My WordPress Blog

Profil dan Harta Ken Dwijugiasteadi, Mantan Dirjen Pajak yang Dicekal Keluar Negeri, Hanya 1 Mobil di LHKPN

Profil dan Harta Kekayaan Ken Dwijugiasteadi

Ken Dwijugiasteadi, mantan Direktur Jenderal Pajak, saat ini sedang dicegah bepergian ke luar negeri oleh Kejaksaan Agung. Pencegahan ini terkait penyidikan dugaan korupsi di sektor perpajakan yang diduga terjadi antara tahun 2016 hingga 2020. Selain Ken, ada empat individu lain yang juga dikenai pencegahan, yaitu BNDP, HBP, KL, dan VRH.

Pencegahan tersebut berlaku sejak tanggal 14 November 2025 hingga 14 Mei 2026. Alasan utama dari pencegahan ini adalah dugaan tindakan korupsi. Informasi ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, pada Kamis (20/11/2025).

Saat ini, kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan. Berikut adalah profil lengkap dari Ken Dwijugiasteadi:

Riwayat Karier

Ken Dwijugiasteadi lahir di Malang, Jawa Timur, pada 8 November 1957. Ia menempuh pendidikan S1 di bidang ekonomi di Universitas Brawijaya. Setelah itu, ia melanjutkan studi untuk meraih gelar Master of Science in Tax Auditing dari Opleidings Institute Financiën, Den Haag, Belanda.

Karier Ken dimulai sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Keuangan sejak tahun 1983. Ia awalnya menjadi staf di Sekretariat Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak. Dalam perkembangan karier, ia naik jabatan menjadi Kepala Sub Bagian Kepegawaian di tingkat eselon IV.

Pada tahun 1992, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Wajib Perseorangan. Tahun 1997 menjadi titik balik dalam kariernya ketika ia dipromosikan menjadi pejabat eselon III sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Pekanbaru.

Selama masa jabatannya di tingkat eselon III, Ken pernah menjabat beberapa posisi strategis seperti Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bojonegoro dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak badan dan Orang Asing Satu.

Pada 1 September 2003, Ken mendapat promosi menjadi Direktur Informasi Perpajakan. Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur selama dua tahun, yakni pada 2006–2008. Setelah itu, ia dipindahkan ke Jawa Timur hingga tahun 2015.

Pada 1 Juli 2015, Ken ditunjuk sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak. Ia termasuk salah satu dari empat kandidat yang lolos seleksi terbuka untuk posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak pada tahun 2015. Namun, Menteri Keuangan saat itu, Bambang P.S. Brodjonegoro, memilih Sigit Priadi Pramudito untuk menjabat posisi tersebut. Akibatnya, tiga kandidat lainnya, termasuk Ken, tidak terpilih.

Pada 1 Desember 2015, Ken ditunjuk sebagai Plt. Direktur Jenderal Pajak menggantikan Sigit yang mengundurkan diri. Ia resmi dilantik menjadi Direktur Jenderal Pajak definitif pada 1 Maret 2016.

Harta Kekayaan

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ken Dwijugiasteadi memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3.489.570.000 atau sekitar Rp3,4 miliar. Laporan terakhir diterima pada 3 Juli 2018, saat ia masih menjabat sebagai Dirjen Pajak.

Harta terbanyak milik Ken berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp2.835.570.000 atau sekitar Rp2,8 miliar. Sumber harta terbanyak kedua adalah harta bergerak lainnya senilai Rp356.000.000 atau sekitar Rp356 juta. Ia tidak memiliki utang sama sekali.

Berikut rincian harta kekayaan Ken Dwijugiasteadi:

DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN

Rp. 2.835.570.000

1. Tanah Seluas 1.965 m² di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN , Rp. 1.886.400.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 240 m²/250 m² di KAB / KOTA DEPOK , HASIL SENDIRI Rp. 685.920.000

3. Tanah Seluas 375 m² di KAB / KOTA MALANG , HASIL SENDIRI Rp. 263.250.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN

Rp. 175.000.000

1. MOBIL, MITSUBISHI SEDAN Tahun 2000, HASIL SENDIRI Rp. 175.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA

Rp. 356.000.000

D. SURAT BERHARGA

Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS

Rp. 82.000.000

F. HARTA LAINNYA

Rp. 41.000.000

Sub Total

Rp. 3.489.570.000

III. HUTANG

Rp. —-

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III)

Rp. 3.489.570.000


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *