My WordPress Blog

HM Kunang, Ayah Bupati Ade Kuswara yang Tersandung Korupsi Ijon Proyek, Tokoh Legendaris Cikarang

Kasus Korupsi Proyek Senilai Rp9,5 Miliar: Tersangka Termasuk Bupati Bekasi dan Tokoh Legendaris

Kasus korupsi proyek senilai Rp9,5 miliar yang melibatkan Bupati Bekasi Ade Kuswara, ayahnya HM Kunang (Kades Sukadami), serta pihak swasta telah memicu gelombang protes dari masyarakat. HM Kunang, yang dikenal sebagai tokoh legendaris di wilayah Bekasi, kini tersangkut dalam skandal suap yang menimpa anaknya.

HM Kunang atau lebih dikenal dengan julukan “Jawara Bekasi” memiliki reputasi kuat di kalangan warga setempat. Ia tidak hanya seorang kepala desa, tetapi juga figur yang dihormati karena peran aktifnya dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan. Namun, kini ia terlibat dalam kasus dugaan suap yang mencoreng citranya.

Peran HM Kunang dalam Kasus Korupsi

Dalam kasus ini, HM Kunang berperan sebagai perantara dan kurir uang suap yang diberikan oleh pihak swasta kepada putranya, Ade Kuswara. Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiga tersangka yakni HM Kunang, Ade Kuswara, dan Sarjan selaku penyuap dari pihak swasta terlibat dalam praktik pengaturan proyek dengan skema ijon. Skema ini melibatkan pemberian uang suap sebelum proyek dilaksanakan.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Ade Kuswara rutin meminta ijon paket proyek kepada Sarjan melalui perantara seperti HM Kunang. Hasil komunikasi tersebut berlangsung dalam rentang satu tahun terakhir, mulai Desember 2024 hingga Desember 2025.

Selain itu, HM Kunang juga ikut meminta bagian dalam kesepakatan jahat antara anaknya dan pihak swasta. Dari hasil transaksi tersebut, Ade Kuswara bersama Sarjan mencapai jumlah sebesar Rp9,5 miliar yang diserahkan bertahap sebanyak empat kali. Selain itu, KPK juga menyita barang bukti sebesar Rp200 juta dari setoran keempat Sarjan kepada Ade Kuswara.

Latar Belakang HM Kunang

HM Kunang menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Wilayah ini strategis karena dilintasi jalur utama penghubung kabupaten. Desa Sukadami berbatasan dengan beberapa daerah lain dan memiliki akses baik ke pusat kota maupun kawasan industri.

Di lingkungan setempat, HM Kunang dikenal sebagai tokoh legendaris. Ia memiliki julukan “Jawara Bekasi” dan dianggap sebagai figur yang memiliki pengaruh besar. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pelaku seni bela diri tradisional dan pemimpin yang berwibawa. Meski tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, ia percaya bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga semangat dan kerja keras.

HM Kunang juga aktif dalam membangun organisasi-organisasi lokal seperti Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan. Ormas-ormas ini berperan penting dalam memperkuat identitas dan solidaritas warga Bekasi.

Harta Melimpah dan Investasi

Sebagai tokoh berpengaruh, HM Kunang memiliki aset yang cukup besar. Ia tinggal di rumah dua lantai dengan desain khas dan memiliki lahan seluas hampir dua hektare. Lahan yang awalnya merupakan area persawahan kini telah berubah menjadi kompleks hunian yang disiapkan untuk masa depan anak-anaknya.

Selain itu, HM Kunang juga dikenal loyal terhadap keluarga. Ia memfasilitasi kendaraan bagi anggota keluarganya, yang menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan orang-orang terdekatnya.

Rekam Jejak dan Pengaruh Politik

Selama masa kepemimpinannya sebagai Kades Sukadami, HM Kunang dikenal memiliki reputasi baik dan aktif dalam pembangunan desa serta kegiatan sosial. Ia dianggap sebagai tokoh sentral yang memiliki pengaruh politik besar. Karir politik Ade Kuswara disebut-sebut tidak lepas dari campur tangan dan jejaring yang dibangun Abah Kunang selama puluhan tahun.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *