My WordPress Blog

5 Fakta Menghebohkan Mundurnya Aipda Vicky: Pernah Tangani Kasus Korupsi, Polda Sulut Beri Penjelasan

Latar Belakang Peristiwa

Aipda Vicky Aristo Katiandagho, mantan Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa, Polda Sulawesi Utara menjadi sorotan publik setelah videonya bersujud dengan seragam dinas viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan momen perpisahan yang menyentuh, dengan pesan emosionalnya: “Sekali Bhayangkara, selamanya Bhayangkara.” Namun, narasi yang beredar mengaitkan pengunduran dirinya dengan kasus korupsi yang ditanganinya sebelum dimutasi.

Kasus Korupsi yang Ditangani Aipda Vicky

Sebelum dimutasi, Vicky menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa. Tugas utamanya adalah menangani perkara-perkara tindak pidana korupsi. Ia menjelaskan bahwa saat itu ia sedang menangani kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan pejabat di Minahasa. Kasus tersebut terkait pengadaan tas ramah lingkungan yang penyelidikannya sudah dilakukan sejak tahun 2021. Namun, karena berbagai kendala dan hambatan, perkara tersebut baru dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 5 September 2024.

Vicky juga menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan dokumen-dokumen sebagai alat bukti. Selain itu, ia berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk melakukan audit perhitungan kerugian negara. Namun, saat penyidikan masih berjalan, ia tiba-tiba dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud.

Pengunduran Diri Aipda Vicky

Vicky mengungkapkan bahwa ia mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, namun hanya diterima pada akhir 2025. Ia tidak menjelaskan secara rinci alasan pengunduran dirinya, hanya menyebutkan bahwa hal tersebut salah satu alasannya. Saat ditanya lebih lanjut, ia hanya menjawab singkat.

Setelah mundur dari institusi kepolisian, Vicky menyatakan rencananya untuk tetap menikmati jualan kopi. Di akhir wawancara, ia menyampaikan pesan dan harapan: “Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara.”

Penjelasan Polda Sulut

Polda Sulut memberikan klarifikasi terkait kabar pengunduran diri Aipda Vicky. Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, menegaskan bahwa mutasi Vicky bukan terkait penanganan kasus korupsi. Menurutnya, mutasi tersebut bersifat rutin sebagai bagian dari rotasi organisasi.

Alamsyah menyebutkan bahwa Vicky dimutasi dari Polres Minahasa ke Polres Kepulauan Talaud sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Jika anggota yang dimutasi tengah menangani perkara, maka penanganannya akan dilanjutkan oleh penggantinya. “Ini hal yang biasa dilakukan,” ujarnya.

Pengunduran Diri atas Kemauan Sendiri

Kombes Alamsyah menjelaskan bahwa Vicky mengajukan pengunduran diri pada 2025 atas kemauan sendiri, bukan karena tekanan atau pemecatan. Pengajuan tersebut disetujui pada Januari 2026 menjelang masa pensiun dini per 1 April 2026. “Benar kemauan sendiri dan juga atas persetujuan istri,” tambahnya.

Tanggapi Narasi yang Beredar di Medsos

Terkait video yang beredar, Alamsyah menyebut narasi yang berkembang di media sosial merupakan distorsi fakta. Ia menegaskan bahwa video perpisahan itu bentuk loyalitas terhadap institusi, bukan kekecewaan terhadap Polri. “Video tersebut hanya berisi ucapan terima kasih kepada institusi Polri,” katanya.

Alamsyah juga menyampaikan bahwa Vicky tidak pernah memberi izin kepada akun mana pun untuk menambahkan narasi provokatif. “VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri dengan semboyan ‘Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara,’” ujarnya.

Kesimpulan

Menurut Kombes Alamsyah, Vicky menjadi korban penyalahgunaan konten oleh pihak ketiga. Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. “Pengunduran diri yang bersangkutan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri,” pungkasnya.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *