Persaingan Sengit di Grup B Championship 2025-2026
Persaingan di Grup B Championship 2025-2026 memanas sejak putaran kedua dimulai. Tensi tinggi terlihat jelas dengan perubahan posisi klasemen yang cepat. Tim pemuncak klasemen mulai goyah, sementara tim juru kunci tiba-tiba bangkit. Di tengah persaingan ini, beberapa tim menunjukkan performa yang menarik perhatian. Berikut adalah 10 kisah paling panas dari Grup B pekan ke-10.
PSS Sleman: Di Puncak, Tapi Anginnya Tak Lagi Tenang
PSS Sleman nyaris ditahan imbang oleh Persiba Balikpapan yang berusaha menjauh dari jurang degradasi. Beruntung, gol kedua berhasil tercipta, hingga turun minum skor tidak berubah 2-1 untuk kemenangan PSS Sleman. Kini, kembali ke puncak klasemen sementara dengan 23 poin. Tapi bayangan Barito Putera dan Persipura Jayapura mulai terasa di belakang. Hasil imbang di laga pekan 11, tahta mereka bisa lenyap dalam semalam.
Barito Putera: Mesin Konsistensi yang Tak Mengenal Rem
Barito Putera sempat kehilangan dominasinya usai kalah dari Persipura 1-0. Di laga selanjutnya justru tidak berjalan mulus, menang, kemudian seri, lalu menang lagi. Berbeda dengan pesaingnya, PSS Sleman di puncak klasemen, berhasil keluar dari tekanan tim-tim papan tengah. Barito Putera kini seperti tim yang tahu ke mana mereka akan berlabuh. Menang dari 2-1 di kandang Tornado, mereka kini tinggal selangkah lagi merebut puncak. Lawan Deltras pekan depan bisa jadi tiket menuju singgasana.
Persipura Jayapura: Jendral dari Timur Kembali Bernyawa
Mutiara Hitam kembali berkilau sejak ditangani pelatih Rahmad Darmawan. Terbaru, mereka menang telak 3-0 atas Persipal. Persipura Jayapura kini hanya berselisih 3 poin dari puncak. Lawan PSIS di laga berikutnya bisa dibilang cukup mudah jika melihat performa lawan yang tidak membaik. Laga ini menjadi peluang besar untuk menambah tiga poin, sekaligus menggeser Barito Putra di peringkat kedua.
Deltras Sidoarjo: Dari Kuda Hitam Jadi Tim Bingung
Deltras Sidoarjo seperti kehilangan momentum. Awalnya menjadi tim menakutkan, namun kekalahan 1-2 dari Persela Lamongan membuat mereka terdampar di 17 poin. Lawan berikutnya adalah Barito Putera yang sedang lapar kemenangan, skenario yang bisa jadi mimpi buruk. Hasil ini juga akan menguntungkan Persipura Jayapura yang sedang dalam performa beringas. Lini serang mereka mulai membaik, terutama pada bagian penyelesaian akhir.
Tornado Pekanbaru: Berani Menyerang, Lupa Bertahan
Tornado Pekanbaru sebenarnya tampil penuh semangat, tapi lagi-lagi kalah tipis 1-2. Mereka punya permainan bagus tapi kehilangan efektivitas di depan gawang. Pekan depan lawan Persela Lamongan akan jadi ujian, bangkit atau tinggal menetap di papan tengah.
Persela Lamongan: Dari Gelap Menuju Cahaya
Hasil dramatis 2-1 atas Deltras Sidoarjo memberikan secercah harapan di peringkat empat. Poin sementara sama dengan Persipura. Jika berhasil menumbangkan Tornado Pekanbaru, posisi mereka bisa melesat ke peringkat ketiga. Tapi tunggu dulu, Persipura Jayapura menghadapi tim yang belum pernah menang. Maka laga Persela selanjutnya, harus benar-benar dimaksimalkan. Hasil imbang membuat mereka semakin menjauh dari zona promosi.
Persiba Balikpapan: Tim Besar yang Kehilangan Taring
Siapa yang tidak kenal Persiba Balikpapan, tim kuat yang masih mencari bentuk permainan terbaiknya. Mereka nyaris mengalahkan PSS Sleman di kandang sendiri. Entah apa yang terjadi, tidak mampu menyamakan kedudukan hingga turun minum, skor tak berubah menjadi 1-2 untuk kemenangan PSS Sleman. Laga kontra Persipal pekan depan adalah kesempatan terakhir untuk membalikkan keadaan. Itu pun jika berhasil menyeimbangkan permainan Laskar Tadulako yang ngotot menjauh dari zona neraka.
Persiku Kudus: Diselamatkan oleh Performa Buruk
Persiku Kudus bisa dibilang diselamatkan oleh performa buruk PSIS Semarang, tim juri kunci tanpa pernah merasakan kemenangan. Mereka berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-0. Namun, ujian berat menanti, pekan depan akan bertandang ke markas PSS Sleman.
Persipal BU: Semakin Tenggelam
Persipal terus terpuruk dari papan tengah hingga ke zona degradasi tanpa ada tanda-tanda kebangkitan. Berbeda pada musim sebelumnya, Laskar Tadulako mampu mengalahkan tim-tim kuat. Kekalahan 0-3 dari Persipura Jayapura baru-baru ini membuat mereka terjebak di dasar klasemen dengan hanya 5 poin. Laga berikutnya kontra Persiba akan jadi duel sesama tim terluka. Jika kalah lagi, berpotensi menjadi tim kedua yang angkat bendera putih.
PSIS Semarang: Dari Kandidat Juara ke Tim Paling Menderita
PSIS Semarang dulunya tim favorit Liga 1. Performa buruk membuat mereka terjun ke kasta kedua liga Indonesia, kini terancam turun ke Liga Nusantara. PSIS Semarang seperti kehilangan seluruh arah permainan. Dua poin dari sepuluh laga tanpa pernah menang, dan baru saja dipermalukan Persiku 0-3. Ujian terberat kembali akan dihadapi menjamu Persipura dikandang sendiri. Jika kalah lagi, mereka akan jadi tim pertama yang “angkat bendera putih”.










