My WordPress Blog

Tiga Faktor Utama Terungkap, Shin Tae-yong Tak Pergi ke Persebaya

Penyebab Kandasnya Isu Shin Tae-yong ke Persebaya Surabaya

Isu mengenai kemungkinan Shin Tae-yong bergabung dengan Persebaya Surabaya kian meredup menjelang Super League 2025/2026. Sejumlah faktor krusial disebut menjadi penyebab utama gagalnya pelatih asal Korea Selatan ini melanjutkan perjalanan karier di klub berjuluk Green Force.

Faktor Pertama: Pilihan yang Masih Terbuka

Salah satu alasan utama adalah bahwa Shin Tae-yong masih memiliki beberapa opsi tawaran dari klub dan tim nasional lain. Meskipun belum memutuskan, fokus pelatih tersebut belum sepenuhnya tertuju pada Persebaya Surabaya. Hal ini membuat kesempatan untuk bergabung dengan klub asal Jawa Timur semakin tipis.

Faktor Kedua: Rencana Internal Persebaya

Persebaya Surabaya disebut telah menyiapkan rencana jangka panjang dengan pelatih baru. Dengan demikian, manajemen klub tidak ingin mengambil risiko dengan mengubah arah proyek yang sudah disusun. Konsistensi dalam strategi dan pengelolaan tim menjadi prioritas utama.

Faktor Ketiga: Keseimbangan Finansial

Faktor finansial juga menjadi hambatan signifikan. Permintaan gaji Shin Tae-yong dinilai terlalu tinggi dan berpotensi mengganggu keseimbangan finansial klub. Hal ini membuat Persebaya Surabaya enggan mengambil langkah yang bisa membawa konsekuensi ekonomi yang berat.

Latar Belakang Shin Tae-yong dan Rumor Kembali ke Timnas Indonesia

Sebelumnya, Shin Tae-yong santer dikaitkan dengan Persebaya Surabaya setelah meninggalkan jabatan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Kepergiannya dipicu oleh pemecatan Patrick Kluivert oleh PSSI. Namun, rumor mengenai kembalinya Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia urung terwujud. Justru, Timnas Indonesia disinyalir akan mengarah pada pelatih asal Inggris, John Herdman.

Di tengah ketidakpastian itu, Persebaya Surabaya muncul sebagai opsi realistis bagi Shin Tae-yong. Banyak suporter Green Force, yang dikenal sebagai Bonek, menyampaikan harapan agar Shin Tae-yong datang. Beberapa komentar menunjukkan antusiasme terhadap kemungkinan kerja sama dengan mantan pelatih Timnas U-23 Indonesia.

Reaksi Suporter dan Komentar dari Para Penggemar

Komentar-komentar dari suporter Persebaya Surabaya menunjukkan antusiasme terhadap kemungkinan kedatangan Shin Tae-yong. Misalnya, salah satu Bonek menulis: “Saranku lo ya..jupuk o sty krn pelatih fisiknya sdh di sana.” Komentar ini merujuk pada hubungan Shin Tae-yong dengan staf kepelatihan yang kini ada di Persebaya Surabaya.

Beberapa suporter lain memberikan pendapat yang lebih skeptis, tetapi tetap menyebut nama Shin Tae-yong. Salah satunya menulis: “SAIKI AKU GK PERCOYO RUMOR AYO SIN TAE YONGG.” Meski demikian, banyak suporter tetap berharap Shin Tae-yong dapat bergabung dengan klub.

Bahkan, sebagian suporter membandingkan Shin Tae-yong dengan nama-nama besar lain seperti Zidane, Slot, Klop, atau Mourinho. Meski dalam nada bercanda, hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh Shin Tae-yong dalam dunia sepak bola Indonesia.

Kehadiran Shin Sang-gyu di Persebaya Surabaya

Di sisi lain, Persebaya Surabaya saat ini juga memiliki Shin Sang-gyu sebagai bagian dari staf kepelatihan. Shin Sang-gyu adalah mantan asisten Shin Tae-yong saat di Timnas Indonesia. Kehadiran Shin Sang-gyu bisa menjadi keuntungan jika Shin Tae-yong benar-benar datang. Namun, faktor-faktor krusial tersebut membuat peluang tersebut semakin menipis.

Karier Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong kini berstatus tanpa klub setelah dipecat Ulsan HD pada 9 Oktober 2025. Masa baktinya di klub K League hanya berlangsung sekitar 65 hari. Selama menangani Ulsan HD, dia memimpin 10 pertandingan dengan hasil 2 menang, 4 imbang, dan 4 kalah. Tren negatif serta konflik komunikasi dengan pemain disebut menjadi alasan pemecatan.

Namun, rekam jejak Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia meninggalkan kesan mendalam. Dia pertama kali datang sebagai pelatih Timnas U-23 pada 8 Januari 2020. Pada tahun pertama, Shin Tae-yong membawa Indonesia ke final Piala AFF 2020. Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah gagal meraih gelar juara.

Prestasi lain datang saat dia membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 dan 2024. Puncaknya terjadi di Piala Asia Qatar 2024 saat Indonesia tembus semifinal. Momen paling bersejarah adalah kemenangan Indonesia atas Korea Selatan. Hasil itu menjadi catatan emas dalam sejarah sepak bola nasional.

Di bawah asuhannya, ranking FIFA Indonesia melonjak signifikan. Dari posisi 173, Indonesia naik ke peringkat 134 dunia. Namun kebersamaan itu berakhir setelah Indonesia kalah 0-1 dari Filipina di Piala ASEAN 2024. PSSI resmi melepas Shin Tae-yong pada 6 Januari 2025.

Akhir Kata

Kini, meski namanya kembali hangat di Super League 2025/2026, isu Shin Tae-yong kandas di Persebaya Surabaya makin menguat. Tiga faktor krusial membuat rumor besar ini berakhir tanpa kepastian nyata.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *