My WordPress Blog

Hendrikus Rahayaan, Atlet MMA yang Suka Berkelahi Sejak Kecil

Kehidupan Hendrikus Rahayaan: Dari Perkelahian Jalanan ke Dunia MMA

Hendrikus Rahayaan adalah seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) yang kini menjadi perhatian banyak pihak. Ia berhasil mengubah kebiasaan berkelahi di jalanan menjadi karier profesional yang membanggakan. Keponakan John Kei, mantan preman legendaris Jakarta, ini kini menjadi contoh bagi pemuda Maluku untuk menyalurkan energi “nakal” mereka menjadi prestasi.

Hendrikus lahir di Watran, Kota Tual, Maluku, pada 6 Desember 1997. Sejak kecil, ia memiliki hobi berkelahi, yang sempat diungkapkan dalam percakapan dengan Tribun Manado pada tahun 2023 silam. Ia mengatakan bahwa sedari kecil, dirinya sering terlibat tawuran dengan teman-temannya. Hal ini membuatnya kurang disukai oleh keluarga karena sering menyebabkan masalah.

Namun, dengan tekad dan semangat, Hendrikus memutuskan untuk menekuni hobinya. Ia memilih untuk menjadikan kegemarannya itu sebagai bentuk prestasi. “Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah,” katanya.

Pengaruh dari kakeknya, yang merupakan pelatih tiga cabang ilmu bela diri, yaitu Muay Thai, Whu Su, dan Boxing, sangat besar dalam membentuk karakter Hendrikus. Dengan dasar mental yang kuat dan latihan keras, ia akhirnya terjun ke kelas bantam One Pride MMA. Dari situlah, dua pertandingan awalnya berakhir dengan kemenangan yang gemilang. M. Ricky Syahputra ditumbangkan dengan perolehan TKO dalam 22 detik, sementara Boido Simanjuntak tunduk pada ronde ke tiga.

Hendrikus sangat yakin mampu menjadi atlet berprestasi dan berharap anak muda Maluku yang memiliki hobi serupa bisa bertarung di ring profesional. “Untuk mental-mental jalanan anak Maluku itu buat saja, kita itu anak-anak yang dianggap nakal begini, kalau baru mau berjuang itu nanti dapat banyak kritikan dari orang-orang, jadi saya harap selalu bermental baja, lakukan saja apa yang harus kita lakukan tuk terus harumkan nama daerah,” ujarnya.

Kasus Pembunuhan Nus Kei: Keterlibatan Hendrikus Rahayaan

Kasus pembunuhan yang menimpa Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Drs. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, menjadi sorotan utama. Aparat kepolisian cepat bertindak setelah kasus ini terjadi. Polres Maluku Tenggara resmi mengamankan dua pria yang diduga sebagai pelaku penikaman maut di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa identitas kedua tersangka adalah Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis. Motif pembunuhan ini dipicu oleh dendam lama terkait peristiwa berdarah di Jakarta pada tahun 2020 silam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi.

Kronologi pembunuhan Nus Kei terjadi saat korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT. Saat sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK). Kakak Nus Kei, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku namun pelaku melawan dan melarikan diri.

Selang beberapa menit, seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Nus Kei. Setelah itu, korban sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan mendapat pertolongan dari petugas. Nus Kei dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun, namun dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang. Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara adalah untuk menghadiri acara partai. Ia datang untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *