Kekalahan Beruntun Menghancurkan Harapan Arsenal
Kekalahan beruntun dalam dua laga yang dihelat di kompetisi berbeda seketika mengakhiri harapan Arsenal untuk memenangkan semua gelar musim 2025/2026. Alih-alih menjadi tim yang mampu meraih quadruple atau treble winner, kini Arsenal hanya berpeluang meraih double winner saja.
Setelah kalah dengan skor 2-0 melawan Manchester City di final Piala Carabao, yang membuat Arsenal kehilangan kesempatan meraih gelar pertama musim ini, klub asal London tersebut kembali menderita kekalahan. Tepatnya, dalam laga babak 8 besar Piala FA, Minggu (5/4/2026) dini hari tadi, Arsenal tersingkir secara tragis dari kompetisi tersebut.
Bertandang ke markas Southampton yang merupakan klub penghuni Divisi Championship, Arsenal secara mengejutkan kalah dengan skor 2-1 dari Southampton. Akibatnya, mereka harus angkat koper dari Piala FA. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan telak bagi Arsenal, yang awalnya digadang-gadang menjadi tim yang berpeluang memenangkan quadruple.
Harapan untuk meraih treble winner juga kini melayang setelah kekalahan di final Piala Carabao. Kekalahan memalukan di babak 8 besar Piala FA membuat asa Arsenal tinggal menjadi double winner saja. Dua kekalahan tragis di momen kritis membuat Arsenal kehilangan kesempatan meraih gelar di dua kompetisi berbeda, yang layak disesalkan meskipun kedua gelar tersebut adalah trofi di ajang domestik.
Arsenal tetap patut menyesal karena sudah lama tidak pernah memenangkan trofi di sebuah turnamen. Kecuali gelar Piala FA pada tahun 2020, sebagai trofi pertama dan terakhir yang dipersembahkan pelatih Arteta.
Mikel Arteta Dicap Payah
Mikel Arteta selaku pelatih Arsenal dicap payah, lantaran tidak mampu memberikan respons positif setelah gagal menjadi juara Piala Carabao. Alih-alih bisa mengobati kekalahan tersebut dengan hasil positif, Arsenal justru kembali kalah, sekaligus tersingkir dari kompetisi lain yakni Piala FA.
Pemilihan pemain utama hingga taktik serta sikap Arsenal saat kalah melawan Southampton, semua disalahkan ke Arteta. Salah satu sosok yang memberikan kritikan tajam ke Arteta ialah Micah Richards.
Eks pemain Manchester City yang kini sibuk menjadi pandit itu merasa Arteta telah melakukan kesalahan fatal. Micah Richards bahkan tak sungkan untuk menyebut Arteta sangat payah.
“Baru beberapa minggu yang lalu, orang mengatakan Arsenal bisa meraih quadruple, sekarang mereka hanya bisa memenangkan dua kompetisi,” kritik Richard dilansir Daily Mail.
“Hal yang paling mengecewakan bagi saya adalah menyaksikan permainan dan sikap Arsenal,”
“Mereka sebenarnya sangat bagus dalam bertahan, transisi, formasi hingga upaya mencetak gol,”
“Tapi sayangnya menurut saya, cara mereka menghadapi laga ini sangatlah mengecewakan,” tukasnya.
Lebih lanjut, Richards menyesalkan keputusan Arteta yang tampak enggan menurunkan kekuatan terbaik melawan Southampton. Seharusnya setelah kalah di final Piala Carabao, Richards merasa laga melawan Southampton sebagai momentum untuk melakukan penebusan dosa, salah satunya dengan cara menurunkan tim terbaik.
Hanya saja, hal itu tidak dilakukan Arteta, hingga akhirnya Arsenal kalah dan tersingkir.
“Seharusnya anda menurunkan tim terbaik anda, jelas akan ada banyak sekali sorotan di sekitar anda,” sesal Richards.

Persiapan untuk Kompetisi Berikutnya
Kini dengan gagalnya Arsenal meraih gelar di Piala Carabao, lalu tersingkir tragis di Piala FA, Arteta mau tidak mau harus bisa membawa Arsenal tampil habis-habisan di dua kompetisi tersisa musim ini.
Setelah tersingkir di tangan Southampton, Arsenal kini dihadapkan laga hidup mati melawan Sporting CP di leg pertama babak 8 besar Liga Champions, tengah pekan mendatang. Kemenangan jelas menjadi harga mati yang patut diperjuangkan Arsenal jika tidak ingin kehilangan kesempatan meraih gelar juara di Liga Champions.
Setelahnya, Arsenal akan kembali bertarung di Liga Inggris, dengan menjamu Bournemouth sebelum bertemu Manchester City di pekan berikutnya. Berbekal keunggulan sembilan poin, Arsenal seharusnya bisa memenangkan gelar Liga Inggris musim ini, kecuali jika mereka kembali melakukan kesalahan fatal di momen kritis, seperti musim-musim sebelumnya.
Jika sampai tidak bisa memenangkan trofi di akhir musim, Arsenal barangkali menjadi klub yang dikutuk sulit meraih gelar, sekalipun setiap musim, bersaing memperebutkan gelar juara.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”










