Persebaya Surabaya Kembali Menunjukkan Karakternya
Persebaya Surabaya berhasil menunjukkan performa yang memuaskan dalam laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026. Tim Green Force menggila di Stadion Gelora Bung Tomo dengan mengalahkan Persijap Jepara dengan skor 4-0. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga menjadi jawaban atas keraguan dan tekanan yang sempat menghiasi perjalanan tim sebelumnya.
Di hadapan ribuan Bonek dan Bonita, Persebaya Surabaya menunjukkan wajah yang selama ini dinantikan oleh para penggemarnya. Pelatih sementara Uston Nawawi menyatakan rasa bangganya terhadap penampilan tim. Ia menilai kemenangan besar tersebut menjadi modal penting untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain yang sempat tergerus.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Bonek dan Bonita serta kerja keras semua elemen tim, hari ini pemain bisa menunjukkan karakter Persebaya, tetapi ini baru permulaan,” ujar Uston setelah pertandingan.
Kondisi Persebaya Surabaya sebelum laga ini cukup berat. Tim Green Force harus melewati beberapa pertandingan tanpa kemenangan yang jelas. Namun, Uston menilai fase sulit ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemain. Ia menegaskan bahwa membangun mental pemenang membutuhkan proses dan konsistensi, bukan sekadar hasil instan.
Tekanan demi tekanan justru membuat laga melawan Persijap terasa krusial. Uston sadar, kemenangan besar diperlukan untuk mengembalikan aura Persebaya Surabaya sebagai tim besar. Sejak awal pertandingan, Persebaya Surabaya tampil agresif dan disiplin. Dua gol di babak pertama menjadi bukti dominasi mereka.
Namun, Uston tetap mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Ia menekankan bahwa meski unggul 2-0, permainan harus dianggap 0-0 karena keunggulan itu belum aman. Pesan ini membuat intensitas permainan Persebaya Surabaya tetap terjaga hingga akhir laga.
Babak kedua menjadi panggung lanjutan dominasi tuan rumah. Dua gol tambahan memastikan Persijap Jepara tidak mampu bangkit dan harus pulang dengan kekalahan telak. Uston juga menyoroti kecermatan tim pelatih dalam membaca kekuatan lawan. Persijap diakui memiliki pemain berbahaya yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Salah satu pemain berbahaya tersebut adalah Gustavo Franca. Uston menyebut Franca mampu membawa bola dari sisi kanan maupun kiri dengan sama baiknya. Antisipasi pun disiapkan secara khusus. Rachmat Irianto diberi tugas spesifik untuk mengawal pergerakan Franca sejak menit-menit awal pertandingan.
“Yang terpenting adalah jangan memberi ruang kepada Gustavo Franca,” tuturnya. Instruksi itu terbukti efektif karena Persijap kesulitan mengembangkan permainan.
Kemenangan 4-0 ini juga memiliki makna strategis di luar lapangan. Persebaya Surabaya sedang berada dalam masa transisi kepelatihan menjelang kedatangan Bernardo Tavares. Uston menyadari posisinya sebagai pelatih sementara memiliki batasan. Namun, ia memastikan fondasi tim disiapkan sebaik mungkin agar transisi berjalan mulus.
Ia menilai fokus utama saat ini adalah kesiapan skuad. Tujuannya agar pemain cepat terhubung dengan pelatih baru saat mulai bertugas. Soal keputusan teknis ke depan, Uston memilih realistis. Ia menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangannya sebagai pelatih sementara.

Di sisi lain, kemenangan besar ini memunculkan dampak positif di internal tim. Persaingan antar pemain semakin terasa sehat dan kompetitif. Beberapa pemain yang sebelumnya jarang tampil mulai menunjukkan kualitas. Kesempatan bermain dijawab dengan performa meyakinkan di atas lapangan.
Uston mencontohkan satu nama yang mencuri perhatian. “Koko akhirnya mendapat kesempatan dan bisa menjawabnya, sehingga sektor itu semakin kompetitif dan bagus untuk tim,” ujarnya. Kondisi ini dinilai sangat positif untuk perjalanan panjang musim.
Persebaya Surabaya membutuhkan kedalaman skuad agar tetap stabil menghadapi jadwal padat. Lebih dari sekadar skor, laga ini mengembalikan rasa percaya diri pemain. Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo kembali menjadi kekuatan utama Persebaya Surabaya.
Bagi Bonek dan Bonita, kemenangan ini terasa seperti pelepas rindu. Janji yang sempat terucap kini lunas dengan permainan penuh determinasi. Uston pun berharap hasil ini menjadi titik balik. Ia ingin Persebaya Surabaya menjaga konsistensi dan terus menampilkan karakter khas yang dibanggakan suporter.
Dengan kemenangan 4-0 atas Persijap Jepara, Persebaya Surabaya mengirim pesan tegas. Tim ini belum habis, dan kebangkitan bisa dimulai dari satu malam penuh keyakinan di Surabaya.












