My WordPress Blog

Evakuasi 9 jam jasad Lisa Pratiwi di Air Terjun Tibu Ijo Lombok

Proses Evakuasi Jasad Wisatawan di Air Terjun Tibu Ijo

Proses evakuasi jasad wisatawan bernama Lisa Pratiwi di kawasan Air Terjun Tibu Ijo, Lombok Barat, berlangsung dengan penuh tantangan dan dramatis. Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai akhirnya ditemukan dalam kondisi terjepit batu besar di dasar aliran air.

Evakuasi Dramatis Berlangsung Hampir 9 Jam

Tim SAR gabungan membutuhkan waktu hampir sembilan jam untuk mengevakuasi jasad korban dari lokasi yang sulit dijangkau. Proses ini berlangsung hingga dini hari karena posisi tubuh korban terhimpit batu besar di aliran sungai. Korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 00.15 Wita setelah petugas mendatangkan alat berat berupa ekskavator untuk membantu proses pengangkatan.

Setelah berhasil dikeluarkan dari himpitan batu, jasad korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit di Kota Mataram untuk penanganan lebih lanjut.

Medan Berat dan Arus Deras Hambat Proses Evakuasi

Proses evakuasi tidak dapat dilakukan dengan cepat karena kondisi medan yang ekstrem. Arus sungai yang deras serta posisi korban yang berada di celah sempit di antara batu besar membuat petugas kesulitan menjangkau tubuh korban. Upaya manual yang dilakukan sebelumnya tidak membuahkan hasil, sehingga tim SAR harus berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat.

Penggunaan ekskavator menjadi solusi utama dalam proses evakuasi, mengingat kondisi batu yang besar dan tidak memungkinkan dipindahkan secara manual.

Kronologi Korban Terseret Arus di Air Terjun

Peristiwa tragis ini bermula saat korban tengah berwisata di kawasan air terjun pada siang hari. Saat itu, kondisi debit air sungai meningkat akibat perubahan cuaca. Arus yang tiba-tiba menjadi deras membuat korban terseret dan hilang di aliran sungai. Tim SAR kemudian langsung melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar, termasuk aliran sungai dan bebatuan.

Pencarian berlangsung intensif sejak korban dilaporkan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi terjepit batu.

Puluhan Personel Gabungan Dikerahkan

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur. Tim SAR, aparat kepolisian, TNI, BPBD, tenaga medis, relawan, hingga warga setempat turut ambil bagian dalam proses tersebut. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat proses pencarian dan evakuasi di tengah kondisi medan yang berat. Seluruh pihak bekerja sama untuk memastikan korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi dengan aman.

Risiko Wisata Alam Saat Cuaca Tidak Bersahabat

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di kawasan wisata alam, terutama saat kondisi cuaca tidak stabil. Air terjun dan sungai memiliki potensi bahaya tinggi ketika debit air meningkat secara tiba-tiba. Arus deras dapat terjadi tanpa peringatan, terutama saat hujan turun di hulu sungai. Wisatawan diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di kawasan tersebut.

Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berkunjung ke lokasi wisata alam seperti air terjun dan sungai. Jika cuaca mulai mendung atau hujan turun, pengunjung disarankan segera menjauh dari aliran air untuk menghindari risiko terseret arus. Selain itu, penting bagi wisatawan untuk mengikuti arahan petugas serta tidak memaksakan diri berada di area berbahaya.

Harapan dan Evaluasi Keamanan Wisata

Kejadian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem keamanan di lokasi wisata alam. Pemasangan rambu peringatan, pengawasan lebih ketat, serta edukasi kepada pengunjung menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *