My WordPress Blog

Saksi: 6 Santri Tewas di Bangkalan, Main Tahan Nafas Sebelum Sandal Mengambang

Kejadian Tragis Enam Bocah Santri Tenggelam di Kubangan Air

Pada hari Kamis (20/11/2025), sebuah kejadian tragis terjadi di kubangan air bekas galian Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan. Enam bocah santri meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi tersebut. Kejadian ini terjadi ketika para korban lepas dari pengawasan dan secara diam-diam pergi ke lokasi yang dilarang.

Penyelidikan oleh Wakapolres Bangkalan

Wakapolres Bangkalan, Kompol Hosna Nurhidayah, memimpin penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian mendengarkan kesaksian dari tiga santri remaja yang selamat. Salah satu saksi mengungkapkan bahwa korban sempat bermain tahan napas sebelum hilang.

Fakta-Fakta Terkait Kematian Enam Bocah Santri

Dalam laporan pihak kepolisian, para saksi yang memberikan keterangan memiliki inisial AND, RG, dan KL. Menurut keterangan AND, beberapa santri lainnya sedang berlatih untuk persiapan lomba Ilmu Bahasa Arab, Hadist, dan Bahasa Inggris yang akan berlangsung di Kabupaten Mojokerto. Namun, tanpa diketahui ustad, mereka melarikan diri dan akhirnya sampai ke lokasi tempat mereka tenggelam.

Menurut AND, anak-anak kecil memang dilarang masuk ke area tersebut, tetapi mereka pergi secara diam-diam. “Pertama turun ke air bawah, tiba-tiba hilang, kemudian dibantu sama teman-temannya tetapi hilang semua,” ujar AND.

Pernyataan dari Kapolsek Socah

Kapolsek Socah, Iptu Pariadi, menjelaskan bahwa informasi awal yang diterima pihak kepolisian berdasarkan data dan keterangan dari sejumlah saksi dan pengurus. Enam bocah santri yang menjadi korban tenggelam ini awalnya mengikuti latihan untuk persiapan lomba. Namun, mereka tidak diketahui ustad saat pergi ke lokasi tersebut.

“Betul, enam korban itu adalah santri. Mereka tenggelam di bekas galian, tadi sempat kami evakuasi ke Puskesmas Jaddih,” kata Pariadi.

Identitas Korban

Identitas keenam santri yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan terdiri dari:

  • Louvin Al Baru (9), asal Sambikerep, Surabaya
  • Salman Al Farisi (9), asal Astapah, Kabupaten Sampang
  • Rosyid Inul Yakin (10), asal Tambak Dalem, Surabaya
  • Reynand Azka Mahardika (9), asal Sambikerep, Surabaya
  • Moh Nasiruddin Adrai (9), asal Panggung, Sidoarjo
  • Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (7), Kalimas Surabaya / Desa Parseh, Kecamatan Socah

Proses Identifikasi dan Pengambilan Jenazah

Setelah dilakukan identifikasi, keluarga para korban datang ke Puskesmas Jaddih untuk membawa pulang jenazah. Mereka menolak proses autopsi setelah membuat surat pernyataan.

Kesimpulan

Kejadian ini menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat dan keluarga korban. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kejadian ini tidak terulang kembali. Selain itu, pihak sekolah dan pengurus juga diminta untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap para santri agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *