My WordPress Blog

Dokter Amira Alias Doktif Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Dikenal Bongkar Skincare Ilegal

Kasus Pencemaran Nama Baik yang Melibatkan Dokter Kecantikan

Dokter kecantikan yang dikenal dengan nama Doktif, yaitu dr. Aamira Farahnaz, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terhadap dokter Richard Lee. Penetapan ini dilakukan oleh Satreskrim Polres Jakarta Selatan sejak Jumat (12/12/2025). Peristiwa ini memicu perhatian publik, mengingat sosok Doktif telah lama dikenal sebagai tokoh yang sering mengungkap fakta-fakta mengenai produk skincare ilegal.

Latar Belakang Doktif

dr. Amira Farahnaz, atau lebih dikenal dengan panggilan Doktif, adalah seorang dokter kecantikan yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur. Ia juga merupakan pemilik klinik kecantikan yang fokus pada bidang estetika dan anti-aging. Selain itu, ia juga seorang pengusaha yang mengelola klinik serta merancang sendiri produk skincare.

Kariernya di media sosial dimulai ketika ia memutuskan untuk membagikan pengetahuannya tentang dunia kecantikan, khususnya mengenai produk skincare yang sering beredar di pasaran. Dengan menggunakan akun TikTok, ia mulai mengulas dan melakukan uji laboratorium terhadap berbagai produk kecantikan, khususnya yang populer di kalangan warganet. Cara uniknya membongkar klaim palsu pada produk membuatnya menjadi sorotan.

Kontroversi dan Perseteruan

Doktif tidak lepas dari kontroversi. Salah satu perseteruan terkenal terjadi dengan pengusaha Shella Saukia. Kejadian ini bermula ketika Doktif melakukan uji laboratorium terhadap produk-produk milik Shella Saukia. Hasil uji menunjukkan bahwa produk tersebut diduga mengandung bahan berbahaya jika digunakan secara terus-menerus dan tidak sesuai klaimnya. Tidak terima dengan hasil tersebut, Shella Saukia beserta beberapa orang lainnya mendatangi Doktif saat sedang siaran langsung. Momen ini disiarkan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Pada 18 Januari 2025, Doktif melaporkan Shella Saukia ke polisi atas tuduhan intimidasi. Di sisi lain, Shella juga melaporkan Doktif ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Kasus Terbaru dengan Dokter Richard Lee

Kini, Doktif kembali terlibat masalah hukum setelah menyebut klinik kecantikan dr. Richard Lee tidak memiliki izin resmi. Penetapan status tersangka terhadap Doktif dilakukan setelah syarat dua alat bukti terpenuhi, salah satunya SIP Richard Lee yang dimasalahkan Doktif.

Meski berstatus tersangka, Doktif tidak ditahan karena ancaman hukuman Pasal 27A UU ITE berada di bawah dua tahun penjara. Kendati demikian, polisi tetap memberlakukan wajib lapor terhadap Doktif. Penyidik akan memanggil kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi. Baik Doktif maupun Richard dijadwalkan untuk bermediasi pada 6 Januari 2026.

Fakta yang Muncul

Menurut laporan, Doktif bersama seorang mantan karyawan dr. Richard Lee, Afrizal, membuat pengakuan mengejutkan terkait dugaan pengoplosan produk dari klinik kecantikan yang dimiliki oleh sang dokter. Ia juga menegaskan bahwa dr. Richard Lee mengoplos salah satu produk dengan bahan berbahaya, bukan produk night cream seperti yang pernah disebutkan di media sosial.

Afrizal mengaku melihat langsung bagaimana dr. Richard Lee diduga memesan bahan oplosan hingga mencampurkannya dengan produk yang dijual ke konsumen. Pengakuan ini dikatakan Afrizal, dikutip Tribunnews lewat kanal YouTube Intens Investigasi, Senin (23/6/2025).

Kesimpulan

Perkara ini menunjukkan betapa pentingnya keakuratan informasi dalam dunia kecantikan. Doktif, meskipun dikenal sebagai pembongkar fakta, kini harus menghadapi konsekuensi hukum akibat pernyataannya. Sementara itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi para pelaku bisnis kecantikan untuk menjaga kualitas dan kejujuran dalam produk mereka.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *