Kunjungan Gubernur Kalbar ke SMKN 1 Sukadana, Sekolah Sampaikan Kebutuhan Mendesak
Kunjungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan ke SMKN 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Jumat 10 April 2026, menjadi momen penting bagi pihak sekolah. Dalam kunjungan tersebut, kepala sekolah, Tulus, menyampaikan tiga poin utama yang menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Pembangunan Asrama Siswa
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pembangunan asrama siswa. Saat ini, jumlah siswa di SMKN 1 Sukadana mencapai sekitar 630 orang, dengan sebagian besar berasal dari luar daerah Sukadana. Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Sandai, Laur, Kepulauan, hingga Seponti, yang jaraknya cukup jauh dari Sukadana. Kondisi ini membuat sebagian besar siswa harus tinggal di rumah kos selama masa pendidikan, yang tentu membutuhkan biaya tambahan bagi keluarga.
Menurut Tulus, pembangunan asrama siswa sebenarnya sempat masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. Namun, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, program tersebut untuk sementara belum dapat direalisasikan. “Tahun 2025 sudah dianggarkan, cuma karena ada penghematan anggaran, itu nampaknya dialihkan,” tambahnya.
Rumah Dinas Guru
Selain kebutuhan asrama, pihak sekolah juga menyoroti kondisi para tenaga pengajar yang sebagian besar berasal dari luar wilayah Sukadana. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat tinggal selama bertugas. “Yang kedua, guru kita itu berasal dari jauh juga, dari Teluk Batang, dari Simpang Hilir. Banyak yang di luar dari Sukadana, di sini kan mengontrak, itu juga pembiayaan yang besar, karena itu prioritas kita adalah rumah dinas guru,” jelasnya.
Pagar Sekolah untuk Keamanan
Aspek keamanan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian serius. Pihak sekolah menilai keberadaan pagar yang memadai sangat penting untuk mencegah potensi gangguan dari luar serta mengontrol aktivitas siswa. “Yang ketiga adalah terkait dengan pagar, karena lihat keliling kita, demi keamanan kita. Karena dulu pernah sekolah kita dimasuki orang yang tidak dikenal, meskipun tidak ada kerugian, tapi ini sebagai langkah pencegahan,” katanya.
Pagar juga dinilai penting untuk menjaga kedisiplinan siswa, terutama saat berada di lingkungan sekolah di luar jam pelajaran. “Dan untuk siswa, kalau terhadap pagar, namanya siswa ya, kita paham, mungkin di luar jam kosong itu bisa keluar dan sebagainya, karena itu pagar juga menjadi prioritas,” ucapnya.
Respons Positif dari Gubernur
Menanggapi hal tersebut, Tulus menyebut Gubernur Kalbar memberikan respons positif dan menunjukkan komitmen untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui koordinasi dengan dinas terkait. “Beliau sangat antusias, artinya akan merespon dengan baik, dan tadi juga komunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk merealisasikan ke tahun 2027. Secara bertahap tentu saja, kita juga tahu kemampuan anggaran daerah terbatas,” pungkasnya.
Ia berharap, usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kayong Utara dan Kalimantan Barat secara menyeluruh.











