Meski demikian, gencatan senjata ini masih rapuh karena kurangnya kepercayaan antara kedua pihak.

Perang India-Pakistan

Perang singkat antara India dan Pakistan dimulai pada 7-10 Mei 2025. Konflik berawal dari insiden di Pahalgam India yang menewaskan 22 orang. India melancarkan serangan balasan terhadap Pakistan, memicu konflik empat hari yang menjadi krisis militer paling serius dalam beberapa dekade.

India menggunakan rudal jelajah BrahMos dan SCALP-EG, sementara Pakistan menggunakan rudal balistik Fatah-I dan Fatah-II. Drone juga digunakan di sepanjang garis kontrol di Kashmir. Setidaknya 50 orang tewas dalam pertempuran tersebut.

Perang Sudan

Perang saudara di Sudan menjadi krisis terburuk sepanjang 2025. Pasukan Dukungan Cepat (RSF) merebut El Fasher yang selama ini dikuasai pemerintah. RSF menewaskan sedikitnya 1.500 orang selama tiga hari terakhir. Pertempuran ini disebut sebagai pembantaian berbasis ras antara etnis Arab dan non-Arab.

RSF terlibat dalam perang saudara berdarah dengan tentara Sudan sejak 2023. Konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat lebih dari 12 juta orang mengungsi. UEA disebut-sebut membantu RSF dengan mengirimkan senjata meski hal ini dibantah.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *