Pada babak semifinal Indonesia International Challenge II 2025, jumlah wakil Indonesia yang berlaga lebih sedikit dibandingkan edisi sebelumnya. Pekan lalu, terdapat 13 wakil Indonesia yang mencapai babak semifinal. Namun, kali ini jumlah wakil tuan rumah yang berpartisipasi lebih sedikit karena sebagian pemain sedang mempersiapkan diri untuk ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Babak semifinal akan digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada hari Sabtu (22/11/2025) mulai pukul 12.00 WIB. Dari enam wakil Indonesia yang akan bertanding, empat di antaranya akan memperebutkan tiket final melawan pemain Malaysia.
Perhelatan pertama di babak semifinal akan dimulai oleh pasangan ganda campuran Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Pasangan unggulan ke-1 ini akan menghadapi Loh Zhiheng/Nicole Tan dari Malaysia. Kedua pasangan belum pernah bertemu sebelumnya.
Dari nomor ganda putri, Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul M akan menghadapi unggulan pertama, Lin Chih Chun/Lin Wan Ching dari Taiwan. Salsabila/Adelia berhasil melangkah ke babak semifinal setelah mengalahkan Thi Dieu Ly Pham/Pham Thi Khanh dari Vietnam dengan skor 14-21, 21-18, 21-12.
Salsabila menjelaskan bahwa dalam pertandingan tersebut, mereka sempat kesulitan dalam interval pertama. “Pada gim pertama sebelum interval kami sudah menemukan ritme permainan kami. Namun, setelah interval lawan mengubah permainan dan kami tidak tanggap, akhirnya terbawa pola permainan lawan,” ujarnya.
Namun, di gim kedua, pelatih memberikan arahan agar tidak terbawa permainan lawan dan memaksa mereka untuk membawa lawan ikut pola permainan sendiri. Hasilnya, mereka bisa menang. Di gim ketiga, Salsabila dan Adelia kembali menemukan pola permainan yang stabil dan mampu mengontrol pertandingan.
Adelia menyatakan bahwa menghadapi unggulan pertama bukanlah hal mudah. “Lawan lebih berpengalaman dan defense-nya juga rapat. Tidak sekali serang bisa langsung mati jadi kami harus meningkatkan serangan ke depannya,” ujarnya.
Di sektor tunggal putra, Bismo Raya Oktora menjadi satu-satunya wakil yang tersisa setelah tidak ada tunggal putri yang menembus semifinal. Bismo melangkah ke babak semifinal setelah mengalahkan Dendi Triansyah dengan skor 21-14, 21-13.
“Alhamdulillah hari ini bermain dengan sangat cepat dan bagus, walaupun kondisi badan saya sedang kurang fit saya bisa main maksimal dan mengatasi dengan baik,” kata Bismo.
Pada babak semifinal, Bismo akan menghadapi unggulan kelima, Wang Yu Kai dari Taiwan. “Besok jadi tumpuan Indonesia di sektor tunggal putra. Saya mau main maksimal dan berikan yang terbaik. Saya mau back to back ke final lagi dan semoga bisa juara,” ujarnya.
Di sektor ganda putra, Muh Putra Erwiansyah/Daniel Edgar Marvino sebagai unggulan pertama berhasil mengalahkan Chen Yu Che/Chen Ze Ru dari Taiwan dengan skor 21-19, 21-14. “Alhamdulillah hari ini diberikan kemenangan tanpa cedera. Tadi pada pertama kami terbawa permainan lawan, kami terlalu memaksakan untuk meladeni bola-bola panjangnya,” kata Daniel.
Daniel juga menyebutkan bahwa servis mereka sempat terganggu. “Tadi juga sempat terganggu karena beberapa kali servis kami di fault padahal dari kemarin servis kami sama saja seperti tadi.”
Selanjutnya, Muh Putra dan Daniel akan menghadapi Aaron Tai/Tan Zhi Yang dari Malaysia pada babak empat besar.
Berikut jadwal wakil Indonesia pada babak semifinal:
Lapangan 1
– 12.00 WIB – XD : Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti (1) vs Loh Zhiheng/Nicole Tan (Malaysia)
– 13.10 WIB – WD : Lin Chih Chun/Lin Wan Ching (1/Taiwan) vs Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul M
– 13.45 WIB – MS : Wang Yu Kai (5/Taiwan) vs Bismo Raya Oktora (8)
– 14.20 WIB – MD : Muh Putra Erwiansyah/Daniel Edgar Marvino (1) vs Aaron Tai/Tan Zhi Yang (8/Malaysia)
Lapangan 2
– 12.35 WIB – XD : Renaldi Samosir/Masita Mahmudin vs Liew Xun Ho Lo Ee (2/Malaysia)
– 13.45 WIB – MD : Muhammad Faiq/Lok Hong Quan (3/Malaysia) vs Ali Faathir Rayham/Devin Artha Wahyudi (7)

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”










