My WordPress Blog

11 Anggota TNI Jadi Korban di Lebanon, Pakar Sarankan Penangguhan Partisipasi Indonesia di BoP

Pengamat UI Soroti Opsi Penangguhan Partisipasi Indonesia di BoP

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Agung Nurwijoyo, menilai pemerintah perlu mempertimbangkan penangguhan partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Langkah ini dinilai sebagai respons diplomatik atas eskalasi konflik antara militer Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Serangan Israel terhadap Lebanon dinilai tidak memiliki komitmen nyata terhadap upaya de-eskalasi. Menurut Agung, opsi penangguhan partisipasi lebih rasional dan terukur, terlebih tidak ada jaminan jelas dari Israel terkait komitmen dalam hal de-eskalasi, penghormatan terhadap mandat perdamaian, dan jaminan perlindungan bagi pasukan Indonesia.

Penangguhan bukan berarti Indonesia mundur dari komitmen perdamaian dunia, melainkan bentuk tekanan politik dan diplomatik yang sah. Opsi ini juga menjadi sinyal agar ada perbaikan konkret dalam perlindungan pasukan dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

Diplomasi Tegas dan Konstruktif

Agung menjelaskan bahwa posisi penangguhan partisipasi dapat dipahami sebagai strategi diplomasi Indonesia yang tegas namun tetap konstruktif. Indonesia tetap berada dalam koridor bebas dan aktif, tetapi tidak mengorbankan kepentingan nasionalnya. Pihaknya juga tidak mengorbankan keselamatan para prajuritnya di tengah situasi yang belum memberikan jaminan keamanan.

Misi penjaga perdamaian memiliki mandat mulia untuk menjaga stabilitas global. Namun, pengerahan pasukan tidak boleh dilakukan tanpa jaminan keselamatan memadai. Indonesia perlu tetap konsisten dalam politik luar negeri bebas aktif, mendorong perdamaian dunia, tapi juga tegas melindungi kepentingan dan keselamatan personelnya.

Total 11 Prajurit TNI Jadi Korban

Sejak akhir Maret 2026, 11 prajurit TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon menjadi korban. Beberapa insiden serius terjadi:

  • 3 April 2026: Tiga prajurit TNI terluka dalam ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse. Dua luka parah kini stabil setelah perawatan medis.
  • Sebelumnya: Empat prajurit TNI dari Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL menjadi korban ledakan proyektil artileri di Adchit Al Qusayr.
  • Praka Farizal Rhomadhon gugur.
  • Praka Rico Pramudia luka berat.
  • Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan luka ringan.
  • 30 Maret 2026: Ledakan kendaraan di Lebanon Selatan menewaskan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, serta melukai Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Jenazah tiga prajurit yang gugur dijadwalkan tiba di Jakarta pada Sabtu (4/4/2026) sore.

Eskalasi Konflik Lebanon

Ketiga insiden terjadi di tengah konflik Israel–Hizbullah yang semakin memanas sejak awal Maret 2026. Eskalasi dipicu serangan militer AS–Israel ke Iran pada akhir Februari 2026. Saat ini UNIFIL masih melakukan penyelidikan atas rangkaian serangan yang menimpa peacekeepers, termasuk prajurit TNI.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *