My WordPress Blog

Pembunuhan Mahasiswi UMM: Korban Diduga Dicekik, Jasad Dibuang Bersama oleh Bripka AS dan Suyitno

Penyebahan Kematian Korban Dugaan Cekikan

Pihak kepolisian Jawa Timur (Jatim) telah memberikan informasi awal mengenai penyebab kematian korban pembunuhan FAN, seorang mahasiswi Universitas Muhammadyah Malang (UMM). Jenazah korban ditemukan di sungai yang dalamnya sekitar lima meter di kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa (16/12/2025). Berdasarkan hasil analisa forensik sementara, korban diduga tewas akibat cekikan, dengan ditemukannya luka lebam di bagian leher.

Informasi terkini menyebutkan bahwa korban merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Diduga, korban dibunuh oleh kakak iparnya, Bripka Agus, yang saat ini menjadi tersangka utama. Bripka Agus adalah anggota Unit Intelkam Polsek Krucil Polres Probolinggo. Ia diketahui berkomplot dengan teman masa kecilnya, Suyitno (38), untuk melakukan aksi tersebut.

Bripka Agus ditangkap beberapa jam setelah jenazah korban ditemukan, sedangkan Suyitno ditangkap setelah tiga hari kabur, yaitu pada Kamis (18/12/2025) malam. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa korban meninggal karena luka memar yang diduga akibat cekikan. Namun, detail lebih lanjut mengenai luka dan penyebab kematian akan diungkap setelah proses autopsi selesai.

“Informasi awal ada lebam dugaan dicekik. (Soal lokasi pasti) Masih kami terus dalami untuk kepastian TKP pembunuhannya ada di mana,” ujar Jules seusai Apel Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di Lapangan Mapolda Jatim, Jumat (19/12/2025).

Peran Pelaku dalam Pembunuhan

Meski peran spesifik antara Bripka Agus dan Suyitno belum sepenuhnya terungkap, Jules memastikan bahwa kedua pelaku terlibat dalam tindak pidana pembunuhan. Mereka juga diduga turut serta dalam membuang jenazah korban. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa keduanya bekerja sama dalam menjalankan aksi tersebut.

“Sampai sekarang kami masih mendalami terkait dengan motif daripada tersangka AS maupun SY. Namun yang pasti keduanya secara bersama-sama melakukan pembunuhan dengan sengaja,” tambahnya.

Penangkapan Pelaku Suyitno

Pelaku Suyitno berhasil ditangkap oleh Anggota Tim Jatanras Polda Jatim di Kabupaten Probolinggo pada Kamis (18/12/2025). Setelah ditangkap, ia digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. Dalam penangkapan tersebut, Suyitno tampak memakai kemeja lengan pendek bermotif kotak-kotak perpaduan warna merah dan putih, bercelana jeans panjang, dan bersandal jepit.

Ekspresi wajahnya datar dan dingin saat digelandang oleh petugas polisi keluar dari mobil warna putih menuju Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim. Kedua pergelangan tangannya diborgol selama proses penangkapan.

Motif Pembunuhan Diduga Terkait Harta Korban

Di lain sisi, dugaan motif utama pembunuhan korban FAN dilaporkan terkait upaya menguasai harta korban. Bripka Agus, sebagai kakak ipar korban, memiliki hubungan tidak harmonis dengan keluarga korban. Hubungan antara Bripka Agus dengan kakak sulung korban juga tidak baik.

FAN adalah anak bungsu dari pasangan Ramlan (60) dan Siti (52). Kakak sulung korban bernama Yanu (36) dan kakak kedua bernama Husna (34), yang merupakan istri dari Bripka Agus. Menurut ayah korban, Ramlan, hubungan antara anak sulung dan anak bungsunya dengan Bripka Agus sudah tidak harmonis sejak lama.

Korban ditemukan meninggal dunia setelah jenazahnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Watukosek. Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang berjalan ke ladang untuk memanen jagung. Warga itu kaget melihat tubuh manusia berjenis kelamin perempuan tergeletak di dasar sungai.

Sungai tersebut dalam kondisi mengering, sehingga tubuh korban tidak terbenam air. Kedalamannya sekitar lima meter. Berdasarkan dokumentasi foto milik petugas polisi, korban masih memakai helm jenis half face warna merah muda, jaket hitam, celana panjang, dan tindik di bagian pusarnya.

Posisi tubuh korban bagian kaki agak ke sisi atas menempel pada beton coran semen dan batu dinding sungai. Sedangkan posisi tubuh bagian atas, termasuk kepala, berada di area bawah condong ke tengah sungai.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *