Saleh Daulay: Tokoh Akademik dan Politik yang Menggugah Kepedulian terhadap Transparansi Anggaran
Saleh Daulay adalah sosok yang tidak asing dalam dunia akademik maupun politik di Indonesia. Sebelum memasuki dunia politik, ia pernah menjadi dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu, ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman organisasi yang luas.
Peran Saleh Daulay dalam Rapat Kerja DPR RI
Pada Rabu, 1 April 2026, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay, secara terbuka mempertanyakan keakuratan data yang dipaparkan oleh Kementerian Pariwisata. Menurutnya, setiap angka dalam laporan anggaran harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun substantif.
Dalam rapat kerja tersebut, Saleh Daulay menemukan adanya selisih data yang tidak sinkron dalam laporan yang diberikan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Hal ini membuat suasana rapat menjadi tegang, dan Menteri Pariwisata tampak kebingungan memberi penjelasan rinci terkait selisih angka yang dipersoalkan.
“Kalau kalian bicara anggaran bilang sekitar sama saya nggak bisa, angka itu harus eksak,” ujar Saleh Daulay dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa ketidaktepatan data bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kredibilitas lembaga dalam mengelola keuangan negara.
Tindakan Komisi VII DPR RI
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Komisi VII DPR RI memberikan tenggat waktu lima hari kepada Kementerian Pariwisata untuk memperbaiki dan menyampaikan kembali laporan anggaran yang telah diverifikasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Saleh Daulay
Saleh Daulay lahir di Padang Lawas, Sumatera Utara pada 5 April 1974. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 2 Sibuhuan, kemudian dilanjutkan ke MTsN YAPI Sibuhuan dan MAN I Medan. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia diterima tanpa tes di IAIN Sumatera Utara, namun hampir satu semester ia bersekolah di dua perguruan tinggi tersebut. Karena keadaan ekonomi, Saleh memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Sumatera Utara (USU). Setelah menamatkan pendidikan di USU pada tahun 1997, ia melanjutkan kuliah Pascasarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1998.
Selain itu, Saleh Daulay juga mengambil program pascasarjana Universitas Indonesia dengan jurusan Filsafat. Pada tahun 2000, ia diterima sebagai dosen di IAIN Raden Fatah Palembang. Pada tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Saleh Daulay juga mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Colorado State University, Amerika Serikat, berkat beasiswa Ford Foundation yang ia dapat.
Riwayat Organisasi dan Politik
Saleh Daulay pernah aktif dalam berbagai organisasi, mulai dari OSIS dan KKD saat di bangku menengah atas hingga Badan Perwakilan Mahasiswa saat kuliah. Pada 2006, ia menjadi salah satu kandidat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. Meski tidak menjadi ketua umum, Saleh menjadi Ketua Bidang Kader dan Pengembangan Sumber Daya Insani PP. Pemuda Muhammadiyah periode 2006-2010.
Di dunia politik, Saleh duduk sebagai anggota legislatif fraksi PAN dari Daerah Pemilihan Sumut II setelah berhasil mengantongi sebanyak 64.869 suara pada Pemilu 2014. Pada Pemilu 2019, Saleh Partaonan Daulay mengantongi sebanyak 142.683 suara sah.
Pendidikan
- SDN 2 Sibuhuan. Tahun: 1981 – 1987
- MTsN YAPI Sibuhuan. Tahun: 1987 – 1990
- MAN I Medan. Tahun: 1990 – 1993
- USU Medan. Tahun: 1993 – 1997
- UIN Syahid Jakarta. Tahun: 1998 – 2000
- UI – Jakarta . Tahun: 2000 – 2002
- UIN Syahid Jakarta. Tahun: 2004 – 2009
- Colorado State University. Tahun: 2007 – 2009
Riwayat Pekerjaan
- UIN Syahid, Sebagai: Dosen. Tahun: 2009 – 201
- IAIN Raden Fatah, Sebagai: Dosen. Tahun: 2001 – 2009
Riwayat Organisasi
- PP Pemuda MUhammadiyah, Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2010 – 2014
- MUI Pusat, Sebagai: Ketua Komisi Luar Negeri. Tahun: 2010 – 2015
- ICMI Pusat, Sebagai: Wakil Sekretaris Dewan Pakar. Tahun: 2010 – 2015
- PP Muhammadiyah , Sebagai: Sekretaris LH dan HAM. Tahun: 2005 – 2010
- IMM, Sebagai: Ketua Komisariat. Tahun: 1995 – 1997
- Himpunan Mahasiswa Islam , Sebagai: Bendahara Komisariat. Tahun: 1994 – 1995
Kejadian Viral dalam Rapat Kerja
Suasana rapat kerja antara Kementerian Pariwisata dan Komisi VII DPR RI mendadak berubah tegang. Pembahasan yang awalnya berjalan formal itu memanas saat agenda beralih ke laporan anggaran. Sorotan pun langsung mengarah kepada Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang memimpin pemaparan dalam rapat tersebut.
Dalam momen yang kemudian viral di media sosial, Widiyanti terlihat berupaya memberikan penjelasan terkait perbedaan angka yang dipersoalkan. Namun, penjelasan yang disampaikan dinilai belum mampu menjawab pertanyaan mendasar mengenai dasar perhitungan dalam laporan anggaran tersebut.
Situasi ini membuat suasana rapat semakin memanas, sekaligus menjadi perhatian publik terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran di sektor pariwisata. Situasi semakin canggung ketika jajaran internal kementerian yang dimintai klarifikasi, termasuk dari biro perencanaan, juga tidak dapat menyajikan angka pasti.











