Pernyataan Mustoha Iskandar Mengenai Materai Ijazah Jokowi
Mustoha Iskandar, yang merupakan Ketua angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, memberikan pernyataan mengenai isu ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut bermaterai merah. Ia menegaskan bahwa ijazah Jokowi dan seluruh lulusan angkatan 1980 dari Fakultas Kehutanan UGM menggunakan materai berwarna hijau, bukan merah.
Ia memastikan bahwa tidak ada wisuda Februari bagi angkatan 1980 yang menggunakan materai merah. Hal ini ia konfirmasi dengan melihat dokumen kelulusannya serta dokumen rekan-rekan seangkatannya.
“Jadi di Gadjah Mada itu ada empat kali wisuda. Ada Februari, Mei, Agustus, dan November. (Fakultas Kehutanan) Angkatan 1980 nggak ada yang wisuda Februari, yang merah itu nggak ada,” ujarnya.
Mustoha menjelaskan bahwa semua lulusan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 menggunakan jenis materai yang sama. “Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa klaim ijazah Jokowi bermaterai merah tidak sesuai dengan fakta. “Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong,” tegasnya.
Harta Kekayaan Mustoha Iskandar
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) tahun 2022, Mustoha Iskandar memiliki total harta senilai Rp 22,7 miliar. Rincian harta tersebut terdiri dari:
- Kas dan setara kas: Rp 6,7 miliar
- Utang: Rp 286 juta
- Surat berharga dan harta bergerak lainnya: Rp 2,0 miliar dan Rp 264 juta
Berikut rincian pembagian harta Mustoha Iskandar:
A. Tanah dan Bangunan
1. Tanah seluas 530 m² di Kab/Kota Ciamis, Hasil Sendiri: Rp 265 juta
2. Tanah seluas 640 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 192 juta
3. Tanah seluas 630 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 189 juta
4. Tanah seluas 437 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 131,1 juta
5. Tanah dan Bangunan seluas 134 m²/60 m² di Kab/Kota Jakarta Timur, Hasil Sendiri: Rp 820 juta
6. Tanah seluas 4675 m² di Kab/Kota Ciamis, Hasil Sendiri: Rp 234,3 juta
7. Tanah dan Bangunan seluas 249 m²/265 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 2,353 miliar
8. Tanah dan Bangunan seluas 247 m²/280 m² di Kab/Kota Jakarta Timur, Hasil Sendiri: Rp 3,055 miliar
9. Tanah dan Bangunan seluas 256 m²/108 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 184 juta
10. Tanah seluas 231 m² di Kab/Kota Kampar, Hasil Sendiri: Rp 57,75 juta
11. Tanah seluas 232 m² di Kab/Kota Kampar, Hasil Sendiri: Rp 58 juta
12. Tanah seluas 233 m² di Kab/Kota Kampar, Hasil Sendiri: Rp 58,25 juta
13. Tanah seluas 2000 m² di Kab/Kota Majalengka, Hasil Sendiri: Rp 400 juta
14. Bangunan seluas 21 m² di Kab/Kota Jakarta Selatan, Hasil Sendiri: Rp 210 juta
15. Tanah seluas 33440 m² di Kab/Kota Kuningan, Hasil Sendiri: Rp 334,4 juta
16. Tanah seluas 5000 m² di Kab/Kota Kuningan, Hasil Sendiri: Rp 50 juta
17. Tanah seluas 11960 m² di Kab/Kota Kuningan, Hasil Sendiri: Rp 119,6 juta
18. Tanah seluas 92840 m² di Kab/Kota Kuningan, Hasil Sendiri: Rp 928,4 juta
19. Tanah seluas 43720 m² di Kab/Kota Kuningan, Hasil Sendiri: Rp 437,2 juta
20. Tanah dan Bangunan seluas 130 m²/45 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 39 juta
21. Tanah dan Bangunan seluas 117 m²/45 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 35,1 juta
22. Tanah seluas 193 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 57,9 juta
23. Tanah seluas 193 m² di Kab/Kota Cirebon, Hasil Sendiri: Rp 57,9 juta
24. Bangunan seluas 43 m² di Kab/Kota Jakarta Selatan, Hasil Sendiri: Rp 645 juta
25. Tanah seluas 189 m² di Kab/Kota Pontianak, Hasil Sendiri: Rp 378 juta
26. Tanah seluas 20500 m² di Kab/Kota Kuningan, Hasil Sendiri: Rp 205 juta
B. Alat Transportasi dan Mesin
1. Mobil, Suzuki Escudo Tahun 1997, Hasil Sendiri: Rp 50 juta
2. Mobil, Toyota Picnik Tahun 1999, Hasil Sendiri: Rp 60 juta
3. Motor, Honda Scoopy Tahun 2010, Hasil Sendiri: Rp 6 juta
4. Mobil, Mazda Sedan Tahun 2011, Hasil Sendiri: Rp 319 juta
5. Mobil, Hyundai Minibus Tahun 2021, Hasil Sendiri: Rp 710 juta
Profil Sosok Mustoha Iskandar
Mustoha Iskandar adalah Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 4 Agustus 2020. Ia lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1986, kemudian meraih gelar Sarjana Muda dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun yang sama.
Setelah itu, ia melanjutkan studi di University of Philippines Los Banos dan mendapatkan gelar Magister Manajemen Pembangunan pada tahun 1996. Ia juga meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 2006. Selain itu, Mustoha berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada tahun 2014.
Nama lengkapnya adalah Dr. Ir. Mustoha Iskandar, S.H., MDM. Sebelum menjadi Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia, Mustoha pernah menjabat posisi serupa di PT Pusri Palembang pada 2016–2018. Ia juga beberapa kali mengisi kuliah umum di berbagai universitas, seperti Universitas Bengkulu pada Oktober 2017 dan Universitas Kuningan pada September 2018.
Mustoha juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani selama tiga bulan, yakni Agustus–November 2016, serta Direktur Utama Perhutani periode 2014–2019.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











