Fadillah Arbi Aditama Mengunci Gelar Juara Asia di ARRC 2025
Fadillah Arbi Aditama berhasil mengunci gelar Juara Asia di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP)250. Kemenangan ini tidak hanya membawa prestasi bagi dirinya, tetapi juga memastikan Astra Honda Racing Team (AHRT) menjadi juara tim di kategori AP250 musim ini berkat dominasi poin yang dicatatkan oleh Arbi bersama rekan setimnya, Davino Britani.
Pebalap asli Purworejo, Jawa Tengah tersebut tampil luar biasa sejak awal balapan. Dengan start di grid kedua, Arbi langsung memimpin di lap awal dan terus berada di barisan depan sepanjang balapan. Bermodalkan performa stabil dari motor CBR250RR-nya, ia mampu menjaga ritme hingga lap-lap akhir. Ketangguhan fisik dan kematangan mental Arbi membuatnya mampu mempertahankan posisi pertama hingga garis finis.
Raihan 25 poin dari race 1 ini membuat posisi Arbi di puncak klasemen tidak lagi terkejar dengan total 196 poin. Meskipun balapan kelas AP250 masih menyisakan satu race lagi pada Minggu (7/12), gelar juara Asia telah direngkuhnya.
“Balapan yang sangat luar biasa karena pertarungan rapat terjadi sejak awal. Beberapa kali bahkan saya sempat keluar dari racing line. Alhamdullillah, gelar juara Asia bisa saya kunci di race pertama ini. Terima kasih Astra Honda Racing Team, mekanik, seluruh tim dan masyarakat yang sudah memberikan dukungan luar biasa sehingga saya bisa tampil maksimal,” ujar Arbi.
Performa Mengesankan dari Davino Britani
Pebalap AHRT lainnya di kelas AP250, Davino Britani, juga menunjukkan penampilan luar biasa. Lulusan Astra Honda Racing School 2024 yang saat ini berusia 16 tahun itu menemani Arbi berada di barisan depan setelah start di posisi keenam. Silih berganti bertukar posisi sepanjang balapan dengan para pesaing, Davino akhirnya menyelesaikan race 1 ini di posisi ke-7.
“Saya mulai mendapatkan feeling bagus sejak masuk kualifikasi. Meskipun tidak mendapat posisi terbaik, tapi saya yakin bisa bertarung di barisan depan. Lepas start saya terus menekan. Namun justru di akhir lap balapan berjalan sangat rapat, saya kehilangan beberapa posisi. Bukan hasil yang diharapkan mengingat hampir sepanjang balapan saya tampil cukup kuat. Saya akan berusaha kembali di race 2 besok,” kata Davino.

Perjuangan Mohammad Adenanta Putra
Sementara itu, perjuangan Mohammad Adenanta Putra untuk memperbesar jarak dengan pesaing terdekat demi meraih gelar Juara Asia kelas Supersport (SS)600 harus tertahan. Itu karena pebalap 21 tahun asal Magetan, Jawa Tengah tersebut terjatuh beberapa saat setelah race pertama dimulai. Start dari posisi ke-7, Adenanta kehilangan traksi pada lap pertama.
“Sayang sekali, saya harus tersingkir saat balapan baru saja dimulai. Tapi semua belum berakhir. Saya masih ada peluang untuk memperebutkan juara Asia kelas SS600 di race 2 besok. Saya akan lebih fokus dan berusaha maksimal meraih impian saya. Mohon doa dan dukungannya,” kata Adenanta.
Herjun Atna Firdaus yang juga berada di kelas SS600 menutup race pertama dengan finish di posisi ke-8. “The Silent Boy” Rheza Danica Ahrens yang start dari posisi ke-6, juga terjatuh saat balapan berjalan 2 lap.
Kemenangan Andi Gilang di Kelas ASB1000
Hasil gemilang justru dicetak Andi Farid Izdihar, atau kerap disapa Andi Gilang, yang mampu naik podium ke-2 race pertama ARRC kelas ASB1000. Start dari posisi ke-4, pebalap senior AHRT ini terus berebut posisi hingga mengibarkan Bendera Merah Putih di atas podium.
“Balapan yang luar biasa. Selepas start saya bisa menjaga posisi di 5 besar, kemudian sempat tertahan di posisi 4. Saat jarak kembali rapat saya mencoba untuk menekan di 3 lap akhir. Sampai akhirnya saya finish di posisi ke 2. Race 2 saya akan kembali berusaha tampilkan performa terbaik saya,” kata Andi.

Jadwal Race Kedua ARRC 2025
Race kedua ARRC 2025 seri terakhir akan berlangsung Minggu (7/12). Kelas AP250 akan berlangsung pukul 14.25 WIB, disusul kelas SS600 yang akan dimulai pukul 15.15, dan terakhir ASB100 pada pukul 16.10. Balapan akan disiarkan langsung di Youtube dan Facebook Asia Road Racing.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."










