My WordPress Blog

Profil Ahmad Baharudin, Mantan Wakil Bupati yang Pernah Kritik Keras Bupati, Kini Ditahan KPK

Penahanan Bupati Tulungagung dan Keterkaitan dengan Wakil Bupati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menahan Bupati Tulungagung periode 2025–2030, Gatut Sunu Wibowo, setelah terlibat dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi. Ia tidak sendirian, karena ajudannya, Dwi Yoga Ambal, juga ditahan bersamanya. Keduanya terlibat dalam kasus yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK pada Jumat, 10 April 2026. Setelah operasi tersebut, KPK langsung bertindak cepat dengan melakukan penahanan selama 20 hari pertama, yaitu dari tanggal 11 hingga 30 April 2026. Penahanan dilakukan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih.

Keduanya dijerat dengan pasal korupsi, yang membawa ancaman hukuman berat. Namun di balik kasus ini, muncul kembali satu nama yang menjadi sorotan publik. Sosok yang pernah berada di sisi sang bupati, kini kembali jadi perhatian. Dia adalah Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.

Konflik Awal Masa Jabatan

Jauh sebelum OTT KPK, hubungan antara Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin sudah retak. Di akhir 2025, Ahmad Baharudin sempat melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan. Ia bahkan menyentuh dugaan nepotisme di tubuh Pemkab Tulungagung. Pernyataan ini memicu ketegangan di pucuk pimpinan daerah.

Meskipun keduanya merupakan pasangan kepala daerah hasil Pilkada 2024, mereka diusung oleh koalisi Gerindra, Golkar, dan PKS. Pasangan ini menang dengan 297.882 suara atau 50,72 persen. Mereka resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Namun, harmoni tidak bertahan lama.

Blak-blakan Bongkar Aib

Dalam sebuah pernyataan terbuka awal 2026, Ahmad Baharudin bicara tanpa tedeng aling-aling. Ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan. Peran wakil bupati, menurutnya, seolah diabaikan. Ia juga menyoroti dugaan penempatan jabatan yang tidak wajar. Ahmad bahkan menyebut gaya kepemimpinan bupati cenderung satu arah.

Semua keputusan disebut diambil tanpa diskusi. “Semua harus ikut keputusan, tidak ada ruang bicara,” begitu kira-kira kritiknya saat itu. Ia menegaskan tidak meminta kekuasaan. Namun hanya ingin diberi ruang untuk memberi masukan. “Saya tidak minta kewenangan, saya hanya ingin bisa memberi masukan,” ujarnya.

Respons Dingin Sang Bupati

Saat itu, Gatut Sunu Wibowo memilih merespons santai. Ia mengaku menghargai semua pendapat wakilnya. “Tidak apa-apa, kami menghargai saja,” katanya. Terkait tudingan nepotisme, ia membantah. Menurutnya, itu hanya asumsi. Ia tetap menegaskan menghormati posisi wakil bupati. Namun waktu berjalan. Konflik yang sempat terbuka kini seperti menemukan babak baru.

Bupati yang dulu dikritik kini justru terjerat kasus hukum. Sementara sosok wakilnya, yang pernah bersuara lantang, kembali jadi perhatian publik.

Profil Ahmad Baharudin

Sebelum maju dalam Pilkada Tulungagung 2024, Ahmad Baharudin (52) adalah anggota DPRD Kabupaten Tulungagung. Ia juga aktif sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung. Selain itu, Ahmad Baharudin dikenal sebagai sosok pengusaha.

Riwayat Pendidikan:
* SD Sobontoro 2 (1978–1984)
* SMP Negeri 2 Tulungagung (1984–1987)
* MA Negeri 1 Tulungagung (1987–1991).
* S1 Manajemen di Universitas Tulungagung (2017–2021).

Berikut perjalanan karier Ahmad Baharudin hingga terjun ke dunia politik:
* Banser Kabupaten Tulungagung (1997–2014),
* Pengurus PSSI Askab (2014–2018),
* Ketua PSSI Askab (2018–2024),
* Manager Perseta Tulungagung (2019–2024),
* Anggota Pembina Ansor (2017–2024),
* Penasehat Pembina Media dan LSM (2014–2024),
* Ketua Asosiasi Konveksi Kabupaten Tulungagung (2014–2024),
* Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung (sejak 2019).

Kekayaan Ahmad Baharudin

A. Tanah dan Bangunan: Rp. 729.225.000
1. Tanah Seluas 1410 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp. 133.350.000
2. Tanah Seluas 331 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp. 196.875.000
3. Tanah Seluas 364 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp. 215.250.000
4. Tanah Seluas 305 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp. 183.750.000

B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 55.000.000
1. MOBIL, DAIHATSU S401PMREJJ HA Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 35.000.000
2. MOBIL, SUZUKI ST100SP Tahun 1995, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya: Rp. —-
D. Surat Berharga: Rp. —-
E. Kas dan Setara Kas: Rp. 500.000.000
F. Harta Lainnya: Rp. —-

Sub Total: Rp. 1.284.225.000

III. Hutang: Rp. 742.000.000

IV. Total Harta Kekayaan (II-III): Rp. 542.225.000

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 27 Maret 2024, Ahmad Baharudin memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 542 juta. Hal ini membuat sosoknya dikenal sebagai Wakil Bupati atau Wabup termiskin di Jawa Timur.

Wakil Bupati Tulungagung Angkat Tangan

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4/2026). Selain Gatut, 12 pejabat dari lingkungan Pemkab Tulungagung juga diamankan untuk diperiksa KPK sejak Jumat (10/4/2026) malam.

Terkini, KPK resmi menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025–2030, Gatut Sunu Wibowo (GSW), beserta ajudannya, Dwi Yoga Ambal (YOG), sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi. Keduanya terjerat pusaran kasus pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur.

Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang tak ikut diamankan KPK di sela-sela kegiatannya sempat ditemui wartawan dan dimitai tanggapan. Ini terlihat dalam unggahan akun @kacamata_tulungagung, Sabtu (11/4/2026). Namun Ahmad tampak memilih tidak mau berkomentar apapaun terkait OTT KPK yang menyeret Bupati Gatut Sunu tersebut. Dia terlihat memasang gestur mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum ke arah kamera usai mendengar pertanyaan soal OTT KPK Gatut Sunu. Kemudian sambil tersenyum dia berjalan pergi menjauh sambil menepuk bahu si perekam video.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *