Persiapan Timnas U-20 Indonesia Dimulai dengan Seleksi Pemain
Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto, sedang mempersiapkan kerangka tim yang kuat untuk menghadapi kompetisi internasional. Proses ini dimulai dengan membuka seleksi pemain melalui pemusatan latihan (TC) dalam dua gelombang. Langkah ini menjadi awal dari pembentukan skuad yang akan berlaga di kualifikasi Piala Asia U-20 2027 mendatang.
Fokus pada Talent Baru
Nova Arianto menegaskan bahwa fokus utama dalam seleksi kali ini adalah mencari talenta-talenta baru, terutama pemain kelahiran 2007. Karena ia masih baru di Timnas U-20, ia belum sepenuhnya mengenal pemain-pemain dengan latar belakang yang sama.
“Fokus kami adalah bagaimana kami mencari talenta-talenta baru, terutama pemain kelahiran 2007,” ujarnya.
Seleksi yang diikuti oleh total 46 pemain ini berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, mulai tanggal 2 hingga 10 Desember 2025. Tahap pertama digelar pada 2-5 Desember, sementara tahap kedua dijadwalkan pada 7-10 Desember 2025.
Evaluasi Berdasarkan Gameplay
Dalam proses seleksi, Nova ingin melihat lebih dari sekadar kekuatan fisik atau kemampuan teknik semata. Ia ingin melihat pemain yang mampu bermain sesuai dengan gameplay yang direncanakan.
“TC kali ini fokus kami adalah melihat talenta-talenta baru dari pemain kelahiran 2007 sehingga ke depannya kita bisa benar-benar mendapatkan pemain yang secara kualitas bukan hanya tentang fisik, teknik ataupun taktik, tapi bagaimana mereka bisa bermain secara gameplay yang akan kita rencanakan,” katanya.
Lebih lanjut, Nova menekankan bahwa penilaian tidak berdasarkan latar belakang klub atau asal pemain.
“Saya tidak pernah melihat secara background, tetapi saya sampaikan kepada pemain adalah bagaimana saya mencari pemain-pemain yang bisa bermain secara gameplay, secara filosofi yang akan kami buat, sehingga pemain bisa memahami dan bisa menunjukkan yang terbaik,” ujar eks pelatih Timnas U-17 tersebut.
Rencana Jangka Menengah
Dalam rencana jangka menengah, Nova menjelaskan persiapan tidak hanya terfokus pada seleksi. Ia bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, telah menyiapkan 11 pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U-20 2027 mendatang.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur Teknik, Coach Alex, bagaimana mempersiapkan ada 11 kali uji coba sebelum kita sampai di kualifikasi Piala Asia, termasuk di Piala AFF yang menjadi bagian dari uji coba kami menuju ke kualifikasi,” kata Nova.
Ia juga menyebutkan bahwa TC akan direncanakan di bulan Januari atau Maret, sesuai dengan roadmap yang diberikan kepada PSSI.
Putra Legimin Rahardjo Ikut Bersaing
Kabar membanggakan datang dari keluarga besar PSMS Medan. Raditya Rahardjo, putra dari Asisten Pelatih PSMS Medan, Legimin Rahardjo, resmi menerima panggilan seleksi Timnas Indonesia U-20.
Raditya, yang akrab disapa Radit, saat ini memperkuat klub Persikutim United, salah satu peserta Liga Nusantara musim 2025/2026. Meski masih sangat muda, Radit sudah dikenal memiliki karakter bermain yang matang, disiplin, serta kualitas teknik yang membuatnya mulai diperhitungkan di level nasional.
Bagi Legimin Rahardjo, kabar pemanggilan Radit bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga sebuah amanah besar. Sebagai mantan kapten PSMS dan legenda hidup sepak bola Sumatera Utara, Legimin memahami betul beratnya proses menuju tim nasional.
“Ya, alhamdulillah. Kita berdoa saja, minta doanya semua,” ujar Legimin dengan nada penuh syukur ketika dikonfirmasi Tribun Medan.
Meskipun bangga, Legimin tidak ingin memberikan tekanan berlebih kepada putranya. Ia menekankan bahwa lolos atau tidak dalam seleksi nanti sepenuhnya bergantung pada kemampuan dan kesungguhan Radit saat menjalani proses di pemusatan latihan.
“Pastinya sebagai orang tua berharap dia bisa masuk, ya. Tapi selebihnya terserah dia, tergantung usahanya sendiri,” tegas Legimin.
Radit disebut memiliki visi permainan yang baik, penguasaan bola yang stabil, serta kemampuan membaca permainan yang menonjol, sebuah atribut yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Pemanggilan ke seleksi Timnas U-20 tentu menjadi awal perjalanan yang masih panjang bagi Radit. Jika lolos, ia akan masuk dalam bagian penting dari regenerasi skuad muda Indonesia yang tengah dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat Asia hingga dunia.
Dengan dukungan penuh dari keluarga, klub, dan lingkungan sepak bola Sumatera Utara, Radit kini berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan mimpinya mengenakan jersey Merah Putih.











