Strategi Pemerintah Menghadapi El Nino untuk Menjaga Ketahanan Pangan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan berbagai strategi yang disiapkan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Tujuan dari strategi ini adalah untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan akan terjadi pada tahun ini.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca. Dody menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan dengan tujuan agar terjadi hujan di hulu bendungan, sehingga air hujan dapat masuk dan secara bertahap turun ke bendungan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air di daerah-daerah yang membutuhkan.
Selain itu, Kementerian PU sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam rangka menyiapkan pompanisasi untuk mengairi sawah yang tidak lagi menerima air dari bendung maupun bendungan. Dody menyatakan bahwa program pompanisasi ini pernah dilakukan beberapa tahun lalu dan berhasil menyangga produksi pertanian nasional.
Stok Beras yang Aman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin stok beras nasional dalam kondisi aman sepanjang sejarah Republik Indonesia. Saat ini, cadangan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan. Ia menjelaskan bahwa stok yang tersedia saat ini belum termasuk beras yang akan dipanen dalam beberapa bulan mendatang.
Amran memproyeksikan bahwa produksi beras minimal mencapai dua juta ton per bulan selama tujuh bulan ke depan. Jika hal ini tercapai, total cadangan beras bisa mencapai 14 juta ton, yang diprediksi mampu menutupi kebutuhan hingga Mei 2027. Meskipun ancaman El Nino biasanya hanya berlangsung selama enam bulan, pemerintah tetap bersiap untuk menghadapi potensi dampaknya.
Indonesia sebagai Rujukan Dunia di Sektor Pangan
Amran juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menjadi rujukan dunia di sektor pangan. Negara-negara seperti Jepang, Kanada, hingga Belarus datang belajar ke Indonesia karena kesuksesannya dalam mencapai swasembada pangan. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia berada di jalur yang benar menuju kemandirian pangan.
Namun, ia mengingatkan bahwa krisis pangan tetap merupakan ancaman nyata yang dapat menggoyahkan stabilitas negara. Ketergantungan pada impor, menurut Amran, tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga membawa tekanan politik. Ia menegaskan bahwa satu juta ton impor beras bisa membawa tekanan besar dari negara pengekspor.
Filosofi Kerja Keras dalam Mencapai Sukses
Amran menekankan pentingnya kerja keras dalam mencapai keberhasilan. Ia menyatakan bahwa doa tanpa tindakan adalah nol, dan sukses tidak gratis. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu dan bekerja nyata dalam membangun ekonomi nasional.
Dalam momentum yang bersejarah, Indonesia juga berhasil mengekspor 10.000 ton beras ke Palestina, yang disebutnya sebagai ekspor pertama dalam sejarah ke wilayah tersebut. Amran menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah kunci kekuatan bangsa.
Program Strategis Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Amran memaparkan sejumlah program strategis pemerintah, termasuk program hemat energi serta hilirisasi komoditas unggulan. Hilirisasi kelapa, misalnya, disebut memiliki potensi nilai ekonomi mencapai Rp 5.000 triliun. Komoditas lain seperti gambir juga memiliki potensi hilirisasi hingga Rp 5.000 triliun.
Selain itu, Indonesia saat ini telah menguasai pasar global minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), menjadikannya sebagai pemain utama dalam industri tersebut. Menurut Amran, hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memimpin dalam sektor pangan dan agribisnis dunia.

Seorang petani membajak sawah menggunakan traktor di Desa Mengwi, Badung, Bali, Rabu (4/2/2026). – (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











