Kehilangan yang Menyedihkan: Seorang Remaja Perempuan Ditemukan Tewas di Tumpukan Sampah
Kondisi yang sangat menyedihkan terjadi di wilayah Bengkulu, khususnya di Kepahiang. Seorang remaja perempuan berusia 22 tahun bernama Sopiah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tumpukan sampah pinggir jurang Jalan Lintas Gunung. Kejadian ini menimbulkan rasa sedih dan kekecewaan bagi keluarga korban, terutama ibunya yang tak bisa menerima kenyataan bahwa putrinya meninggal dalam kondisi hamil tua.
Penemuan Mayat yang Membuat Keluarga Terpukul
Sopiah ditemukan pada Selasa (10/3/2026) oleh warga setempat yang melintasi lokasi kejadian. Saat ditemukan, jasadnya sudah dalam kondisi membusuk dan sulit dikenali. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban dalam kondisi hamil tua dan telah meninggal dunia. Selain itu, janin yang ada dalam tubuh korban juga ditemukan meninggal dunia.
Kejadian ini tidak hanya menggemparkan masyarakat di Bengkulu, tetapi juga wilayah sekitarnya seperti Musi Rawas. Sopiah berasal dari Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Ia dilaporkan hilang selama lima hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi yang tidak layak.
Pihak Kepolisian Melakukan Penyelidikan
Setelah menerima laporan dari warga, pihak kepolisian langsung menuju lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, menjelaskan bahwa mereka segera bertindak setelah mendapatkan informasi tentang penemuan mayat tersebut. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Kepahiang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur RSUD Kepahiang, Febi Nursanda, membenarkan bahwa dalam tubuh korban terdapat janin yang juga telah meninggal dunia. “Iya ada bayinya jenazah tersebut, sudah meninggal dunia,” ujar Febi Nursanda saat dikonfirmasi.
Kesedihan Keluarga dan Permintaan Autopsi
Kesedihan yang dirasakan oleh keluarga sangat besar. Rusila, ibu korban, tidak bisa menahan air mata saat mengetahui putrinya meninggal dalam kondisi yang tidak wajar. Ia menyampaikan keluhan bahwa keluarga merasa diperlakukan tidak adil karena kondisi ekonomi yang sulit.
“Apa karena kami ini orang miskin, sampai tega orang membuang mayat anak kami di tengah tumpukan sampah di Kepahiang sana,” ujar Rusila dengan suara bergetar. Ia juga memohon kepada aparat penegak hukum agar segera mengungkap siapa pelaku di balik kematian anaknya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Mereka juga menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian Sopiah.
Cerita Ayah Korban
Menurut ayah korban, Sopiah sempat pamit kepada ibunya untuk pergi ke Kota Lubuk Linggau guna menjalani suntik pada kakinya yang sakit. Namun, ia tidak pulang ke rumah sejak Kamis (5/3/2026). Sahamin, ayah korban, mengatakan bahwa biasanya Sopiah pulang sekitar jam 08.00 WIB setelah bekerja mencabut bulu ayam.
Namun, setelah dua hari tidak pulang, kecurigaannya mulai timbul. “Jika pergi suntik tidak akan sampai dua atau tiga hari,” ujar Sahamin. Akhirnya, ia melaporkan kehilangan anaknya kepada pihak kepolisian.
Sorotan Media dan Tanggapan Masyarakat
Setelah penemuan jenazah Sopiah, kasus ini menjadi sorotan luas masyarakat. Terutama karena ditemukannya bayi perempuan dan fakta bahwa Sopiah tewas dalam kondisi hamil tua. Beberapa bulan sebelum ditemukan tewas, Sopiah sempat membahas gaun pengantin dengan penyedia jasa pelaminan.
Postingan Facebook Erick Ibrahim menyebutkan bahwa Sopiah sempat menghubungi penyedia jasa pelaminan untuk menanyakan soal baju pengantin. Postingan ini mendapatkan banyak tanggapan dan komentar dari warganet yang turut prihatin.
Fakta Mengejutkan yang Terungkap
Belakangan terungkap bahwa keluarga selama ini tidak mengetahui bahwa Sopiah sedang hamil. Ayah korban, Sahamin, hanya diam terpaku saat mengetahui anak gadisnya sedang hamil tua dan kini tewas secara tragis.
“Masih gadis anak aku tuh,” ujar Sahamin. Keluarga lainnya juga sulit menerima bahwa Sofiah ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi hamil.
Permintaan Autopsi dan Proses Pemeriksaan
Atas kejadian tersebut, keluarga meminta untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Jenazah Sopiah yang terlihat mulai mengalami pembusukan dan sulit dikenali, kini dikirim ke RS Bhayangkara Kota Bengkulu untuk diautopsi.











